Bagi orang tua yang kerap merasa “kewalahan” menghadapi ulah si kecil—entah itu drama tantrum di supermarket, aksi mogok mandi, atau perang soal PR sekolah—buku Trik Cerdas Mendisiplinkan Anak Tanpa Emosi ini layak jadi teman setia. David Borgenicht dan James Grace, dua penulis yang paham betul dunia parenting, hadir dengan panduan praktis yang tidak hanya mengajak kita berhenti berteriak, tapi juga membangun hubungan harmonis dengan anak melalui disiplin yang penuh empati.
Trik Cerdas Mendisiplinkan Anak Tanpa Emosi
(Membuat Anak Mau Makan, Mandi, Mengerjakan PR, Membatasi Main Gawai, apa saja!)
Penulis : David Borgenicht & James Grace
Pengalih Bahasa : Anna Ervita Dewi
Terbit : 2021
Penerbit : Bhuana Ilmu Populer
ISBN : 978-623-04-0538-9

Parenting Tanpa Drama: Bukan Sekadar Larangan, Tapi Solusi!
Buku ini tidak menggurui atau menyuruh kita menjadi orang tua “sempurna”. Justru, penulis mengakui bahwa emosi adalah hal manusiawi. Namun, mereka menawarkan cara mengalihkan emosi negatif itu menjadi strategi cerdas. Misalnya, alih-alih marah saat anak menolak membereskan mainan, buku ini mengajak orang tua untuk menggunakan kalimat afirmatif seperti, “Ayo, kita rapikan bersama-sama supaya kamarmu nyaman!” daripada ancaman seperti, “Kalau nggak diberesin, Mama buang semua!”.
Kuncinya: Komunikasi, Konsistensi, dan Koneksi
Borgenicht dan Grace menekankan tiga prinsip utama:
- Komunikasi yang Jelas dan Positif: Gunakan bahasa sederhana yang sesuai usia anak. Misal, “Sepedanya diparkir di teras, ya, biar tidak kehujanan” lebih efektif daripada, “Jangan taruh sepeda sembarangan!”.
- Konsistensi Tanpa Kaku: Buat aturan yang realistis dan sepakati bersama anak. Jika anak melanggar, tegaskan konsekuensi dengan tenang, bukan dengan emosi.
- Koneksi Emosional: Disiplin bukan sekadar “menghukum”, tapi membangun kepercayaan. Penulis mencontohkan teknik time-in (menemani anak saat ia emosi) alih-alih time-out (mengisolasi), agar anak merasa didukung, bukan dijauhi.

Trik-Trik “Ahli” yang Bisa Langsung Dicoba
Buku ini penuh contoh kasus sehari-hari yang mudah dicerna. Salah satu trik favorit adalah “Teknik Pilihan Terbatas”. Misalnya, saat anak ogah mandi, tawarkan: “Kakak mau mandi pakai gelembung sabun warna hijau atau biru?”. Dengan memberi pilihan, anak merasa punya kendali, dan orang tua tetap bisa mengarahkan tanpa konflik.
Tak kalah menarik, penulis juga membahas cara menghadapi “Aksi Klasik” seperti:
- Tantrum di Tempat Umum: Alihkan perhatian dengan pertanyaan random (“Eh, tadi kita lihat kucing lucu di parkiran, ya?”) untuk “memutus” ledakan emosi.
- Anak Suka Menunda Tugas: Gunakan timer atau lagu favorit sebagai challenge (“Ayo selesaikan PR sebelum lagunya selesai!”).
Kelebihan Buku: Realistis dan Tidak Menggurui
Gaya bahasa buku ini ringan, seolah kita sedang ngobrol dengan teman yang sudah berpengalaman. Setiap bab dilengkapi ilustrasi situasi, tips singkat (seperti checklist “Lakukan vs Hindari”), dan refleksi diri untuk orang tua. Penulis juga jujur mengingatkan: “Tidak ada trik yang instan. Butuh latihan, dan itu tidak masalah.”
Untuk Siapa Buku Ini?
- Orang tua baru yang bingung membedakan disiplin positif dan permisif.
- Ayah/Ibu yang kerap merasa “gagal” karena mudah emosi saat menghadapi anak.
- Pengasuh atau guru yang ingin memperkaya cara mendidik tanpa mengorbankan hubungan dengan anak.
Disiplin Bukan Perang, Tapi Investasi
Buku ini mengajak kita melihat disiplin bukan sebagai “pertarungan” antara orang tua dan anak, melainkan sebagai cara untuk mengajarkan tanggung jawab, empati, dan kemandirian. Seperti kata penulis: “Anak tidak perlu diatur dengan amarah, tapi dipandu dengan cinta dan konsistensi.”
Jika ingin mengurangi drama harian sekaligus membangun kedekatan dengan anak, Trik Cerdas Mendisiplinkan Anak Tanpa Emosi layak masuk rak buku—atau jadi hadiah untuk teman yang sedang “bertarung” di fase parenting!



