[baca buku] Ibu Boleh Marah: Mengelola Emosi Negatif Jadi Edukatif

Menangis, berteriak dan merengek ketika marah atau ketika sesuatu tidak berjalan sesuai kehendaknya merupakan ekspresi emosi yag timbul secara alami bagi anak-anak yang notabene belum memiliki cukup pengalaman dalam bersosialisasi. Berbeda dengan orang dewasa, anak-anak mengekspresikan emosi atau perasaan dalam dirinya tanpa berpikir,’bagaimana tanggapan orang-orang terhadap diriku? apakah orang lain akan kesulitan atau terluka jika aku bertindak seperti ini?’.

Dari sudut pandang anak-anak yang masih belajar mengenali kehidupan, mengekspresikan emosi dengan menangis maupun merengek saat marah atau saat sesuatu tidak berjalan sesuai keinginannya adalah suatu hal yang alami dan wajar. Emosi atau perasaan anak memberikan informasi bagi orang tua. Melalui emosi yang diekspresikan anak, orang tua dapat mengetahui bagaimana kondisi yang dihadapi anak maupun apa yang menjadi keinginan anak.

Memarahi atau memberi nasihat pada anak yang menangis serta merengek tidak akan membuatnya tenang sebaliknya situasi akan dengan cepat berubah menjadi kondusif apabila kita memahami perasaan dan keinginan anak.

Ibu Boleh Marah: Mengelola Emos Negatif jadi Edukatif

Penulis : Park Yun Mi

Editor : Bimo Logo

Alih Bahasa : Diastika Cahya Sari

Terbit : 2021

Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama-M&C

ISBN : 978-623-030-5-504

Mengurus anak tanpa marah adalah impian semua ibu yang mungkin tak akan pernah terwujud, sesabar dan setenang apa pun kita tidak akan ada artinya saat berhadapan dengan anak yang sedang rewel dan sulit dikendalikan. Namun bukan berarti kita boleh seenaknya meluapkan emosi kita, sebab itu bisa berdampak buruk bagi psikologi anak. Yang perlu kita lakukan adalah menemukan cara yang tepat untuk mengekspresikan emosi dan amarah kita pada anak.

Alasan Baca?

Buku ini menyampaikan informasi untuk parents tentang hal-hal yang biasa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari kita saat anak melakukan hal yang membuat kita ingin meledak emosinya. Melalui buku ini pula parents akan diajak untuk bagaimana sih kalau anak melakukan ini, bagaimana sih kalau anak melakukan itu. Buku ini terbagi atas 6 bab.

Bab I : Hal-hal yang harus diingat ketika anak marah

Hal-hal yang harus diingat ketika anak marah adalah

  • Jangan Meminta Maaf

Meminta maaf saat berusaha menenangkan anak yang rewel dapat menimbulkan kesalahpahaman. Kita tidak perlu meminta maaf saat melarang anak memainkan benda berbahaya. Karena memang itulah yang harus kita lakukan sebagai orang tua untuk melindungi dan menjaga keselamatan anak-anak kita.

  • Tunjukkan perasaan cinta kita terhadap anak meski telah memarahinya
  • Berekspektasilah secara realistis berdasarkan tahap tumbuh kembang anak

Bab II : Hal-hal yang Harus Diingat Ketika Marah Pada Anak

  • Periksa energi yang kita miliki
  • Saat memberi penjelasan kepada anak usahakan detail agar tidak timbul masalah
  • Evaluasi cara bicara pada anak

Bab III : Teknik Menghadapi Amarah yang Tidak Sejalan dengan Kata Hati

  • Jangan membenci diri sendiri
  • Buat list yang berisi tentang perilaku atau tanda-tanda yang biasanya muncul saat kita marah. Melalui list ini nantinya akan berguna untuk mencatat hal-hal apa yang terjadi saat kita marah.
  • Membuat catatan atau kata-kata motivasi yang dapat memberi pengaruh baik bagi diri sendiri
  • Menulis jurnal
  • Jangan menahan atau mengabaikan emosi
  • Evaluasi diri kita (mengetahui keinginan diri sendiri agar dapat mengekspresikan keinginan dengan tepat)

Bab IV : Menanamkan Kedisiplinan Melalui Komunikasi Emosi

Agar bisa mengendalikan emosinya secara sehat anak perlu memahami perasaan yang ada dalam dirinya sendiri sekaligus mengekspresikannya melalui kata-kata. Kita sebagai orang tua harus membantu anak untuk mengendalikan emosinya. Ada 3 tahapan orang tua untuk mengendalikan emosinya,

  • Menampung

sebagai orang tua kita perlu meyakinkan anak kalau ia boleh mengekspresikan apa pun yang ia rasakan di depan kita

  • Mengembalikan

seorang anak memiliki keterbatasan kemampuan dalam mengungkapkan kata-kata. tugas kita sebagai orang tua membantu untuk merepresentasikan kondisi hatinya dan memastikan kepada anak apakah perasaan mereka itu benar atau salah.

  • Mengekspresikan Perasaan dan Keinginan Kita sebagai Orang Tua

salah satu alasan yang mendasari anak melakukan kesalahan adalah ketidaktahuan mereka terhadap bagaimana cara melakukan hal yang benar. kalau seperti itu orang tua wajib memberi arahan secara detail. pastikan juga kita memberi penjelasan terkait alasan mengapa anak perlu memperbaiki perilakunya.

Bab V : Teknik Mengendalikan Amarah dan Mengubah Kebiasaan Komunikasi Orang Tua

  • Buat Catatan Harian Emosi

Menulis diari atau catatan harian emosi merupakan kebiasaan yang dapat membantu kita menelusuri rekam jejak pemikiran irasional sekaligus ekspektasi yang kerap muncul dalam diri kita. Dari diari emosi kita juga bisa menemukan penyebab utama munculnya kemarahan kita.

Bab VI : Cara Bijak Mengekspresikan Amarah Tanpa Menyakiti Hati Anak

Selama membesarkan anak terkadang kita akan merasa sangat marah. Upaya membujuk dan menenangkan anak pun bisa saja berakhir dengan amarah dan bentakan. Namun perlu diingat yang harus kita lakukan bukanlah mengkritik da melukai hatinya melainkan menyampaikan apa yang dirasa penting bagi kita sekaligus bagaimana perasaan kita saat hal tersebut tidak terpenuhi. Kita hanya perlu mengekspresikan isi hati berdasarkan emosi serta pemikiran dibalik emosi atau perasaan tersebut. Pada akhirnya cara kita mengeluarkan amarah tanpa menimbulkan luka batin pada anak tergantung pada bagaimana kita mengekspresikan diri.

Bagaimana parents, sudah siap untuk belajar dan berubah ?

Tidak ada yang salah dengan emosi marah yang kita perlukan adalah bagaimana cara kita bisa mengelolanya dengan bijak.

Yuk, semangat, kita pasti bisa!

semoga bermanfaat~~~

selamat membaca~~~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *