Belakangan ini, pergerakan dan kebijakan dari Badan Gizi Nasional (BGN) rasanya semakin menyita perhatian. Sayangnya, bukan melulu karena terobosan yang memukau, melainkan karena aturan-aturannya yang makin ke sini terasa makin menjadi-jadi. Sebagai bagian dari masyarakat awam, saya memang bukan tenaga pendidik melihat rentetan regulasi baru ini sukses membuat saya merasa gemas sekaligus geleng-geleng kepala. Isu terhangat yang sedang ramai dibicarakan adalah rencana BGN mengeluarkan aplikasi khusus. Di aplikasi ini, guru kabarnya diwajibkan untuk memberikan rating atau penilaian terhadap makanan dari BGN yang didistribusikan. Tidak berhenti sampai di urusan pencet bintang di layar ponsel, sebelum makanan didistribusikan kepada murid, guru juga…
-
-
Semesta terkadang memiliki cara yang unik—dan sedikit lucu—dalam mengabulkan keinginan kita. Jika ada yang bertanya bagaimana perjalananku belakangan ini, jawabannya adalah sebuah siklus yang membawaku kembali ke tempat di mana semuanya bermula. Sudah 7 bulan lamanya aku menghabiskan waktu bertugas di Pustu (Puskesmas Pembantu) sejak insiden fraktur yang mengubah drastis ritme kerjaku. Ruang Tenang yang Memaksa Berhenti Sejenak Sebelumnya, hari-hariku dihabiskan dalam hiruk-pikuk Puskesmas Induk dengan segala mobilitasnya. Namun, kondisi memaksaku menepi. Di Pustu, suasananya jauh berbeda. Kebetulan hanya ada aku dan ibu bidan desa yang bertugas. Jika beliau sedang ada jadwal Posyandu atau kegiatan di luar, otomatis aku menjaga…
-
Pernahkah kita mencoba melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain? Sebagai tenaga kesehatan, saya terbiasa melihat Puskesmas dari balik meja kerja. Saya memahami alur pelayanan, mengerti mengapa pasien harus mengambil nomor antrean, tahu alasan petugas meminta kartu identitas, bahkan paham mengapa terkadang pelayanan sedikit terlambat karena banyak hal yang harus dipersiapkan. Namun suatu hari saya berpikir, “Bagaimana jika saya berada di posisi pasien?” Bukan sebagai petugas. Bukan sebagai orang yang memahami sistem. Melainkan sebagai masyarakat biasa yang datang dengan kondisi tubuh yang tidak nyaman dan berharap segera mendapatkan pertolongan. Dan semakin saya membayangkannya, semakin saya memahami bahwa menjadi pasien ternyata…
-
Bayangkan Anda sedang menonton sebuah drama yang menegangkan. Di awal cerita, sang tokoh utama (villain) terlihat tidak berbahaya, mungkin hanya terlihat seperti pencuri kecil. Namun, seiring berjalannya waktu, Anda menyadari bahwa dia sedang meretas seluruh sistem keamanan kota. Seperti itulah campak bekerja di dalam tubuh anak kita. Banyak orang tua yang masih terjebak dalam mitos lama: “Ah, wajar anak kena campak. Paling cuma demam, keluar merah-merah, lalu sembuh sendiri.” Kenyataannya? Di balik ruam merah yang terlihat di permukaan kulit, virus campak sedang melakukan sabotase besar-besaran terhadap sistem kekebalan tubuh anak. Jika dibiarkan tanpa pertahanan yang tepat, “pencuri kecil” ini bisa…
-
Halo, teman-teman pembaca furidisini.com! Bayangkan pemandangan ini: Di meja kerja ada tumpukan berkas, jari kanan lincah klik-klik aplikasi, sementara mata fokus menatap layar yang isinya angka-angka. Iya, aku lagi di fase “War” Entri CKG. Di tengah keheningan (yang sesekali diinterupsi suara printer), tiba-tiba pikiran aku melayang… “Di drama Korea, ada nggak ya adegan dokter atau perawatnya pusing tujuh keliling cuma gara-gara entri data semacam ini?” Lucu ya, kalau kita bandingkan hidup kita sama mereka. Di saat aku lagi semangat-semangatnya mau turun lapangan buat penyuluhan, eh, tiba-tiba langit mendung dan hujan turun deras banget. Acara yang sudah disiapin matang-matang terpaksa tunda.…
-
Pernah nggak sih kamu merasa kalau kasur di hari Minggu pagi itu punya gravitasi sepuluh kali lipat lebih kuat? Rasanya dosa banget mau ninggalin selimut, apalagi di Magelang yang udaranya dingin-dingin empuk bikin mager. Tapi, demi sebuah legenda bernama Soto Ayam Pak Trimo Magelang, aku rela mematahkan hukum fisika itu. Lupakan leyeh-leyeh sampai siang. Minggu pagi ini misinya jelas: Bangun subuh, cuci muka (mandi urusan belakangan), dan tancap gas sebelum keduluan orang sekecamatan. Kenapa harus sedrama itu di hari libur? Karena warung soto yang satu ini punya jam operasional yang lebih disiplin daripada apel pagi. Telat sedikit, siap-siap gigit jari…



