[baca buku] Control Your Anger, Mom!

Emosi pada manusia tidak selalu berkaitan dengan marah, amarah dan emosi negatif lainnya. Bahkan emosi positif sekalipun bisa berujung pada hal yang merugikan diri sendiri maupun orang lain jika kita salah dalam menyikapinya. Jadi emosi yang positif maupun negatif akan sama-sama berguna jika kita bisa mengelolanya dan mengungkapkan atau mengekspresikan emosi tersebut sesuai dengan situasi. Tanpa emosi orang tidak akan termotivasi untuk melakukan dan mewujudkan tujuan atau impiannya. Jadi emosi tetap ada manfaatnya.

Emosi adalah perasaan lebih dalam yang kita rasakan terhadap sesuatu sehingga membuat kita tergerak melakukan sesuatu. Emosi biasanya lebih dalam dari sekadar rasa. Muatan besar yang ada dalam emosi tersebut yang membuat kita berekspresi. Sayangnya meskipun muatan emosi yang ada adalah hal yang positif ekspresi yang kita keluarkan lantas tidak selalu berakhir baik.

Control Your Anger, Mom

Penulis : Ares Ulia

Editor : Nimas

Terbit : 2020

Penerbit : Penerbit Brilliant

ISBN : 978-602-5861-66-6

Emosi, satu kata yang kelihatannya sederhana tetapi memiliki kekuatan tak terukur. Emosi tidak mungkin tidak disebutkan dalam kehidupan sehari-hari karena hal itu terikat kuat dengan kita. Sifatnya yang selayaknya parasit, menempel lalu menguasai inangnya itulah yang memaksa kita sendiri untuk bisa mengelola emosi. Sudah banyak cerita dengan sad ending karena mereka tidak mampu mengelola emosi. Itulasa alasan kecerdasarn emosi perlu hadir setiap saat. Tujuannya? sebagai penyeimbang kecerdasan intelektual yang selama ini sering dibahas dalam pengambilan keputusan terutama bagi seorang ibu.

Alasan Baca?

Emosi bisa datang kapan saja. Emosi yang dirasakan seseorang hampir tidak mungkin bisa ditolak. Namun, cara melampiaskan emosi tersebut dapat dikendalikan. Mengendalikan emosi adalah hal yang sangat diperlukan oleh semua orang tanpa terkecuali.

Melalui buku ini kita akan disuguhi bagaimana kita khususnya para ibu untuk belajar mengendalikan emosi. Karena jika kita sudah mampu mengendalikan emosi biasanya kita akan menjadi lebih sigap dalam berpikir, menimbang dan memutuskan suatu hal. Melalui belajar mengendalikan emosi pula manfaatnya bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga pada orang lain.

Isi?

Buku ini terbagi atas empat bagian :

Bagian I berisi pengenalan emosi

Emosi sering disamakan dengan perasaan. Emosi adalah kondisi psikologis seseorang yang membuatnya bereaksi atau bertindak karena adanya rangsangan internal atau eksternal. Selain identik dengan perasaan emosi juga identik dengan amarah. Banyak yang menyamakan keduanya dan sering kali salah paham. Padahal, emosi tidak hanya amarah rasa bahagia dan senang pun masuk dalam kategori emosi. Emosi terbagus atas dua kategori yaitu emosi positif dan emosi negatif.

Bagian II berisi peran emosi dalam penilaian dan keputusan

Berdasarkan penelitian emosi bisa dijelaskan mekanismenya mulai dari efeknya hingga yang memperkuat atau melemahkan efek tersebut. Namun pada dasarnya ketika pada situasi sebelumnya kita merasa senang dan situasi selanjutnya kita juga akan tetap merasa senang sehingga penilaian yang kita ambil juga bersifat positif atau optimis. Sebaliknya ketika kita merasa marah, kemarahan itu akan tetap terbawa pada situasi selanjutnya. Jadi tak jarang penilaian yang kita ambil pada situasi terakhir biasanya bersifat negatif atau pesimis.

Emosi membentuk keputusan melalui isi pemikiran. Keputusan sedikit bayak dipengaruhi oleh emosi saat kita sedang memikirkan pilihan-pilihan yang ada. Emosi juga membentuk keputusan berdasarkan tujuan. Emosi juga berpengaruh pada pengambilan keputusan antarpersonal. Emosi tidak hanya berpengaruh pada diri sendiri. Emosi juga berhubungan erat dengan sosial.

Bagian III berisi langkah-langkah mengendalikan emosi

Semua orang pasti memiliki keinginan yang sederhana yaitu merasakan kebahagiaan dan ketenangan diri. Bahagia maupun sedih keduanya bisa memberi sengatan energi yang luar biasa untuk mewujudkan sesuatu. Pada bab III ini kita akan diajak untuk belajar bagaimana kita bisa mengendalikan emosi di tengah suasana yang panas.

Bagian IV berisi mencapai tujuan

Tujuan apa ? tujuan untuk bisa mengendalikan emosi. Agar emosi kita khususnya emosi yang negatif bisa terarah dan terlampiaskan ke hal-hal yang merugikan. Ketika merasa bahwa ada hal yang mampu memicu emosi kita harus bisa menguasai diri dan segera mengendalikan energi yang muncul dari emosi tersebut. Jika tidak segera di kendalikan kita akan kesulitan dalam berpikir logis, sulit mengambil keputusan yang tepat dan mungkin bisa bertindak membahayakan diri kita maupun orang lain. Karena pemicu emosi (triggers) sangat berpengaruh pada usaha kita dalam mengelola emosi maka kita harus mampu mengendalikan pemicu tersebut. Kabar baiknya pemicu bisa kita taklukkan dengan latihan setiap kali pemicu tersebut datang.

Pesan?

Karakter yang baik tidak dibentuk dalam satu minggu atau satu bulan. Itu dibuat sedikit demi sedikit, hari ke hari. Usaha yang sabar dan berkepanjangan dibutuhkan untuk membentuk karakter yang baik

Heraclitus, hal. 153

selamat membaca

semoga hari menyenangkan~~~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *