Saat ini kita hidup dalam sistem sosial yang inklusif, tantangan umat islam jelas berbeda. Simbol-simbol eksistensi belaka tak akan sanggup menuntaskan tantangan di bidang sosial, ekonomi, teknologi, penegakan supremasi hukum untuk keadilan sosial dan lain-lain. Kita butuh muslim yang berpikir bukan muslim yang gagah pamer simbol tetapi tumpul di kedalaman.

Hijrah Jangan Jauh-Jauh, Nanti Nyasar!
Penulis : Kalis Mardiasih
Penyunting : Rifai Asyhari
Terbit : 2019
Penerbit : Buku Mojok
ISBN : 978-623-7284-14-7
Setiap kali mendengar suara azan yang dilantukan oleh suara sepuh terbata-bata, melihat bangunan madrasah islam tradisional dengan keriaan anak-anak atau sesederhana melihat papan nama masjid di perkampungan. Saya sering merasa bahwa islam telah cukup. Kalis mardiasih merisaukan fenomena beragama yang ditangan sebagian kalangan begitu eksklusif dan menyeramkan. Baginya beragama seharusnya menyenangkan, dipenuhi kebaikan. Tidak sesak oleh amarah atau hasrat penaklukan. Kebaikan-kebaikan itu ia temukan dalam praktik keberagaman yang sederhana. Ia berbicara dengan orang-orang bersahaja, menyaksikan cara mereka mengamalkan kesalehan dan menemukan islam yang teduh di sana. Dalam dirinya islam tumbuh bersama dengan kegembiraan.
Saya tertarik dengan pembahsan setiap bab nya. Penulis menyampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami dan fenomena yang diambil pun sesuai dengan saat ini. Buku ini terbagi atas 5 bab.
Bab I membahas tentang islam dan kebaikan anak-anak
Agama tumbuh di diri anak-anak dengan kegembiraan. Anak-anak tak pernah menanyakan latar belakang etnis atau agama keluarga teman mereka. Anak-anak adalah jiwa suci yang tak memiliki rasa curiga. Anak-anak mau berteman dengan siapa saja. Anak-anak terkadang berkelahi dan marah tetapi akan memaafkan kesalahan tanpa menyimpan dendam.
Bab II membahas tentang islam dan kemanusiaan
Hari ini zaman yang bergerak bersama teknologi membawa kita ke arah yang sesungguhnya makin keras. Tuntutan kebutuhan artifisial makin tinggi sementara beban pekerjaan terus meningkat. Pembangunan menyulap lingkungan hidup menjadi wajah kota dengan menekankan identitas individualistik. Apakah islam yang mengeklaim diri shahih li kulli zaman wal makan relevan untuk menyelesaikan persoalan manusia dalam segala situasi?
Bab III islam dan akal sehat
Islam akhir-akhir ini yang ada di pikiran orang harus berupa imperium harus berupaya menaklukan orang lain melalui proses-proses indoktrinasi bahkan pemaksaan. Dunia harus tahu bahwa islam tidak hanya diwakili oleh negara-negara yang sedang berkonflik atau kelompok-kelompok yang membabi buta. Islam Indonesia harus tampil dalam wajahnya yang paling menyenangkan dan mendamikan di dunia.

Bab IV membahas tentang islam dan contoh baik
Islam berkembang melalui perilaku-perilaku yang baik bukan perilaku kasar.
Bab V membahas tentang islam dan modernitas
Saat ini media sosial sangat berperan penting dalam penyebaran informasi. Namun sayang terkadang segelintir orang memanfaatkan media sosial ini untuk kepentingan hal-hal negatif. Dalam era gempuran teknologi saat ini kita harus pandai memfilter segala informasi yang masuk. Jangan gampang terpengaruh dan diombang ambingkan oleh orang-orang yang bersembunyi di balik topeng agama.
tertarik untuk membacanya?
selamat membaca dan semoga bermanfaat!


