(Catatan) Buku Anak Juga Manusia #2

Ini adalah catatan kedua dari buku Anak Juga Manusia. Buku yang membuat saya banyak belajar tentang kehidupan anak. Semoga catatan ini banyak memberikan manfaat.

F. Jika Anak Jatuh Cinta

sumber : pinterest

Anak-anak perlu mencintai apa yang mereka kerjakan. Mereka perlu merasa nyaman saat belajar. Suasana kondusif sangat diperlukan. Terkadang kita juga perlu ikut-ikutan belajar atau membaca buku bersama mereka. Hindari amarah karena bisa membuat anak-anak tegang. Dukunglah juga dengan pujian. Jika suasanya sangat kondusif, akan mudah bagi anak-anak untuk mencintai apa yang mereka kerjakan. Mendorong rasa cinta terhadap apa yang mereka kerjakan akan sangat berguna bagi mereka saat dewasa.

Banyak anak yang dirumah merasa serba-salah. Saat benar, dilihat kurangnya. Saat salah, apalagi. Jadi, memang anak yang bermasalah atau kita yag melihatnya selalu salah?

@anakjugamanusia

G. Membangun Konsep Diri Positif Pada Anak

sumber : pinterest

Konsep diri pada anak terdiri atas konsep diri negatif dan positif. Contoh konsep diri negatif adalah merasa bodoh, tidak percaya diri (PD) atau minder. Konsep diri positif tentunya adalah percaya diri, pantang menyerah, berani mencoba, berani gagal dan mempunyai perasaan bahwa ia anak yang pintar dan bisa asal terus mau berusaha.

Bagaimana Membangun Konsep Diri Positif Pada Anak?

Cara membangun konsep diri positif ternyata mudah yaitu dengan sering memberi apresiasi dan dukungan kepada anak. Memarahi dan membentak membuat anak merasa kecil. Namun, memberikan apresiasi dan dukungan akan membuat anak merasa besar. Sering-seringlah memberi apresiasi untuk membangun konsep diri yang positif sehingga potensi otak manusia khususnya anak dapat digunakan secara optimal

Kebahagiaan bukanlah karena anak mencapai sesuatu yang besar di depan sana tetapi karena kita bersyukur pada hal-hal kecil yang akhirnya terkumpul menjadi besar.

@anakjugamanusia

H. Sudah Bahagiakah Anak Anda ?

source : pinterest

Bahagia tidaklah selalu dengan memberikan materi. Apa gunanya kita memberikan hal tersebut dengan berlimpah jika anak sering sakit hati karena kita marahi?

Dalam hubungan orangtua dan anak, seringkali kesalahan dijatuhkan pada anak. Padahal, kita juga bisa salahkan? Setiap kali terjadi sesuatu dengan anak. Sebaiknya kita kembalikan pada diri sendiri dulu, ‘Kenapa ya anakku begini atau begitu?’ Apa karena aku begini atau begitu? Anak adalah akibat dari suatu rangkaian perlakuan yang mereka terima baik dalam keluarga maupun lingkunga sekitar. Mereka adalah respons dari apa yang mereka lihar, dengar dan rasakan. Orangtua bijaksana tidaklah selalu orangtua yang pandai menasihati tetapi yang mau mendengar lebih banyak ketimbang bicara.

Anak-anak suka sekali mengeksplorasi benda-benda yang ada di sekitarnya. Memang begitulah cara mereka belajar tetapi kadang orangtua terlalu cepat melarang.

@anakjugamanusia

I. Pertanyaan Unik Anak Anda

source : pinterest

Pertanyaan anak memang aneh-aneh. Kita perlu memahami bahwa anak cukup kritis karena imajinasi mereka sungguh luar biasa. Mereka mempunyai rasa penasaran yang sangat besar bahkan melebihi kita. Coba pahami pertanyaan anak kita dengan bijakasana. Jika kita tidak tahu jawabannya, simpanlah pertanyaan anak untuk dicari jawabannya bersama.

Bangunlah komunikasi dua arah melalui cara merespons pertanyaan anak dengan bijaksana. Jika kita selalu merespons dengan baik dan bijaksana, kitalah yang akan di cari anak jika ia butuh jawaban. Sangat riskan jika pertanyaan anak sudah berhubungan denagn nilai-nilai kehidupan, lalu ia mendapat jawaban dari orang yang salah pula. Pastikan bahwa kitalah yang pertama di cari anak jika ia mempunyai pertanyaan.

Mendidik anak bukanlah untuk membuat orang lain terkesan. Jadi tidak perlu hiraukan apa kata orang yang belum tentu belajar bagaimana mendidik yang baik.

@anakjugamanusia

J. Anak-Anak Kita (Sebuah Renungan)

source : pinterest

Banyak dari kita berusaha dan sedikit memaksakan agar anak-anak kita berubah menjadi hebat.

Padahal, tugas kita bukanlah untuk meledakkan kehebatan mereka.

Tugas kita adalah mendampingi mereka tumbuh secara alamiah dalam perasaan disayangi.

Lalu, Tuhanlah yang akan memberkatkan perubahan itu.

Dalam proses kita menemani mereka tumbuh dengan penuh kasih sayang, kita juga akan menjadi pribadi yang disayangi.

Waktu kita melebihkan kasih sayang kepada mereka, kasih sayang juga akan dilebihkan kepada kita.

salam hangat,

FHZ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *