Kalau kamu sering main ke Puskesmas, mungkin kamu pernah lihat tenaga kesehatannya seperti nggak pernah berhenti bergerak. Pagi rapat, siang imunisasi, sore entah sudah di posyandu, malam kadang masih buka laptop buat laporan.Tapi di balik semua itu, ada banyak kebiasaan sederhana yang — tanpa sadar — bisa banget ditiru semua orang buat hidup lebih sehat dan seimbang. Sebagai seseorang yang (hampir) setiap hari berkutat di Puskesmas, aku sering mikir:“Oh, ternyata hal-hal kecil yang kami lakukan ini sebenarnya bisa juga diterapkan siapa pun di luar dunia nakes.” Yuk, intip satu per satu! 1. Rajin Cuci Tangan, Bukan Cuma Karena Pandemi Buat…
-
-
Pernah nggak sih kamu merasa hidupmu kayak panggung, dan kamu jadi pemeran utama yang harus selalu tampil sempurna supaya semua penonton tepuk tangan? Rasanya melelahkan, ya? Kita sering kali terjebak dalam keinginan untuk selalu disukai. Apalagi di zaman media sosial, di mana jumlah like dan komentar sering dijadikan tolak ukur “penerimaan”. Padahal, kebenarannya sederhana tapi menenangkan: kita tidak perlu selalu disukai semua orang. Kenyataan Hidup: Semua Orang Punya Kacamata Berbeda Bayangkan ada sebuah lukisan. Satu orang bilang indah, satu lagi bilang aneh, yang lain malah bilang biasa saja. Sama halnya dengan kepribadian kita. Setiap orang menilai dari kacamatanya sendiri: latar…
-
Hari itu sebenarnya biasa saja.Bel istirahat bunyi, kantin rame kayak konser gratis, dan aku cuma punya satu tujuan mulia: beli mie goreng sebelum habis. Masalahnya, kantin yang katanya “baru diperluas” itu tetap terasa kayak halte bus jam pulang kerja. Semua meja penuh. Aku udah bawa piring mie goreng di tangan, tapi nggak ada kursi kosong sama sekali. Setelah muter dua kali, aku lihat ada satu kursi kosong. Tanpa mikir panjang, aku langsung duduk. Tiga detik kemudian aku sadar.Aku duduk semeja dengan anak-anak jenius. Yes, mereka. Kelas sebelah, isinya pemenang lomba matematika, fisika, sampai olimpiade entah apa. Di tengah-tengahnya, ada satu…
-
Hari ini aku ulang tahun.Yes, resmi naik level! (Umur boleh nambah, tapi semoga wajah tetap stay muda dan hati makin sabar… aminin dong!) Sejujurnya, aku datang ke Puskesmas pagi ini dengan mood biasa aja.Sudah pasrah akan hari-hari yang dipenuhi laporan, panggilan mendadak, dan tumpukan tugas yang minta segera ditindak. Tapi ternyata semesta—atau lebih tepatnya: teman-teman satu tim—punya rencana lain. Tiba-tiba… “SURPRISEEEEE!!!” Sekelompok orang baik hati (dan kadang agak tengil) muncul dengan senyum lebar, kue ulang tahun, dan kamera yang siap mengabadikan ekspresi kagetku yang, sayangnya, belum sempat pakai bedak. Dan Tiba-Tiba Dapat Hadiah Spesial… Saat aku pikir itu sudah puncaknya…Ternyata masih…
-
“Lho, kamu udah siapin koper lahiran belum?” Pertanyaan itu muncul dari ibu saya saat usia kandungan saya masuk minggu ke-36. Dan jujur… saya belum. Bukan karena nggak niat, tapi karena saya pikir masih lama. Padahal, ternyata persiapan lahiran itu nggak cuma soal tas isi perlengkapan, tapi juga tas mental. Dan dua-duanya penting banget. Hospital Bag: Si Koper Penyelamat di HPL Koper pertama yang saya siapkan adalah koper berisi barang fisik: hospital bag. Ini daftar yang saya siapkan berdasarkan pengalaman pribadi (dan sempat trial error juga): Untuk Ibu: Baju ganti 2-3 stel (busui friendly!) Kain batik atau sarung Bra menyusui dan…
-
Dulu, waktu dengar kata Posyandu, yang kebayang apa sih?Ibu-ibu datang bawa balita, antri nimbang, terus dapet bubur kacang ijo dan stiker imunisasi. Habis itu pulang, gitu-gitu aja tiap bulan. Eh, tapi itu cerita lama, gaes! Sekarang, Posyandu udah naik level—bukan cuma buat balita, tapi buat semua usia. Dari ibu hamil, remaja yang baru puber, bapak-bapak yang kolesterolnya ngumpet, sampai lansia yang hobinya ngecek tensi tiap pagi—semua bisa dapet layanan di Posyandu. Keren, kan? Kok Bisa Gitu? Kenalan Dulu Sama ILP Jadi ceritanya, Kementerian Kesehatan lagi upgrade sistem lewat yang namanya Integrasi Layanan Primer (ILP).ILP ini semacam versi 2.0-nya layanan kesehatan…


