Dengan akhlak/sopan santun akan tercipta keharmonisan hubungan dan kedamaian di bumi. Damai adalah dambaan setiap makhluk. Dengan sopan santun permusuhan dapat dihindari bahkan permusuhan dapat berubah menjadi pertemanan yang akrab. Di sisi lain, sopan santunlah yang lebih mampu meraih simpati dan menciptakan hubungan baik dibandingkan dengan apa pun selainnya termasuk materi.
Sopan santun adalah yang paling banyak dilihat orang. Tolak ukurnya pun dikenal luas walau oleh yang tidak terpelajar itu antara lain karena banyak norma dan praktiknya yang bersumber dari kebiasaan masyarakat. Ciri utama sopan santun adalah harus tampak ke permukaan dan itulah yang dapat menjadi indikator utama tentang baik buruknya agama yang dianut.

Yang Hilang dari Kita: Akhlak
Penulis : M. Quraish Shihab
Editor : Siti Nur Andini
Terbit : Agustus, 2016
Penerbit : Penerbit Lentera Hati
ISBN : 978-602-7720-48-0
Akhlak lahir dari kebiasaan. Kebiasaan lahir dari pembiasaan. Pembiasaan merupakan proses penanaman kebiasaan mendorong seseorang agar mengupayakan pengulangan suatu tindakan agar ia terbiasa melakukannya sehingga terkadang seseorang tidak menyadari lagi apa yang dilakukannya karena sudah menjadi kebiasaan baginya.
Manusia adalah ciptaan Allah yang diberi potensi untuk berubah dari positif ke negatif. Ia bagikan biji kurma yang diberi potensi untuk tumbuh di tanah yang sesuai. Manusia dapat berusaha menjadikannya berbuah dengan mengawinkannya sehingga benih tumbuh lalu pada saatnya atas bantuan Allah ia akan berbuah berupa kurma bisa juga manusia membiarkan benih kurma itu atau bahkan merusaknya sehingga benih tidak berbuah bahkan tidak tumbuh. Manusia dalam konteks akhlak bagaikan benih kurma itu. Ia tidak dapat berubah dan langsung menghasilkan buah tanpa adanya upaya. Dengan demikian melalui upaya yang sesuai akhlak maka dapat berubah.
Alasan Baca?
Belajar tentang akhlak itu tidak ada batasnya. Akhlak sendiri memiliki tingkat yang lebih tinggi dibandingkan ilmu. Semakin luhur akhlak seseorang maka semakin mantap kebahagiannya. Melalui buku ini ini menambah wawasan bahwa dengan seseorang memiliki akhlak mulia menjadikan seseorang hidup dalam pembaktian diri kepada Allah dan senantiasa harmonis dalam interaksi sosialnya. Buku ini memberikan pandangan bagaimana berakhlak menurut islam.

Pembaca?
Siapa saja yang tertarik dan ingin belajar tentang akhlak luhur sesuai syariat agama islam.
Isi?
Buku ini membicarakan tentang akhlak, bagaimana membentuk akhlak yang luhur sesuai dengan syariat islam, nilai-nilai akhlak yang terpenting dan beberapa contoh akhlak yang dapat kita lakukan sebagai manusia. Buku ini hanya terdiri dari 4 bab tetapi isinya ‘daging’ semua. Buku ini bisa dijadikan salah satu buku bacaan di tahun ini.
Akhlak bukanlah sesuatu yang dibawa serta oleh seseorang sejak kelahirannya. Itu artinya untuk mendapatkan akhlak luhur bisa kita usahakan dan perjuangkan. Ajaran Islam banyak menggunakan cara pembiasaan guna meraih akhlak mulia atau meninggalkan akhlak buruk. Selain pembiasaan dan meniru keteladanan ada hal lain dari sekian banyak hal yang perlu digaribawahi dalam meraih akhlak luhur. Siapa yang tidak ingin memiliki akhlak yang luhur? semua orang pasti menginginkannya. Namun, jangan khawatir hal-hal tersebut bakal dijelaskan secara rinci di dalam buku ini.
semoga bermanfaat!
selamat membaca~~~


