Karya klasik Madeleine L’Engle yang terbit tahun 1962 ini adalah kisah fantasi sains yang memukau, menggabungkan petualangan luar angkasa, pertarungan antara terang dan gelap, serta pesan mendalam tentang cinta dan keluarga. Cerita ini mengajak pembaca menyelami dunia Meg Murry, gadis remaja pemarah dan merasa “tak sempurna”, yang tiba-tiba terlibat dalam misi menyelamatkan ayahnya—ilmuwan hilang yang terjebak di dimensi lain.
A Wrinkle Time
Penulis : Madeleine L’Engle
Penerjemah : Maria Lubis
Editor : Yuli Pritania
Terbit : Maret, 2018
Penerbit : Penerbit Noura Books (PT. Mizan Publika)
ISBN : 978-602-385-311-3

Petualangan yang Memacu Adrenalin
Bersama adik jeniusnya, Charles Wallace, dan teman sekolah, Calvin, Meg dibawa oleh tiga makhluk misterius—Mrs. Whatsit, Mrs. Who, dan Mrs. Which—untuk menjelajahi alam semesta menggunakan tesseract, sebuah “lipatan waktu” yang memungkinkan perjalanan antarplanet dalam sekejap. Mereka mendarat di planet Camazotz, tempat kegelapan menguasai segalanya. Di sana, masyarakat hidup seperti robot, dikendalikan oleh otak raksasa bernama IT yang menuntut keseragaman mutlak. Adegan-adegan di Camazotz menegangkan, penuh simbolisme tentang bahaya kehilangan individualitas dan kebebasan berpikir.
Cinta sebagai Senjata Terkuat
Di balik pesawat luar angkasa dan planet asing, inti cerita ini justru sangat manusiawi: cinta keluarga. Meg, yang awalnya merasa tak berdaya, akhirnya menemukan kekuatan melalui cintanya pada Charles Wallace dan keinginannya menyelamatkan ayahnya. L’Engle dengan cerdas menunjukkan bahwa cinta bukanlah kelemahan, melainkan kekuatan yang mampu melawan bahkan kegelapan paling pekat. Saat Meg berhadapan dengan IT, ia tak menggunakan senjata atau sihir, tapi keyakinan bahwa cinta bisa menyatukan apa yang terpisah.
Tema Universal yang Relevansinya Tak Pudar
Meski ditulis puluhan tahun lalu, konflik dalam buku ini tetap relevan: pertarungan antara kebaikan vs. kejahatan, tekanan untuk konformitas vs. keberanian menjadi diri sendiri, serta peran sains dan iman dalam memahami dunia. L’Engle juga menyisipkan kutipan filosofis, puisi, dan referensi alkitabiah melalui karakter Mrs. Who, menambah kedalaman tanpa terkesan menggurui.
Kelebihan dan Kekurangan
- Kelebihan: Imajinasi L’Engle luar biasa! Deskripsi planet Camazotz dan konsep tesseract sangat visual, seolah pembaca ikut merasakan ketegangan melintasi dimensi. Karakter Meg juga mudah dicintai karena kekurangan dan keraguannya membuatnya terasa nyata.
- Kekurangan: Beberapa bagian filosofis mungkin berat bagi pembaca muda, tapi justru ini yang membuat buku ini layak dibaca ulang seiring bertambahnya usia.

Untuk Siapa Buku Ini?
- Pecinta fantasi-sains yang menyukai petualangan kreatif.
- Mereka yang mencari cerita tentang pahlawan tak sempurna yang tumbuh melalui perjuangan.
- Pembaca yang menyukai kisah dengan pesan moral kuat tentang cinta, harapan, dan perlawanan terhadap tirani.
A Wrinkle in Time bukan sekadar cerita anak-anak. Ini adalah alegori indah tentang bagaimana kegelapan (dalam bentuk apapun) bisa dikalahkan dengan keberanian, kepercayaan diri, dan tentu saja—cinta yang tak bersyarat. L’Engle mengingatkan kita bahwa bahkan di saat paling putus asa, Cahaya terang justru bersinar lebih kuat dalam kegelapan.
Like and know yourself, Meg. That’s the only weapon you have (Pesan tak terlupakan dari Mrs. Whatsit)



