Hari itu sebenarnya biasa saja.Bel istirahat bunyi, kantin rame kayak konser gratis, dan aku cuma punya satu tujuan mulia: beli mie goreng sebelum habis. Masalahnya, kantin yang katanya “baru diperluas” itu tetap terasa kayak halte bus jam pulang kerja. Semua meja penuh. Aku udah bawa piring mie goreng di tangan, tapi nggak ada kursi kosong sama sekali. Setelah muter dua kali, aku lihat ada satu kursi kosong. Tanpa mikir panjang, aku langsung duduk. Tiga detik kemudian aku sadar.Aku duduk semeja dengan anak-anak jenius. Yes, mereka. Kelas sebelah, isinya pemenang lomba matematika, fisika, sampai olimpiade entah apa. Di tengah-tengahnya, ada satu…


