Pengalaman 40 Hari di Tanah Suci part 1

Mungkin masih banyak diantara teman-teman sekalian yang bingung dan belum ada gambaran sama sekali sebetulnya ibadah haji itu ngapain aja sih? Nah, berikut saya akan memberikan sedikit pengalaman saya selama berhaji di Tanah Suci.

Ibadah haji merupakan rukun islam ke-5 yang hukumnya wajib dijalankan bagi seluruh umat islam yang memenuhi syarat wajib pelaksanaannya. Kewajiban melaksanakan haji bagi umat yang mampu ini di dasarkan pada Firman Allah,

Dan bagi Allah subhanahu wata’ala, wajib bagi manusia untuk melaksanakan haji ke Baitullah

(QS. Ali Imran: 98)

Ibadah haji dijalankan setiap 1 tahun 1 kali bersama seluruh jamaah yang berasal dari penjuru dunia. Tidak seperti ibadah umrah, waktu pelaksanaan ibadah haji sangat terbatas. Ada 5 rukun haji yang wajib dilakukan selama melaksanakan ibadah tersebut, yaitu :

  • Niat untuk haji
  • Wukuf di Arafah mulai dari waktu dzuhur tanggal 9 dzulhijjah
  • Tawaf : mengelilingi ka’bah sebanyak 7 kali
  • Sa’i : berjalan kaki dari bukit Shafa dan Marwa, dimulai dari bukit Shafa lalu berjalan hingga 7 kali dan berakhir di bukit Marwa.
  • Tahalul : mencukur rambut kepala setelah menyelesaikan seluruh rangkaian haji.

MAKKAH

Setelah landing di Bandara King Abdul Aziz, saya dan rombongan langsung menuju ke hotel untuk beristirahat (saat di Bandara kami dikumpulkan dan diberi snack dan shalat). Hotel kami, Al-Kiswah Tower 4 berada di daerah Jarwal. Jarak antara hotel dengan Masjidil Haram kira-kira 1,4 km. Sesampainya di Makkah, saya dan rombongan langsung melaksanakan ibadah umrah yang pertama. Ibadah umroh ini merupakan syarat dari pelaksanaan Haji Tamattu’ yang akan saya kerjakan.

Urutan pelaksanaan Ibadah Umrah ada sebagai berikut :

  • Mengambil Miqat dan Niat Ihram

Sebelum masuk kota Makkah, jamaah diwajibkan untuk mengambil miqat dan niat ihram. Saat niat sudah dilafazkan, berlaku larangan-larangan ihram, diantaranya adalah dilarang menggunakan pakaian berjahit bagi laki-laki, membunuh binatang, memotong kuku, mencukur rambut, memakai wangi-wangian, menikah/menjadi wali nikah dan berhubungan suami istri. Apabila larangan ihram ini dilanggar maka harus membayar dam (denda).

  • Tawaf

Tawaf adalah berjalan mengelilingi ka’bah sebanyak 7 kali putaran.

  • Sa’i

Sa’i adalah berjalan diantara bukit Shafa dan Marwa 7 kali putaran, diawali dari bukit Shafa dan diakhiri di bukit Marwa.

  • Tahallul

Tahallul adalah menghalalkan diri dari larangan ihram dengan cara memotong minimal 3 helai rambut. Setelah tahallul dilaksanakan maka larangan ihram sudah tidak berlaku lagi.

Selama shalat di Masjidil Haram saya tak henti, mengagumi keindahan aristektur masjid ini. Luar biasa detail, mewah dan cantik. Selama di Makkah, kami melaksanakan shalat 5 waktu di Masjidil Haram serta ziarah napak tilas sejarah Nabi Muhammad SAW ke Arafah, Muzdalifah dan Mina.

ARAFAH-MUZDALIFAH-MINA-MAKKAH

  • Wukuf di Padang Arafah

Pada tanggal 8 dzulhijjah siang, kami berangkat menuju Arafah setelah sebelumnya mandi Ihram dan mengucapkan niat haji : ‘Labbaik allahumma Hajjah!’. Sepanjang perjalanan, jamaah disarangkan untuk berzikir dan membaca talbiyah sebagai persiapan untuk menjalankan wukuf.

Sesampainya di tenda Arafah kami langsung beristirahat. Di tenda Arafah sudah disiapkan kasur lipat oleh Maktab. Ketua kloter menyarankan agar kami memanfaatkan waktu yang tersisa untuk beristirahat sebelum melaksanakan wukuf pada siang harinya.

Wukuf sendiri berarti berdiam diri. Di mulai pada saat matahari terbit sampai dengan terbenam pada tanggal 9 dzulhijjah. Selama hari tersebut, ibadah diisi dengan berdoa, memohon ampun, berzikir, membaca Al-Qur’an dan lainnya.

Selesai adzan dzuhur kami mendengarkan khotbah Wukuf. Perasaaan saya ketika Wukuf sungguh tidak bisa digambarkan dengan kata-kata: haru, sedih, takut, sebuah perasaan yang belum pernah saya rasakan sebelumnya.

Muzdalifah

Pukul 20.00 WAS (waktu arab saudi) kami bertolak naik bus ke Muzdalifah. Di Muzdalifah kami turun untuk mencari batu kerikil untuk lempar jumroh.

Lontar Jumrah dan Mabit di Mina

Pukul 02.00 waktu setempat kami bertolak ke Mina menuju Maktab/Tenda di Mina. Pukul 09.00 pagi, kami berkalan kaki dari Maktab menuju Jamarat (tempat lempar Jumrah) untuk melempar Jumrah Aqobah. Melempar jumrah dilakukan sebanyak 7 kali dengan membaca ‘Bismillahi Allahu Akbar‘. Alhamdulillah jamarat cukup sei sehingga kami dapat melempar jumrah dengan leluasa. Setelah melempar Jumrah Aqobah dilanjutkan dengan Tahallul Awal dan akhirnya terlepas dari seluruh larangan ihram.

Seusai melempar jumrah kami berjalan kaki menuju maktab/tenda di Mina untuk melaksanakan Mabit (bermalam). Selepas Shalat Subuh kami kembali ke Jamarat untuk melempar Jumrah Ula, Wusta dan Aqobah masing-masing sebanyak 7 kali dan malamnya dilanjutkan mabit di Mina.

Sekitar pukul 00.00 waktu setempat kami kembali lagi ke Jamarat untuk melempar Jumrah Ula, Wusta dan Aqobah masing-masing sebanyak 7 kali. Untuk yang terakhir kalinya setelah lempar jumrah selesai, kami kembali ke Maktab dan membereskan koper untuk dibawa ke Hotel. Sesuai rencana kami kembali ke Hotel pukul 10.00 waktu setempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *