Bayangkan Anda sedang menonton sebuah drama yang menegangkan. Di awal cerita, sang tokoh utama (villain) terlihat tidak berbahaya, mungkin hanya terlihat seperti pencuri kecil. Namun, seiring berjalannya waktu, Anda menyadari bahwa dia sedang meretas seluruh sistem keamanan kota. Seperti itulah campak bekerja di dalam tubuh anak kita. Banyak orang tua yang masih terjebak dalam mitos lama: “Ah, wajar anak kena campak. Paling cuma demam, keluar merah-merah, lalu sembuh sendiri.” Kenyataannya? Di balik ruam merah yang terlihat di permukaan kulit, virus campak sedang melakukan sabotase besar-besaran terhadap sistem kekebalan tubuh anak. Jika dibiarkan tanpa pertahanan yang tepat, “pencuri kecil” ini bisa…


