Bermain, Pentingkah Bagi Anak?

Sempat terlintas dalam pikiran saya saat itu sebelum saya menjadi orang tua bahwa dengan memulai sekolah anak sedini mungkin atau bisa mengikuti kelas akselerasi adalah suatu pencapaian yang sangat bagus. Iya, karena anak-anak masih memiliki daya konsentrasi yang tajam sehingga sudah pasti segala ilmu baru akan mudah terserap.

Coba, siapa sih orang tua yang tidak ingin anaknya cerdas?

Semua orang tua tak terkecuali saya, menginginkan anak kita tumbuh dengan sehat dan cerdas. Anak dengan label ‘cerdas’ akan membuat orang tua bangga dan merasa telah sukses mendidik mereka. Berbagai macam cara dilakukan orang tua agar anak mempunyai cap ‘cerdas’ seperti dengan mendatangkan guru les, mengkuti berbagai macam les dan masih banyak lainnya. Bahkan terkadang gara-gara keseringan ikut les, anak-anak tidak ada waktu untuk bermain karena waktunya hanya di habiskan untuk duduk di depan meja belajar, mengerjakan ini itu.

Menurut moms, apakah cara tersebut atau cara yang kita lakukan itu sudah benar ? membatasi anak untuk bermain adalah salah satu cara efektif agar anak cerdas?

Pada awalnya, saya berpikir hal semacam itu benar adanya. Dengan bermain anak tidak akan mendapatkan apa-apa. Bermain itu tidak ada manfaatnya sama sekali. Saya juga tidak memikirkan bagaimana kondisi anak saya nantinya (karena terlalu dipaksa untuk belajar terus).

Namun, pandangan saya kemudian sedikit berubah setelah saya menemukan sebuah tulisan yang mengatakan bahwa dengan anak bermain akan mengajari mereka untuk menjadi pribadi yang tangguh. Ketangguhan terbukti menjadi satu dari faktor paling penting dalam memprediksi kesuksesan pada orang dewasa. Bermain bebas juga mengajarkan anak untuk meredakan kecemasan. Dan hal inilah yang diterapkan oleh orang-orang Denmark dalam mendidik anaknya. Mereka menempatkan pentingnya bermain. Mereka ingin anaknya belajar untuk menjadi pribadi yang tangguh karena dengan begitu akan membantu memandu mereka untuk menghadapi hidup.

Menurut mereka, kebahagiaan sejati itu tidak hanya datang dari pendidikan yang baik. Buat apa menjadi ahli matematika tetapi tanpa kemampuan untuk menghadapi jatuh bangunnya kehidupan?. Mungkin karena itulah tidak heran jika Denmark di nobatkan sebagai negara yang paling bahagia di dunia.

Dari sumber lain yang saya baca pula, bermain itu juga merupakan bentuk belajar anak. Melalui bermain anak dapat mengeksplor segala hal yang ada di sekitar mereka.

Bagaimana?

Semoga tulisan ini dapat mengubah sedikit pandangan kita terutama saya ya tentang konsep bermain pada anak-anak.

salam hangat,

FHZ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *