[baca buku] Memetakan Potensi Unggul Anak

Setiap anak lahir dengan membawa bibit unggul masing-masing. Anak yang memiliki bibit dokter bila di arawat dengan tepat kelak ia akan tumbuh menjadi ‘pohon dokter’. Begitu juga dengan anak yang menyimpan bibit penyanyi jika dibesarkan dengan baik kelak ia akan menjadi ‘pohon penyanyi’. Masalahnya anak tidak lahir dengan stempel di dahinya ‘bibit insinyur’, ‘bibit pianis’ atau ‘bibit arsitek’. Namun jangan khawatir mereka lahir dengan petunjuk-petunjuk yang bisa kita ‘baca’. Orang tualah yang harus pandai mengenali petunjuk ini.

Memetakan Potensi Unggul Anak

Penulis : Ayah Edy

Penulis Pendamping : Sherly Puspita

Terbit : Februari, 2014

Penerbit : Penerbit Noura Books

ISBN : 978-602-1606-38-4

Setiap orang tua mungkin memiliki makna suksesnya masing-masing. Inilah yang membedakan antara satu orang tua dengan orang tua lain dalam membimbing anaknya. Ada beberapa makna sukses diantaranya :

  • Makna sukses berdasarkan teori Multiple Intelligence, sukses adalah keberhasilan seseorang dalam menemukan potensi keunggulan dirinya untuk menjadi yang terbaik di bidangnya serta berguna bagi diri sendiri dan orang lain.
  • Makna sukses menurut ilmu holistik, sukses adalah keberhasilan seseorang memadukan kekuatan intelektual bawaan lahirnya dengan karakter secara maksimal sehingga menjadi orang yang berkecukupan secara finansial dan bahagia.
  • Makna sukses menurut orang awam, sukses adalah mereka yang kaya raya, punya banyak harta, terpandang dan terkenal.

Dalam membimbing anak-anak menempuh perjalanan sukses mulailah dengan membantu mereka menemukan/menetapkan tujuan akhirnya. Cara mudah untuk memulainya adalah dengan menanyakan aktivitas atau bidang apa yang disukai anak serta kira-kira profesi apa yang akan membuatnya bahagia. Ingatlah rumus pertama orang sukses. Happiness First!

Bagaimana membimbing anak menetapkan tujuan akhir atau profesi yang akan membuat mereka sukses, bahagia dan berkecukupan secara finansial ?

  • Menyusun Program Stimulasi

Jika seorang anak belum bisa mengungkapkan secara pasti dan meyakinkan tentang ingin jadi apa kelak jika ia sudah besar nanti apa yang perlu kita lakukan adalah dengan memberikan sebanyak-banyaknya stimulasi. Stimulasi adalah memperkenalkan anak pada berbagai macam kegiatan dan profesi dan bukan hanya profesi lima besar seperti dokter, insiyur, pilot, polisi atau presiden. Ajaklah anak sesering mungkin melihat sebanyak-banyaknya aktivitas dan profesi yang ada di dunia ini. Melalui pengenalan yang sebanyak-banyaknya lambat laun minat anak akan mengerucut pada satu bidang profesi tertentu.

  • Membuat Daftar Minat dan Bakat

Setelah stimulasi dalam jangka waktu yang cukup berarti anak sudah terpapar atau mendapat informasi mengenai sekian banyak ragam aktivitas atau profesi. Kini saatnya melakukan langkah kedua yaitu membuat daftar minat dan bakat anak. Tugas kita sebagai orangtua membuat daftar berisi sepuluh bidang atau aktivitas yang diminati anak. Kemudian memberi penilaian masing-masing bidang mulai dari nilai 1 hingga 10. Setelah diberi nilai, orang tua bisa mengambil bidang-bidang yang paling disukai anak. Minimal ambillah tiga bidang yang paling di minati anak yang memiliki nilai paling tinggi.

  • Uji Coba Minat dan Bakat Anak

Uji bakat perlu dilakukan bukan hanya untuk melihat potensinya tetapi juga melihat konsistensi anak. Konsistensi perlu kita perhitungkan agar tidak meleset dalam mengenali potensi unggul anak. Selama uji bakat apakah anak happy melakukan kegiatan itu secara terus-menerus? atau sebaliknya ia malah bosan? Bisa jadi yang tadinya bersemangat setelah trial intensif selama tiga tahun malah jadi malas-malasan.

  • Penajaman Profesi

Melalui penajaman akan menentukan spesialisasinya. Seseorang yang memiliki spesialisasi bernilai lebih tinggi daripada yang tidak.

  • Make A Life Plan

Life plan bagaikan peta yang akan membimbing anak untuk sampai di tujuannya. Setelah life plan atau peta ini jadi anak bisa menghitung sendiri; pada bulan dan tahun kesekian. Ia sudah harus bisa apa saja? pada tahun berikutnya, ia sudah harus sampai dimana. Jika seorang anak memiliki life plan, hidupnya akan terfokus. Efek sampingnya pun sangat positif. Jika anak fokus pada tujuan dan impiannya serta fokus pada upaya meraih tujuan itu, ia akan jauh dari penyimpangan perilaku, penyalahgunaan narkoba, seks bebas dan hal-hal mengerikan lainnya.

semua orang punya bakat. namun yang langka adalah keberanian untuk terus mengikuti bakat itu walaupun ia membawa kita hingga ke tempat-tempat yang paling sepi.

Erica Jong, penulis novel, puisi dan esai

selamat belajar!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *