[baca buku] Nggak Apa-Apa Kalau Sedih Nangis Aja

Otak manusia dari masa kandungan, bayi hingga usia 7 tahun seperti fondasi rumah yang sedang dibangun. Pengalaman-pengalaman waktu kecil sampai usia tujuh tahun akan membentuk cetak biru awal atau blue print diri kita. Manusia pada umumnya baru bisa ingat rasanya menjadi seseorang itu di usia 4 tahun. Pengalaman-pengalaman menyenangkan dan menyedihkan yang kita alami pada 7 tahun pertama di hidup kita akan sangat tersimpan kuat atau membekas di otak. Akibatnya kita dapat terluka secara emosi oleh orang-orang terdekat kita. Luka-luka emosi seperti itu kalau kita tidak tahu cara memprosesnya akan menjadi inner child wound atau luka diri kita di masa kecil yang terbawa ke masa dewasa.

Nggak Apa-Apa Kalau Sedih Nangis Aja

Penulis : Anastasia Satriyo, M.Psi.,Psi

Terbit : Maret, 2023

Penerbit : Yrama Widya

ISBN : 978-623-205-781-4

Bagaimana cara kita ingin tahu apakah kita memilikui isu inner child atau tidak? salah satunya adalah kita mesti sering-sering refleksi diri. Refleksi diri ini caranya dengan kita bertanya ke dalam diri. Banyak bertanya ke diri akan membantu kita untuk mengetahui isu inner child yang kita punya. Umumnya orang yang memiliki inner child wound pasti saat kecilnya pernah mengalami kekerasan fisik (abuse), pelecehan seksual, kekerasan emosi, kita tidak diberi makan oleh orang tua, tidak dibiayai dan lain sebagainya.

Memproses inner child bisa kita lakukan dari keputusan-keputusan dalam hidup kita mulai dari hal yang kecil hari demi hari. Mungkin mulai hari ini, saat ini, malam nanti atau besok pagi. Sadari kalimat-kalimat yang kamu pakai di dalam kepala, bicara kepada diri, perbanyak ucapkan terimakasih ke diri. Terdapat kaitan yang sangat erat antara emosi dan tubuh kita. Emosi yang tidak terproses akan terasa di tubuh kita. Kadang-kadang pada saat yang tepat luka inner child akan muncul. Cara tahunya gimana? kelihatan dari reaksi kita yang disebut reaksi yang tidak proporsional. Kunci kita memproses inner child pada intinya akan ditanya dan yang punya jawaban adalah diri kita sendiri. Kalau sekarang kita belum punya jawabannya bisa jadi kita belum siap. Kadang-kadang dengan kita ingin terus bertanya itu adalah inner child kita.

Selamat Berdamai dengan Diri Sendiri!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *