Semangkuk ramen kuah kental dengan topping daging dan telur di UNO Ramen Salatiga. (2)

Review Jujur UNO Ramen Salatiga: Nekat Melipir ke Luar Kota Demi Semangkok Ramen?

Halo sobat lapar yang kalau ditanya “mau makan apa” jawabnya “terserah”!

Jujurly, kemarin itu aku lagi nggak ada angin nggak ada hujan, tiba-tiba kayak kesambet jin “penasaran”. Bukan ngidam sih, tapi kayak ada bisikan ghaib yang bilang, “Fur, main ke Salatiga yuk, ada ramen enak loh.”

Sebagai manusia yang lemah iman kalau soal perut, apalagi kalau denger kata “enak”, pertahanan dietku langsung runtuh seketika. Tanpa pikir panjang (dan tanpa hitung-hitung bensin), aku langsung gas tipis-tipis dari kota asalku menuju ke Salatiga.

Tujuannya cuma satu: membuktikan kehebohan UNO Ramen Salatiga.

Kira-kira effort perjalanan jauh ini bakal berbuah manis atau malah zonk? Yuk, simak dongeng kulinernya di bawah ini!

Desain interior UNO Ramen Salatiga yang estetik dan nyaman

Lokasi Strategis & Parkiran

Lokasinya ternyata gampang banget dicari karena ada di sekitaran Alun-Alun Salatiga. Sebagai pendatang yang buta arah dan cuma mengandalkan Google Maps, patokan “Alun-Alun” itu benar-benar penyelamat bangsa.

Buat kalian yang mau touring kuliner ke sini naik motor, aman sentosa. Parkirannya luas dan santai, motor bisa berjejer rapi. Tapi, kalau kalian bawa rombongan pakai mobil, parkirnya emang agak tricky. Saranku, mending parkir di area umum sekitar Alun-Alun Salatiga aja.

Jauh? Nggak kok! Justru asyik, abis parkir mobil bisa jalan santai menikmati suasana sore Salatiga yang adem. Anggap aja pemanasan cardio dulu sebelum perut dimanjain karbohidrat jahat.

Desain interior UNO Ramen Salatiga yang estetik dan nyaman (2)

Bayar Dulu, Baru Cari Posisi Wenak

Begitu sampai, jangan langsung nyelonong cari kursi kosong kayak di warteg ya, Bestie. Di sini ada SOP-nya biar tertib.

Jadi, sembari kita nunggu antrian (kalau lagi ramai), mending kalian intip-intip dulu buku menunya. Biar pas giliran dipanggil mbaknya, kita udah sat-set tau mau pesen apa. Nggak pake bingung “aduh apa ya, yang enak mana ya” sampe bikin antrian belakang emosi.

Sistemnya di sini tuh pesan dan bayar di awal. Jadi pas ketemu mbak kasir (yang dandanannya cosplay tipis-tipis ala Jepang itu lho, ramah banget!), kita sebutin pesanan, bayar lunas, baru deh dikasih nomor meja.

Enaknya, abis dapat nomor meja, kita bebas milih meja mana aja yang kita suka (selama masih kosong ya). Jadi mata harus jeli nih scanning spot ternyaman!

Tempatnya sendiri punya tiga lantai dengan sensasi beda-beda:

  • Lantai 1 & 2: Pakai meja kursi biasa. Zona aman buat yang kakinya gampang kesemutan kalau duduk di bawah.

  • Lantai 3: Nah, ini zona “VIP” alias terbatas. Konsepnya lesehan tapi cuma ada 4 meja aja! Kalau kalian dapet di sini, berasa agak private gitu walaupun tempatnya sebenernya nggak luas-luas amat.

Oh iya, di sini nggak ada lampion merah gantung yang biasa ada di festival Jepang ya. Gantinya, mata kita dimanjain sama lukisan-lukisan Jepang di dinding. Cukup estetik kok buat foto tipis-tipis biar dikira lagi liburan di Tokyo (padahal di Salatiga).

Semangkuk ramen kuah kental dengan topping daging dan telur di UNO Ramen Salatiga.

Misi Utama: Menjajal Kuah Ramennya

Setelah pilih meja dan duduk manis nunggu pesanan diantar, akhirnya momen penentuan tiba.

Kemarin aku pesen Hot Lava Katsu.

Pas mangkoknya mendarat di meja… Beuh! Aromanya langsung menyapa hidung. Tampilannya juga menggoda banget buat langsung disikat.

Mari kita bedah rasanya, apakah sepadan dengan perjalanan jauhku?

  1. Mie-nya: Teksturnya kenyal pas. Nggak lembek, nggak keras. Tipe mie yang enak diseruput.

  2. Kuahnya: Ini kuncinya. Kuahnya tuh rich, kental, dan bumbu-nya berasa banget. Gurihnya dapet, pedasnya sopan di lidah. Fix, ini obat capek di jalan yang ampuh.

Aku juga pesen side dish dimsum sama gohyong  buat nemenin ramennya biar makin lengkap.

Pelayan-UNO-Ramen-Salatiga-dengan-kostum-ala-Jepang-melayani-pelanggan

Harga: Dompet Aman atau Menjerit?

Biasanya kalau udah jalan-jalan ke luar kota, kita siap-siap budget lebih kan? Tapi ternyata di sini harganya masih sangat reasonable alias masuk akal!

Untuk semangkok ramen ini, kisaran harganya sekitar Rp 10.000 – Rp 30.000-an.

Menurutku ini worth it banget. Perut kenyang, hati senang, dan nggak bikin dompet “teriak” minta tolong. Masih bisa lah buat beli oleh-oleh pas pulang nanti.

Kesimpulan: Yay or Nay? BIG YAY!

Jadi, apakah perjalanan ke Salatiga demi UNO Ramen ini sepadan? Jawabannya: IYA.

Buat kalian yang tinggal di luar Salatiga dan lagi cari ide mau ke mana weekend ini, tempat ini boleh banget dicoba. Sekalian jalan-jalan, sekalian makan enak.

Sekian dulu cerita kulineran Furi kali ini. Sekarang waktunya aku pulang ke habitat asal dengan perut kenyang.

Kalian ada rekomendasi kuliner Salatiga lain yang wajib aku samperin kalau lagi main ke sana lagi? Komen di bawah ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *