Pernahkah kita mencoba melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain? Sebagai tenaga kesehatan, saya terbiasa melihat Puskesmas dari balik meja kerja. Saya memahami alur pelayanan, mengerti mengapa pasien harus mengambil nomor antrean, tahu alasan petugas meminta kartu identitas, bahkan paham mengapa terkadang pelayanan sedikit terlambat karena banyak hal yang harus dipersiapkan. Namun suatu hari saya berpikir, “Bagaimana jika saya berada di posisi pasien?” Bukan sebagai petugas. Bukan sebagai orang yang memahami sistem. Melainkan sebagai masyarakat biasa yang datang dengan kondisi tubuh yang tidak nyaman dan berharap segera mendapatkan pertolongan. Dan semakin saya membayangkannya, semakin saya memahami bahwa menjadi pasien ternyata…


