Empowered Me: Ketika Ibu Berdaya, Rumah Ikut Tumbuh

Kita sering dengar kata “ibu berdaya” berseliweran di media sosial. Tapi… sebenarnya apa sih artinya menjadi ibu yang berdaya? Apakah harus multitasking sempurna, selalu bahagia, dan produktif 24/7? Lewat buku ini, Puty Puar justru mengajak kita menyelami makna empowerment dengan cara yang sederhana, jujur, dan menyentuh.

Buku Empowered Me (Mother Empowers) bukan buku self-help yang keras atau menghakimi. Ini adalah catatan reflektif penuh empati, disampaikan dengan gaya ilustrasi yang lembut, khas Puty Puar, dan disertai cerita-cerita personal yang sangat relatable, terutama untuk ibu-ibu di masa kini.

Empowered ME (Mother Empowers)
Penulis : Puty Puar
Terbit : 2022
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 978-602-06-5999-2

Tentang Apa Buku Ini?

Buku ini dibagi menjadi beberapa bab yang membahas:

  • Bagaimana menemukan kekuatan dalam diri, meskipun hari-hari terasa melelahkan

  • Mengenali batas dan kebutuhan diri sendiri sebagai ibu dan manusia

  • Memaknai ulang konsep “produktif” dan “berguna” tanpa terjebak standar luar

  • Menemukan kembali suara hati di tengah dunia yang bising dengan tuntutan

Puty Puar menulis dengan nada yang hangat, lembut, dan tidak menggurui, membuat pembaca merasa dipeluk dan dikuatkan.

Insight yang Bikin “Ngeh Banget”:

1. Empowerment dimulai dari self-awareness

Ibu yang berdaya bukan berarti ibu yang bisa semuanya. Tapi ibu yang tahu apa yang penting untuk dirinya dan keluarganya, serta berani mengambil keputusan sesuai nilai-nilai itu.

2. Produktif ≠ Sibuk

Puty menulis dengan jujur tentang bagaimana kita sering merasa bersalah saat tidak produktif secara “tampak”. Padahal, mendengarkan anak dengan sepenuh hati pun adalah bentuk kontribusi besar.

3. Self-compassion adalah kekuatan

Alih-alih mengejar kesempurnaan, Puty mengajak kita berbaik hati pada diri sendiri, terutama di hari-hari yang kacau. Karena dari ruang itulah, kekuatan yang sebenarnya muncul.

Untuk Siapa Buku Ini?

  • Ibu muda yang sedang beradaptasi dengan perubahan hidup

  • Ibu bekerja atau ibu rumah tangga yang merasa ingin menemukan kembali dirinya

  • Siapa pun yang ingin belajar tentang keberdayaan perempuan secara reflektif dan hangat

  • Orang-orang yang sedang merasa “kok aku kayaknya nggak cukup ya?” dan butuh pelukan lewat kata

Terima kasih sudah membaca sampai sini ya!
Kalau kamu merasa terhubung dengan isi buku ini atau sedang berada di fase pencarian jati diri sebagai ibu, semoga tulisan ini bisa jadi teman perjalananmu.

Kamu juga bisa baca ulasan buku reflektif lainnya di blog ini:
Parent’s Stories – Adhitya Mulya
Seni Memahami Perasaan Anak – Park Jae Yeon

Punya buku serupa yang kamu suka? Yuk, share di kolom komentar!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *