Anohana Volume 1–3: Nggak Cuma Komik, Ini Rollercoaster Emosi Penuh Air Mata

Hayo, siapa yang udah pernah nangis gara-gara nonton Anohana versi anime?
Tenang, versi komiknya nggak kalah bikin mata perih gara-gara air mata… tapi juga nyempil-nyempil komedi yang nggak kalah nyentil!

Anohana : The Flower We Saw That Day Vol. 1-3
Story : Cho-Heiwa Busters
Ilustrasi : Mitsu Izumi
Alih Bahasa : Astri Setyorini
Terbit : 2019
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama-M&C

Kalau kamu berpikir komik Anohana: The Flower We Saw That Day cuma soal drama anak sekolah biasa, kamu salah besar, sobat! Dari halaman pertama di Volume 1 sampai lembar terakhir di Volume 3, siap-siap deh diaduk-aduk emosimu kayak es kopi susu nggak diaduk.

Cerita ini diadaptasi dari anime yang sudah terkenal bikin orang dewasa nangis kayak abis nonton ulang video wisuda TK. Komiknya? Sama kuatnya. Bahkan lebih jleb karena setiap ekspresi karakter digambar dengan detil yang bisa bikin kamu merasa seperti ikut duduk bareng mereka di ruang rahasia itu.

Volume 1: Siapa Bilang Hantu Nggak Bisa Lucu?

Kita dikenalin ke Jinta, si ketua geng masa kecil yang sekarang hidup jadi “hikikomori” alias mager akut. Hidupnya berubah saat dia mulai ngelihat Menma, sahabat kecil yang udah meninggal tapi datang lagi sebagai hantu—dan lucunya, Menma datang bukan buat serem-seremin orang, tapi pengen permintaan terakhirnya dikabulkan (yang bahkan dia sendiri lupa!). Kocak tapi nyesek.

Volume ini bikin kita masuk ke misteri: apa sih permintaan Menma? Kenapa cuma Jinta yang bisa lihat dia? Dan, kenapa ini semua seperti petir di siang bolong (selain karena dramanya, tentu aja)?

Volume 2: Pecah Telur Emosi!

Persahabatan geng Super Peace Busters yang dulunya kompak banget mulai terasa canggung pas mereka dewasa. Volume ini bikin kita ngelihat satu per satu rahasia, luka, dan penyesalan dari anggota geng.

Naruko (Anaru) berusaha tetap terlihat keren tapi masih baper sama Jinta. Yukiatsu bikin kita gregetan karena dia… ya ampun, kamu harus baca sendiri sih bagian ini. Tsuruko yang cool ternyata menyimpan rasa. Pokoknya satu per satu karakter dibuka topengnya, dan kita jadi makin sayang sama mereka semua.

Bonus: Ada adegan yang bikin kamu antara pengen meluk karakter, atau melempar bantal ke tembok karena greget.

Volume 3: Pelukan Tak Terucap

Volume ini mulai menuju klimaks—geng kembali menyatu demi Menma. Tapi jangan salah, jalan menuju perdamaian hati itu penuh air mata (dan kadang nasi goreng buatan Menma yang bikin lapar).

Di volume ini, kamu bakal ngelihat seberapa dalam rasa bersalah bisa mempengaruhi seseorang, dan bagaimana setiap karakter menghadapi “hantu” dalam diri mereka sendiri. Menma tetap jadi pusat cerita, tapi spotlight mulai bergeser ke perubahan masing-masing anggota geng.

Emosi kamu? Dijamin remuk redam tapi tetap hangat. Komik ini berhasil ngaduk perasaan antara bahagia, sedih, malu, dan lapar—semua dalam satu paket!

Ilustrasi: Manis dan Menyayat!

Gaya gambar Anohana manga ini lembut banget. Mata karakter selalu penuh ekspresi, latarnya detil, dan desain Menma? Duh, hantu satu ini sukses jadi ikon “hantu terimut sepanjang sejarah komik Jepang.” Desain panelnya juga enak diikuti, nggak bikin bingung meski ceritanya penuh flashback.

Nilai Plus:

  • Cerita emosional yang relatable
  • Karakter berkembang dengan alami
  • Cocok buat yang suka drama slice of life

Nilai Minus:

  • Bikin nangis di tempat umum (pengalaman pribadi)

Anohana volume 1–3 adalah paket lengkap: nostalgia masa kecil, drama remaja, dan pengingat betapa pentingnya memaafkan diri sendiri. Dibaca sambil makan cemilan bisa, tapi pastikan kamu punya tisu… dan hati yang kuat.

Buat kamu yang nyari komik sedih tapi nggak muram, penuh cinta tapi nggak lebay, ini jawabannya. Dan percaya deh, setelah baca ini, kamu bakal pengen peluk semua teman masa kecil kamu yang udah lama nggak kamu hubungi.

Udah baca Anohana juga? Yuk cerita bagian mana yang paling bikin kamu berlinang air mata di kolom komentar!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *