[baca buku] Mengenal Tantrum pada Anak (Panduan Mengatasi Tantrum tanpa Baper)

Kualitas hidup anak salah satunya bergantung pada kesehatan mental yang didalamnya melibatkan unsur emosi. Keluhan atau gejala yang paling menonjol pada masalah kesehatan mental adalah gangguan emosi. Salah satu gangguan emosi yang sering muncul adalah luapan emosi yang meledak-ledak dan tidak terkontrol atau sering kita sebut temper tantrum (tantrum).

Mengenal Tantrum pada Anak (Panduan Mengatasi Tantrum tanpa Baper)

Penulis : dr. S.T. ANdreas, M.Ked (ped), Sp.A

Terbit : 2021

Penerbit : PT. Elex Media Komputindo

ISBN : 978-623-00-2952-3

Hampir setiap orang tua pernah menghadapi anak yang tanrum, bukan? Tantrum pada anak ini akan selalu terjadi terutama pada anak usia balita. Dan masalahnya akan semakin sulit jika tantrum terjadi pada anak yang belum mampu berkomunikasi atau mengemukakan keinginanya. Sebagai dokter anak yang sering menghadapi anak tantrum di ruang praktiknya, Dokter Andreas akan memandu para orang tua memahami tantrum lebih dekat. Apa itu tantrum, apa penyebabnya, apa saja kesalahan orang tua yang bisa membuat anak tantrum, bagaimana mencegah atau menganiaya dan apa dampaknya jika tantrum tidak diatasi dengan tepat.

Perkembangan emosi pada anak biasanya akan mengikuti perkembangan usianya. Semakin bertambah usianya emosi anak juga akan turut berkembang. Tahap perkembangan emosi anak di pengaruhi oleh banyak faktor yang terkait dengan lingkungannya. Namun faktor genetik atau keturunan juga dapat mempengaruhi perkembangan emosi pada anak. Tantrum menjadi masalah yang paling sering ditemui pada anak balita. Tidak jarang orang tua merasa kesulitan dalam mengatasi dan menghadapi anak yang tantrum apalagi di depan umum. Perilaku tantrum pada anak tujuannya adalah ‘memaksa’ orang lain untuk memenuhi apa yang di minta atau dibutuhkan si anak.

Tantrum merupakan bagian dari tumbuh kembang anak yang normal. Dengan tantrum anak berusaha menunjukkan bahwa dirinya sedang kesal. Masih terbatasnya kemampuan bahasa anak untuk dapat mengekspresikan perasaannya inilah yang membuat anak hanya bisa meluapkan emosinya dengan cara meronta, berteriak, menangis, menjerit dan mengentakkan kedua kaki dan tangannya ke lantai. Tantrum bisa terjadi kapan saja dan pada anak usia berapa saja. Tidak peduli apakah orang tua memiliki kesabaran yang cukup dan baik hati, anak tetap saja bisa tantrum. Tugas orangtua adalah memenuhi kebutuhan fisik dan emosional anak. Tantrum tidak selamanya negatif. Dengan tantrum sebenarnya anak belajar untuk mengekspresikan keinginannya. Tantrum pada anak dapat dikendalikan dengan konsistensi dan kesabaran.

Melalui buku ini, parents akan diajak belajar bagaimana mengendalikan tantrum pada anak dan apa saja yang mempengaruhi munculnya tantrum. Sehingga diharapkan parents lebih tenang dan siap menghadapi anak yang tantrum.

selamat belajar! ⋆。゚☁︎。⋆。 ゚☾ ゚。⋆

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *