Perbedaan seharusnya tidak hanya kita terima sebagai suatu kewajaran. Lebih dari itu, perbedaan seharusnya kita rayakan. Sulit dibayangkan bila perbedaan tak diberi ruang hingga semua manusia diharuskan seragam baik dalam berpikir maupun berpendapat. Bisa dipastikan hidup akan jumud, mandek. Tak akan ada perkembangan ilmu apalagi penemuan teknologi dan sudah barang tentu mustahil ada yang berhasil meraih kearifan.
Dalam beragama saja tak bisa dibayangkan jika dari zaman nabi hingga sekarang hanya ada satu pendapat yang dianut dan tak boleh berubah. Barangkali hanya segelintir orang yang bisa membaca Al-Qur’an. Penulisan Al-Qur’an pada masa itu tanpa titik dan harakah (tanda baca) dan baru pada masa Dinasti Umayyah atas usulan Abul Aswad Ad-Duali, Al-Qur’an dituliskan seperti sekarang. Belum lagi masalah fiqih betapa sulitnya kita menjalankan syariat pada zaman yang sudah juah berbeda dari zaman nabi.
Maka kesadaran bertoleransi dan kemauan berdialog menjadi penting bagi setiap manusia. Ketika menemui perbedaan antar kelompok, mazhab atau agama masing-masing tidak boleh merasa paling benar apalagi merendahkan yang lain.

Kalau Kamu Ikan Jangan Ikut Lomba Terbang- Kita Dicipta Berbeda
Penulis : Emha Ainun Nadjib
Penyunting : Tofik Pram dan Ahmad Najib
Terbit : Maret, 2021
Penerbit : Noura Books, PT Mizan Publika (Anggota IKAPI)
ISBN : 978-623-242-220-9
Di dalam masyarakat jawa perkembangan buah kelapa yang terdiri dari beberapa tahap punya namanya masing-masing. Berawal dari bunga kelapa yang disebut manggar lalu tumbuh menjadi bluluk kemudian cengkir berlanjut menjadi degan (kelapa muda) lalu akhirnya buah kelapa yang sebenarnya.
Bak pertumbuhan buah kelapa ini tahapan-tahapan pemahaman manusia terhadap agama pun demikian. Khusus dalam islam kita mengenal anak-anak tangga pemahaman yang berawal dari syariat lalu tarekat kemudian hakikat dan akhirnya makrifat. Sebagaimana buah kelapa yang sudah berkembang sempurna yang setiap bagian dirinya bermanfaat bagi manusia. Demikian pula mereka yangg memiliki tingkat pemahaman agama paling tinggi. Jangan tanya keimanan, wawasan agama atau ibadahnya melangkaui semua itu, fokus hidupnya adalah melepaskan masyarakatnya dari penderitaan, kemiskinan dan kebodohan. Sebagaimana kelapa menghasilkan santan yang gurih kental yang terlahir dari dirinya hanyalah manfaat besar bagi sekitar.
Alasan Baca?
Buku ini berisi kumpulan ceramah Cak Nun yang bertema perbedaan. Melalui ceramahnya ini Cak Nun ingin menyampaikan bahwa perbedaan adalah hal yang wajar, lumrah dan biasa. Bukan malang memandang perbedaan itu sebagai sesuatu yang haram, aneh dan tidak biasa. Lewat perbedaan ini kita bisa menjadi sebuah negara yang kita sebut Indonesia. Di dalam buku ini pula beliau memberikan penjelasan bagaimana menyikapi jika perbedaan itu muncul.
Buku ini menurut saya bisa dijadikan salah satu buku yang bisa menambah wawasan untuk kita dalam bersikap saat menemukan perbedaan yang ada disekitar kita. Selain itu pula buku ini bisa digunakan untuk merecharge jiwa.

Pembaca?
Buku ini cocok untuk semua kalangan yang ingin belajar tentang keagungan dan kebesaran Tuhan.
Isi?
Buku ini terbagi atas 19 bab yang masing-masing bab menjelaskan perihal yang berbeda-beda tetapi tidak jauh dari perbedaan. Ada satu bab yang menarik untuk saya yaitu bab tentang ‘Jangan Tidak Menjadi Diri Sendiri‘. Di bab ini ditekankan pada kita untuk menjadi diri sendiri karena dengan kita mengenali diri kita akan membawa kita untuk mengenal Tuhan dan pada akhirnya kita senantiasa berkhusnudzon dengan apa yang Allah berikan untuk kita. Apapun yang ada di dalam diri kita harus kita syukuri dan manfaatkan dengan semaksimal mungkin. Karena itu adalah aset terbesar kita.

Pesan?
Semestinya kalau anda itu ikan anda tidak usah ikut lomba terbang dan kalau anda burung tidak usah ikut lomba berenang
hal.-92
semoga kita selalu menemukan keindahan dalam setiap perbedaan!
selamat membaca~~



Setuju! Dari buku buku ini kita bisa belajar kalau semestinya kita tidak harus mengurusi keyakinan orang lain. Benar-benar buku ini mengajarkan kita memupuk nilai persatuan di tengah-tengah diversitas atau keberagaman manusia. Otw cari bukunya.