“Gimana mau maju pendidikan di Indonesia kalau lembaga pendidikannya aja dijadikan bahan perdagangan?”Begitu kata seorang teman dalam obrolan santai kami di sore hari. Kalimatnya singkat, tapi menohok. Aku sempat terdiam mendengar ucapannya. Di satu sisi, aku tahu maksudnya: banyak lembaga pendidikan sekarang yang rasanya lebih fokus ke bisnis daripada misi mendidik. Di sisi lain, aku juga paham perasaan para orang tua yang ingin memberikan pendidikan terbaik untuk anak-anak mereka — meskipun harus merogoh kantong dalam-dalam. Tapi, bukankah ironis kalau pendidikan — sesuatu yang seharusnya menjadi jalan untuk mencerdaskan bangsa — justru jadi ajang jual-beli gengsi? Ketika Sekolah Jadi Etalase Gengsi…


