Kadang kita berpikir, mendidik anak itu soal aturan, hukuman, atau jadwal belajar yang tertib. Tapi, buku ini menyadarkan kita: membangun karakter anak dimulai dari sesuatu yang sangat sederhana — ngobrol. Lewat buku Solusinya, Ajak Anakmu Ngobrol, Dr. Ghadah Hasyad, mengajak kita untuk kembali pada esensi pengasuhan: hubungan yang hangat dan penuh makna. Bukan sekadar memerintah, tapi benar-benar mendengar dan berdialog.
Solusinya, Ajak Anakmu Ngobrol : Sebuah Seni Berdialog dengan Anak untuk Mengembangkan Karaktor Positif
Karya : Dr. Ghadah Hasyad
Penerjemah : M. Tatam Wijaya
Terbit : September, 2022
Penerbit : PT. Qaf Media Kreative
ISBN : 978-623-6219-36-2

Buku ini menyajikan konsep bahwa ngobrol dengan anak itu bukan hal remeh. Justru dari obrolan yang “sepele” itu, nilai-nilai hidup, karakter, dan kepercayaan diri bisa bertumbuh.
Dr. Ghadah memaparkan bagaimana ngobrol yang tepat bisa membantu anak:
-
Mengenali perasaannya
-
Membangun moral dan empati
-
Mengembangkan kemampuan problem solving
-
Merasa dihargai dan dicintai tanpa syarat
Disampaikan dalam bahasa yang ringan, disertai contoh-contoh kasus harian, buku ini bukan teori belaka. Setiap bab memberi insight dan praktik nyata, cocok untuk orang tua masa kini yang ingin membangun bonding lebih dalam.

Beberapa Insight yang Keren
1. Anak Butuh Didengar, Bukan Dikasih Solusi Terus
“Kadang kita terlalu sibuk mencari solusi untuk anak, padahal yang mereka butuhkan hanya telinga kita.”
Obrolan yang tulus membuat anak merasa dimengerti. Daripada memotong cerita dan buru-buru menyuruh, duduk, dengar, dan beri ruang untuk anak bercerita.
2. Karakter Tumbuh Lewat Dialog
Bukan dari ceramah panjang atau ancaman. Tapi dari pertanyaan seperti:
“Menurutmu bagaimana seharusnya?”
“Apa yang kamu rasakan ketika itu?”
Dialog membuka ruang bagi anak untuk berpikir, merasa, dan bertanggung jawab.
3. Kita Nggak Harus Selalu Tahu Jawaban
Dr. Ghadah mengingatkan: kita bisa bilang,
“Mama nggak tahu pasti, tapi yuk kita cari tahu bareng.”
Karena dari situ, anak belajar bahwa kerendahan hati juga bagian dari karakter positif.

Untuk Siapa Buku Ini?
-
Orang tua yang sedang membangun hubungan lebih hangat dengan anak
-
Guru, konselor, dan pendidik
-
Siapa pun yang percaya bahwa karakter anak bisa tumbuh dari ruang-ruang kecil bernama percakapan
Membaca buku ini bukan soal teori parenting yang bikin kening berkerut. Tapi soal menyadari bahwa duduk bareng anak sambil ngobrol santai bisa menjadi bentuk cinta yang sangat dalam. Kadang, kita nggak butuh parenting tools yang ribet. Cukup hadir, dengarkan, dan beri ruang bagi anak menjadi dirinya.
Terima kasih sudah membaca ulasan ini!
Kalau kamu sedang berusaha membangun komunikasi yang lebih sehat dan hangat dengan anak, semoga buku ini bisa jadi teman refleksi yang pas.
Yuk, ngobrolin juga buku-buku parenting yang pernah kamu baca!
Atau kamu bisa baca ulasan buku reflektif lainnya di sini:
Empowered Me – Puty Puar
Seni Memahami Perasaan Anak – Park Jae Yeon
Yuk kita belajar bareng, jadi orang tua yang tumbuh bersama anak.



