Tipikal anak yang cerdas dan pintar versi orang memang beda-beda. Definisi cerdas yang dianut banyak orang masih berkaitan dengan :
- cepat hafal istilah, nama dan hal lainnya
- pandai menghitung atau menyelesaikan soal matematika
- membaca dengan cepat
- cepat menyelesaikan kepingan puzzle
- cepat bisa menulis kata walau belum paham arti dan cara bacanya
Cerdas juga masih dikaitkan dengan hal yang berbau akademik atau pelajaran sekolah seperti matematika, bahasa, sains, pengetahuan sosial dan lain-lain. Masih erat kaitannya juga dengan urusan nilai ujian yang baik maupun peringkat. Padahal sesungguhnya terdapat banyak indikator lain yang menunjukkan kecerdasan-kecerdasan setiap individu.
Montessori For Multiple Intelligences (Optimalkan Kecerdasan Anak dengan Montessori)
Penulis : Ivy Maya Savitri
Penyunting : Ranny Afandi
Terbit : 2019
Penerbit : Penerbit Bentang (PT. Bentang Pustaka)
ISBN : 978-602-291-611-6
Setiap orang pasti menginginkan anaknya tumbuh menjadi sosok yang cerdas dan mandiri. Namun sayangnya cerdas selalu diidentikkan dengan prestasi akademik. Padahal sebenarnya setiap anak memiliki sembilan kecerdasan majemuk yang ada dalam dirinya. Sementara itu Montessori hampir selalu diidentikkan dengan aktivitas bermain-main bersama anak-anak. Siapa sangka bahwa di balik setiap stimulasi Montessori yang kita lakukan, bisa mengasah semua kecerdasan majemuk anak.

Saat ini metode Montessori banyak diterapkan pada pendidikan anak usia dini karena efeknya yang sangat baik dalam perkembangan motorik, wawasan, self development juga identifikasi kecerdasan majemuk. Montessori percaya bahwa pendidikan tidak dimulai dari sekolah tetapi sejak lahir. Arti pendidikan bagi Montessori adalah bukan semata tentang anak mulai belajar sesuatu yang diajarkan di sekolah seperti persiapan baca-tulis-hitung dan kemampuan akademik lainnya. Montessori ini juga mengartikan bahwa pendidikan bukan hanya sekadar bersekolah, belajar mata pelajaran dan berlomba-lomba mencapai sebuah target atau tujuan yang acap kali kita kenal dengan naik kelas, naik level, naik tingkat ataupun peringkat yang sering dijadikan acuan pada orang tua dalam membawa makna pendidikan atau sekolah terhadap anak-anaknya.
Dengan banyak mengulang dan berlatih, metode ini percaya bahwa setiap individu akan mencapai hasil yang terbaik pada akhirnya. Montessori percaya melalu metode pendidikan yang diterapkan dapat menggali kecerdasan majemuk yang ada pada diri anak. Melalui buku ini kita di berikan panduan/pedoman dalam menggali kecerdasan majemuk pada diri anak dengan melakukan aktivitas keterampilan hidup, aktivitas stimulus indra, aktivitas sains, aktivitas peradaban dan budaya, aktivitas bahasa, aktivitas matematika serta belajar melatih anak untuk mengkoreksi sendiri pekerjaannya.
Anak-anak usia dini masih mempunyai waktu yang sangat panjang yaitu seumur hidupnya untuk mengembangkan, memahami serta menikmati seluruh kecerdasan majemuknya. Tentu sungguh beruntung dan berbahagia mereka bisa mendapat banyak kesempatan untuk menggali, mengeksplorasi dan meningkatkan semua aspek kecerdasan majemuknya mulai dari sekarang. Untuk para orang tua yang memiliki anak dengan level anak usia dini sebaiknya tidak perlu memiliki pikiran yang sempit dan terbatas serta men-judge anaknya yang sudah punya kecenderungan majemuk tertentu hanya karena pernah membaca deretan indikator dan ciri-ciri yang menunjukkan kecerdasan tertentu. Tugas kita sebagai orang tua adalah mengeluarkan seluruh potensi, bakat, minat dan kecerdasan terpendam yang ada dalam diri anak-anak.

Buku ini merupakan paket lengkap untuk orang tua dalam upaya menggali potensi, bakat dan minat yang terpendam dalam diri anak-anak kita. Jangan sampai bosan kita sebagai orang tua untuk terus belajar, belajar dan belajar.
selamat membaca!



tebel bukunya ya mbak? montessori memang populer akhir-akhir ini ya, dan memang ukuran kecerdasan di masa lalu jangan lagi diterapkan untuk saat ini karena pada dasarnya tidak ada anak yang bodoh mereka semua pintar sesuai minat dan bakatnya masing-masing.
290 halaman mbak 😀
buku ini bisa buat jadi referensi untuk pendidikan anak mbak, sangat membantu 😀