Pernah nggak sih kamu merasa hidupmu kayak panggung, dan kamu jadi pemeran utama yang harus selalu tampil sempurna supaya semua penonton tepuk tangan? Rasanya melelahkan, ya? Kita sering kali terjebak dalam keinginan untuk selalu disukai. Apalagi di zaman media sosial, di mana jumlah like dan komentar sering dijadikan tolak ukur “penerimaan”. Padahal, kebenarannya sederhana tapi menenangkan: kita tidak perlu selalu disukai semua orang. Kenyataan Hidup: Semua Orang Punya Kacamata Berbeda Bayangkan ada sebuah lukisan. Satu orang bilang indah, satu lagi bilang aneh, yang lain malah bilang biasa saja. Sama halnya dengan kepribadian kita. Setiap orang menilai dari kacamatanya sendiri: latar…


