Di tengah hiruk-pikuk dunia modern yang menuntut segalanya serba cepat, kadang kita lupa bahwa jiwa pun punya kebutuhan untuk istirahat, mendengar, dan menyembah. Dalam pencarian akan ketenangan batin itulah, saya menemukan sebuah permata klasik yang sangat relevan meski ditulis lebih dari 900 tahun lalu—Ikhtisar Ihya’ Ulumiddin, karya agung Imam Al-Ghazali yang diringkas dan diterjemahkan secara elegan oleh Penerbit Turos, lengkap dengan pengantar reflektif dari Dr. Fahruddin Faiz. Ikhtisar Ihya’ ‘Ulumiddin (Panduan Ilahi untuk Menjadi Manusia Ruhani) (Diterjemahkan dari Mukhtasar Ihya’ ‘Ulumiddin terbitan Muassasah al-Kutub ats-Tsaqafiyyah, Beirut 1990M) Penulis : Imam Al-Ghazali Penerjemah : Moh. Yusni Amru Ghozaly Terbit : November,…


