Di era digital seperti saat ini, sebenarnya bukan hanya anak zaman sekarang yang perilakunya beda dengan anak-anak pada zaman dulu. Ternyata orang tua zaman sekarang pun memiliki perilaku yang berbeda dengan orang tua zaman dulu. Puluhan tahun lalu fasilitas pendukung dalam mengerjakan tugas rumah tangga belum secanggih sekarang sehingga mau tak mau orangtua mengerjakan banyak hal sendiri dan secara apa adanya.
Sejak media sosial hadir tugas kita sebagai makhuk sosial seolah bertambah. Narsis sepertinya menjadi salah satu menu teratas dan sering kali menjadi prioritas dalam kegiatan sehari-hari. Kebutuhan narsis membuat kita semakin sibuk memilih pakaian, makanan, restoran dan kegiatan-kegiatan yang akan bagus kalau di unggah di media sosial. Semakin banyak like dan follower semakin baik.

Bahkan karena di dorong oleh kebutuhan menjadi warganet yang hits, orang tua kerap menuntut anak untuk berprestasi di berbagai bidang dan juga fotografer agar konten media sosial orangtua jadi menarik. Media sosial juga kadang membuat para orang tua jadi membanding-bandingkan anak mereka dengan anak-anak lucu yang seliweran di media sosial. Padahal tiap anak punya karakter, kelebihan, kekurangan, bakat serta minat yang unik dan pastinya berbeda dengan anak lainnya.
Digital ParenThink: Tips Mengasuh Kids Zaman Now
Penulis : Mona Ratuliu
Penulis Pendamping : Isthi Rahayu
Penyunting : Ida Wajdi
Terbit : Juli, 2018
Penerbit : Penerbit Noura, PT. Mizan Publika (Anggota IKAPI)
ISBN : 978-602-385-513-1
Membesarkan kids zaman now memiliki tantangannya sendiri karena sejak lahir internet telah menjadi bagian dari keseharian mereka. Bagaikan mata pisau internet sangat memudahkan hidup kita sekaligus diam-diam menyimpan bahaya.
Duh bingung ya, sebenarnya boleh tidak ya anak-anak menggunakan gadget? kalau boleh lalu mengapa Mona Ratuliu menyita gadget dari Mima, putri sulungnya, justru di saat teman-teman Mima baru mulai diberikan gadget? apa yang terjadi pada Mima ketika hidup tanpa gadget?
Alasan Baca?
Belakangan ini berbagai macam gadget yang canggih banyak bermunculan. Setiap produsen berlomba-lomba untuk menyuguhkan teknologi dan inovasi terbaru. Tiap-tiap produk dan merek memiliki kelebihannya sendiri-sendiri yang pastinya menggiurkan tak hanya untuk orang tua tetapi juga untuk anak. Yang paling membuat saya khawatir ketika anak-anak menggunakan gadget adalah ketika mereka tanpa sengaja melihat konten yang tidak sesuai dengan usia mereka.
Melalui buku ini saya sebagi orang tua yang masih tergolong baru menemukan bagaimana mendukung dan mendampingi anak secara tepat khususnya pada era yang serba canggih ini.

Isi?
Sesuai dengan judulnya buku ini berisi bagaimana mengasuh anak-anak zaman sekarang dengan banyaknya gempuran gadget. Buku ini terbagi atas 7 bab.
Bab 1 : Didiklah anak sesuai zamannya
Zaman terus berganti dan keadaan seakan tak pernah berhenti berubah. Setiap harinya ada saja hal baru di keseharian kita yang membuat kita tak boleh berhenti belajar. Apalagi melihat perubahan zaman yang rasanya semakin ngebut belakangan ini. Pokoknya belajar terus agar kita tidak ketinggalan zaman.
Bab 2 : Boleh Tidak Sih, Main Gadget?
Ketika gadget masih dimanfaatkan sebagai alat untuk mencari informasi penting, alat bantu untuk mengerjakan tuga sekolah, menonton film bersama keluarga atau bermain game edukasi dengan batas waktu tertentu, tentunya gadget masih bisa dikatakan bermanfaat untuk anak-anak. Namun apabila gadget dirasakan sudah berubah fungsi menjadi senjata yang mematikan yang menimbulkan keresahan dan kekhawatiran terhadap kesehatan fisik maupun mental sebaiknya pertimbangkan lagi kalau ingin membiarkan anak bermain gadget.

Bab 3 : Ortu Zaman Now
Saat ini muncul istilah Lazy Parents. Bagi yang belum tahu apa itu Lazy Parents? Lazy Parents adalah istilah yang digunakan untuk orang tua zaman now yang memimpikan anak menjadi manusia super hebat tetapi kenyataannya mereka tidak mau berusaha untuk membimbing dan menstimulasi anaknya.
Bab 4 : Membatasi Anak Bermain Gadget, Mungkinkah?
Saat ini walau menggunakan fasilitas penyaring, bahaya konten yang tidak sesuai umur masih bisa mengintai. Sejak anak-anak mulai memegang gadget masing-masing berbagai masalah mulai bermunculan. Salah satunya adalah perilaku anak yang marah saat diminta berhenti sejenak dari bermain gadget untuk melakukan tanggung jawab harian mereka.
Bab 5 : Mendidik Generasi yang Tangguh
Anak yang hidup di zaman supercanggih ini akan memperkecil kesempatan mereka untuk belajar menunggu, menghadapi kekecewaan, menghadapi masalah dan menggunakan akalnya untuk mencari solusi. Anak tidak paham kalau untuk mendapatkan apa yang diinginkan terkadang harus melewati proses yang tidak enak.
Bab 6 : Menemani Anak Eksis di Media Sosial
Semua media sosial sebenarnya memiliki batasan usia untuk penggunaannya. Beberapa media sosial seperti Facebook dan Instagram menerapkan batasan minimal 13 tahun ke atas. Ada juga yang memberikan batasan usia minimal 18 tahun seperti YouTube. Nah sayangnya saat ini banyak anak yang memalsukan usia mereka agar bisa mendaftar dan memiliki akun media sosial walaupun usia mereka masih dibawah 13 tahun.
Mengapa anak-anak dibawah 13 tahun dilarang menggunakan media sosial? karena pada usia tersebut dikhawatirkan belum bisa berpikir dan bertindak bijak saat menggunakan media sosial.
Bab 7 : Aku Kids Zaman Now
Pada bab ini berisi curahan hati dari anak-anak pilihan yang hidup di zaman serba instan ini. Mereka bercerita tentang pengalaman dalam memanfaatkan teknologi yang hadir di sekeliling mereka.

Pesan?
Tanyakan kembali pada diri kita masing-masing apakah kita merasa aman kalau memberikan gadget pada mereka? mengingat benda tersebut memiliki efek yang tidak kalah mengerikannya dibandingkan dengan pisau
Digital ParenThink, hal. 193
selamat membaca.
semoga menyenangkan~~~


