Seseorang yang tak pernah mencintai, tak akan pernah bisa mencintai Tuhan dengan sepenuh hati. Maka mencintai hal-hal yang bersifat duniawai menjadi penting sebagai persiapan mencintai Tuhan. Meski cinta kepada manusia ada batasnya tapi mengajarkan hati untuk berkorban, memberi manfaat dan hidup bermakna. Jatuh cinta juga berarti siap mengalami kekecewaan dan patah hati dalam perjalanannya, yang jika dirawat dengan benar justru akan menumbuhkan cinta sejati. Karena cinta tidak sekadar relasi antamanusia tetapi berakar pada kasih sayang ilahi yang menyatukan segala sesuatu. Sehingga cinta tidak hanya menghangatkan jiwa tetapi juga membersihkan hati dari belenggu duniawi. Jatuh Cinta kepadaNya (Memaknai Dimensi Spiritual Cinta…


