Biasanya, jika mendengar nama Boy Candra, apa yang pertama kali terlintas di benakmu? Mungkin kutipan tentang hujan, senja, patah hati, atau perjuangan melupakan mantan kekasih. Boy Candra memang ikon bagi mereka yang sedang merayakan perasaan.
Namun, tunggu dulu. Kali ini, penulis best-seller tersebut menaruh sejenak pena “galau”-nya dan mengajak kita duduk santai di teras rumah, ditemani seekor makhluk berbulu yang manja.
Dongeng Kucing
Karya : Boy Chandra
Terbit : Juli, 2024
Penerbit : Penerbit Gramedia Widisarana
ISBN : 978-602-05-3082-6

Selamat datang di buku “Dongeng Kucing”, sebuah persembahan manis yang diterbitkan oleh Grasindo. Buku ini bukan tentang tips merawat anabul, melainkan sebuah refleksi kehidupan yang diceritakan melalui kacamata (atau mata tajam) seekor kucing.
Buku ini berisi kumpulan cerita fabel yang ringan namun menohok. Boy Candra menggunakan tokoh-tokoh kucing untuk menggambarkan watak manusia, konflik sosial, hingga dinamika persahabatan.
Kamu tidak akan menemukan panduan teknis memelihara kucing di sini. Sebaliknya, kamu akan menemukan kisah-kisah di mana kucing berbicara, berpikir, dan merasakan hal-hal yang sangat “manusiawi”. Ada kucing yang sombong, ada yang setia kawan, ada pula yang berjuang mempertahankan wilayahnya—sebuah metafora manis tentang bagaimana kita menjalani hidup sehari-hari.

Mengapa Buku Ini Asyik Dibaca?
1. Sisi Lain Boy Candra
Membaca buku ini terasa menyegarkan. Jika kamu jenuh dengan novel romansa yang berat, Dongeng Kucing adalah palate cleanser yang sempurna. Gaya bahasanya tetap khas Boy Candra: lugas, mengalir, dan mudah dipahami, tetapi temanya jauh lebih universal dan hangat.
2. Renyah, Tapi Berisi
Jangan tertipu dengan judulnya yang terdengar seperti buku anak-anak. Meski dikemas sebagai dongeng, isu yang diangkat cukup relevan untuk orang dewasa. Mulai dari keserakahan, loyalitas, hingga cara menghargai perbedaan.
Sisi Edukatif: Belajar dari Makhluk Berkaki Empat
Apa yang bisa kita pelajari dari buku ini? Banyak!
- Pentingnya Empati: Melalui sudut pandang hewan, kita diajak untuk lebih peka terhadap makhluk lain di sekitar kita. Bahwa hewan pun memiliki “dunia” dan perasaannya sendiri.
- Kesederhanaan Hidup: Kucing mengajarkan kita bahwa bahagia itu sederhana. Cukup makan, tempat tidur hangat, dan teman yang baik. Di tengah hiruk-pikuk manusia yang mengejar ambisi, filosofi kucing ini menjadi pengingat yang menenangkan.
- Cermin Perilaku Manusia: Sifat-sifat tokoh kucing di buku ini adalah cerminan sifat manusia. Ini adalah cara edukatif untuk introspeksi diri tanpa merasa digurui.

Bacaan Ringan Teman Minum Teh
Dongeng Kucing adalah buku yang cocok dibaca saat akhir pekan, ditemani secangkir teh hangat (dan kucing kesayanganmu, jika punya). Buku ini membuktikan bahwa Boy Candra adalah penulis yang versatile (serba bisa). Ia mampu menyentuh hati pembaca tidak hanya lewat kisah cinta manusia, tapi juga lewat tingkah polah kucing.
Bagi penggemar Boy Candra, ini adalah koleksi wajib untuk melihat warna baru sang penulis. Bagi pencinta kucing, ini adalah surat cinta yang manis untuk hewan kesayangan kita.
Tertarik menyelami dunia kucing yang penuh hikmah ini? Jangan sampai kehabisan! Segera dapatkan buku Dongeng Kucing di Gramedia atau toko buku online kesayanganmu. Sudah baca bukunya? Yuk, bagikan pendapatmu di kolom komentar: karakter kucing mana yang paling mirip dengan kepribadianmu?



