Siapa bilang belajar bahasa Indonesia itu kaku, membosankan, dan bikin ngantuk mirip jam pelajaran terakhir di sekolah? Kalau kamu masih punya mindset seperti itu, berarti kamu belum kenalan dengan buku Recehan Bahasa (Receh tak Selalu Remeh) #2 karya Ivan Lanin dan Harrits Rizqi. Jujur saja, berhadapan dengan aturan tata bahasa baku itu kadang bikin pusing. Sehari-harinya, saat harus memperbarui data kinerja kesehatan, mengelola konten website, sampai menyusun draf dokumen resmi dan pengumuman jadwal imunisasi untuk puskesmas tempat saya bekerja, otak rasanya mau ngebul memastikan semuanya sesuai EBI (Ejaan Bahasa Indonesia). Belum lagi kalau setelah itu saya ingin menulis santai di…


