[baca buku] Tuhan, Maaf Aku Kurang Bersyukur

Ada banyak penelitian oleh ahli-ahli psikologi yang membuktikan bahwa orang yang mampu mensyukuri hidupnya cenderung akan hidup lebih bahagia, mampu menjaga kesehatan mental dan fisik, bahagia dalam hubungan sosial, memiliki kepercayaan dan keyakinan diri yang tinggi dan mampu menjalin hubungan dengan orang lain dengan lebih baik. Sayangnya, selama ini kita salah memahami rasa syukur. Kita mengira rasa syukur itu hanya bisa dilakukan bila mereka telah mendapatkan kebahagiaan hidup.

Tuhan, Maaf Aku Kurang Bersyukur
Penulis : Malik al Mughis
Terbit : Cetakan ke IX, 2024
Penerbit : Syalmahat Publishing
ISBN : 978-623-97672-7-3

Sadarkah kita? selama ini kita sering merasa hidup kita menderita atau merasa kecewa dengan kehidupan yang kita jalani bukan karena hidup kita memang susah. Melainkan justru karena kita memiliki harapan yang terlalu besar melebihi kemampuan kita. Ketidakmampuan mewujudkan harapan itu, membuat kita menjadi orang yang panjang angan-angan akibatnya kita merasa sedih, kecewa dan marah apabila apa yang kita angankan gagal terwujud. inilah awal mula terjadinya kufur nikmat. Kita menginginkan apa yang dimiliki oleh orang lain. Berangan-angan betapa menyenangkan hidup kita bila memiliki kehidupan seperti yang dimiliki kawan kita. Dibutakan angan, membuat kita kemudian meremehkan nikmat-nikmat Allah yang telah kita dapatkan.

Betapa banyak sesungguhnya nikmat Allah yang telah di limpahkan kepada kehidupan kita? Pernahkah kita mencoba untuk menghitungnya? Jika kita mau sejenak merenungkan dalam sehari, betapa banyaknya nikmat Allah yang telah diberikan kepada kita tentunya kita tidak akan menjadi orang yang ingkar. Manusia sesungguhnya tak akan dapat menghitung nikmat-nikmat yang telah diterimanya dari Allah Ta’ala. Karena nikmat itu teramat banyak. Tak ada yang bisa kita lakukan untuk membayar semua kenikmatan yang telah Allah berikan kepada kita. Karena itulah, kita harus bersyukur atas nikmat-nikmat yang telah kita terima dan tidak mengingkarinya.

Agar bertambah rasa syukur kita kepada Allah cobalah untuk memahami tujuan dari kehidupan yang sesungguhnya. Karena bisa saja, kufur nikmat itu datangnya dari kesalahpahaman memahami hidup. Apa tujuan Allah menciptakan kita didunia? Alla telah menetapkan tujuan penciptaan manusia ”

Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, kecuali agar mereka beribadah kepada-Ku (QS. Adz-Dzariyat; 56)

pada ayat lain :

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang tercampur, yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan). Karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat (QS. al-Insan: 2)

Hidup sesungguhnya ujian untuk mengumpulkan bekal sebanyak-banyaknya sebagai persiapan untuk bertemu dengan Allah setelah kita mati nanti. Hidup itu bukanlah tujuan akhir. Melainkan hanya sebuah perjalanan dari Allah menuju Allah. kehidupan tidaklah abadi melainkan hanya sementara saja. Oleh karena itu janganlah kita bersedih serta bermurung hati jika engkau merasa kehidupan ini penuh dengan kesulitan dan penderitaan. Karena memang sejatinya kehidupan ini adalah ujian. Dan yang namanya ujian tentu dibuat sulit.

Jangan jadikan dunia ini sebagai tempat bersenang-senang belaka. Gunakan waktumu sebaik-baiknya untuk menanam kebaikan sebanyak-banyaknya. Jadikanlah akhirat sebagai tujuan utama hidupmu. Isilah kehidupanmu dengan mencari bekal sebanyak-banyaknya menuju akhirat. Namun jangan lupakan kebahagiaanmu di dunia. Orang yang paling berbahagia adalah orang yang bisa mensyukuri atas apa yang ia miliki bukan menyesali atas apa yang tidak ia miliki. Kebahagiaan bukan terletak di luas diri kita melainkan ada di dalam kepala dan hati kita.

 

selamat bermuhasabah!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *