Gus Baha’ sosok kiai muda yang cerdas, santai dan humoris. Kajian-kajiannya banyak diikuti oleh santri dan anak-anak muda zaman sekarang. Selain argumentasinya renyah dan menenangkan beliau juga mampu membahas persoalan-persoalan agama yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari dengan cermat, tepat dan mendalam. Dimanapun beliau ceramah selalu ada pengikut setia yang menyimak, ngangsu kawruh dari pertuah-petuah yang disampaikan.
Ngaji Bareng Gus Baha’ (Rangkuman Materi Pengajian Gus Baha’)
Penyusun : Arif Priambudi
Editor : Abu Nayra
Terbit : 2023
Penerbit : Hikam Pustaka
ISBN : 978-623-311-106-5

Ada beberapa Buku ini terbagi atas 4 bab yaitu :
- Bab I : Iman
Pada bab Iman ini ada beberapa hal yang menarik diantaranya
a. Kita harus selalu berpikir positif kepada Allah. Karena Allah Maha Pengasih kepada kita. Jika kita telah melakukan satu kejahatan. Ingatlah kita juga pernah melakukan satu kebaikan! jika ditimbang, keburukan kita dibalas satu, kebaikan kita dibalas sepuluh maka kita masih memiliki sembilan kebaikan. Inilah cara berpikir Abu Hasan ssy-syadzili (hal. 2);
b. Kalimat tauhid lailahaillallah sangat tinggi derajatnya. Seandainya ada orang kafir yang hidup selama tujuh puluh tahun lalu menjelang akhir hidupnya mendapatkan hidayah bisa mengucapkan lailahaillallah maka semua dosa-dosanya dihapuskan oleh Allah (hal. 14);
c. Ini adalah rahasia mengapa wiridan memiliki kehebatan. Karena jika anda wiridan maka Allah akan mengabulkan doamu. Kita selalu menghadapi bahaya dan dosa ketika kita berkumpul dengan manusia tapi kita akan senantiasa berada pada kebenaran jika kita berkumpul dengan Allah (hal. 20);
d. Kekuasaan Allah meliputi langit dan bumi. Sehingga para malaikat dilangit tidak berani berdoa apa-apa kepada Allah karena doa memiliki risiko. Mereka hanya bisa bertasbih sepanjang siang dan malam tanpa lelah dan tidak menyombongkan diri (hal. 21);
e. Bagi orang alim, mukijizat Allah berupa penciptaan nyamuk lebih dahsyat daripada mukijizat Allah kepada Nabi Musa dalam membelah laut serta lebih luar biasa daripada pertunjukan Allah kepada Nabi Shaleh dalam mengeluarkan unta dari batu. Maka para ulama harus selalu menyampaikan ini kepada umat supaya umat mengetahui bahwa mukijizat Rasulullah berupa al-Quran lebih dahsyat daripada yang lainnya. Kita harus segera taubat jika masih menunggu Allah untuk menurunkan mukjizatNya lagi karena apa yang kita lihat di sekeliling kita ini termasuk mukjizat yang luar biasa dan tidak ada seorang pun yang bisa menciptakannya (hal. 29);
f. Jangan sampai kalian bermain-main dengan jin! karena tidak ada satu pun jin melainkan mereka selalu menipu manusia (hal. 43)

- Bab II : Ibadah
Hal-hal yang menarik di bab II ini diantaranya
a. Amal kita tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan rahmat Allah. Kita bisa masuk surga bukan karena amal kita karena amal kita sangat sedikit. Namun kita masuk surga hanya karena rahmat Allah dan kasih sayang dari Allah (hal. 56);
b. Uang satu milyar hanya bisa digunakan untuk bersenang-senang di dunia yang sementara sedangkan ucapan Alhamdulillah bisa dituliskan di lauh mahfuzh supaya menjadi bukti agar bisa masuk surga yang abadi (hal. 81);
- Bab III : Cerita
a. Janganlah menghina keilmuan para ulama! walaupun kadang logika ulama dinilai tidak masuk akal oleh sebagian orang tapi masuk akal menurut Allah (hal. 91);
- Bab IV : Tazkiah
a. Kita hendaknya berbuat baik kepada tetangga karena diperintah Allah sehingga apakah kita dibalas dengan kebaikan atau dikecewakan kita tetap santai saja (hal. 136);
b. Allah tidak menerima hati yang tidak ikhlas. Maka latihlah dan jagalah hati agar selalu menghadap dan mencintai Allah! (hal. 141);
c. Jangan terlalu stress dengan dunia ini! karena Allah menciptakannya hanyalah berisi senda gurau dan main-main (hal. 143);
d. Bingung itu penting. Tidak ada orang alim yang pada mulanya tidak pernah bingung. Orang alim tidak bisa PD (percaya diri) karena referensi keilmuannya banyak dan kemungkinan-kemungkinan dari suatu masalah juga banyak. Sehingga jika ada kosa kata tertentu yang kurang jelas maka para ulama berpikir dulu mengenai maknanya apakah itu maknawy atau lafzhy (hal. 162);
e. Inilah barakah dari bingung. Orang menjadi tidak sombong dan tidak merasa paling tahu karena segala sesuatu harus dipikirkan dan dikaji dulu secara mendalam (hal. 162);
f. Jika kita ingin islam tidak dicela atau tidak disakiti oleh agama lain maka kita jangan mencela dan jangan menyakiti agama lain! maka itu adalah bagian dari mencintai islam (hal. 201).

Buku ini merupakan kumpulan ngaji Gus Baha’ yang bisa kita dengarkan di platform YouTube.
semoga bermanfaat!
selamat membaca~~~
(sambil membaca bisa ditemani pisang goreng atau cemilan lain hihihi)


