Bis membawa kami ke hotel bintang 3 tempat kami menginap di Madinah. Sebelum saya dan rombongan berangkat ke Madinah, kami sudah terlebih dahulu bertanya kepada rekan-rekan yang sudah dulu ke Madinah (jamaah haji gelombang I). Berdasarkan penuturan mereka kamar yang nantinya kita tempati tiap tempat berbeda (ada yang bertiga, berempat, berlima). Dan ternyata benar kamar yang kami tempati berkapasitas untuk enam orang dengan satu kamar mandi. Dengan alasan apa, yang awalnya kamar tersebut diperuntukkan untuk dua orang oleh pihak hotel kamar tersebut dibuat sedemikian rupa untuk 6 orang. Alhasil tidak ada ruang gerak sama sekali. Dan kami pun tidur dengan berdempet-dempetan.
Jika dibandingkan dengan hotel di Makkah, hotel di Madinah sangat berbeda jauh. Jumlah lift hotel tempat saya dan rombongan menginap lebih sedikit, kalau tidak salah hanya berjumlah 5 dengan kapasitas yang sedikit. Drama lift ini akan muncul saat waktu shalat tiba dan waktu shalat sudah selesai. Kami perlu antri lift lebih kurang 1 jam. Karena alasan itu ada beberapa jamaah yang lebih baik tetap di Masjid karena mengurangi rasa capek karena terlalu lama menunggu lift kosong.
semoga di tahun depan, tidak ada drama-drama lagi seperti ini.
semoga Kementrian Agama bisa lebih prepare sehingga kejadian seperti ini tidak terulang kembali.
semoga harimu menyenangkan !


