Kalau kamu pernah merasa rindu itu datang tiba-tiba, seperti hujan sore yang menyapa tanpa permisi — nah, selamat datang di dunia Rinduku Sederas Hujan Sore Itu. Kumpulan cerpen dan puisi karya J. S. Khairen ini menyuguhkan emosi yang ringan sekaligus mengena, ditata dalam 19 cerpen dan 10 puisi yang tak bisa dilewatkan begitu saja.
Rinduku Sederas Hujan Sore Itu
Penulis : Jombang Santani Khairen
Penerbit : PT. Gramedia Widiasarana
Terbit : Januari, 2025
ISBN : 978-602-05-3136-6

Dalam buku ini, Khairen mengeksplor tema-tema yang luas dan personal: dari kehilangan, cinta, hingga kisah fantasi dan slice of life. Ceritanya bisa menyentuh hati seperti di Dosa, yang menyampaikan sepenggal rindu anak pada ibu yang tiada. Atau Mungkin Aku yang Jahanam, yang mengeksplorasi kedalaman cinta seorang ibu di tengah kekerasan domestik dan pemisahan hubungan dengan anak. Ada juga cerita ringan tapi berkesan seperti Abregedew, tentang kucing yang nekat demi perhatian tuannya, hingga fantasi imajinatif di Nusantara Top Secret Project.
“Kadang, bisingnya orang-orang itu tak berguna. Seperti uang receh berbenturan dalam celengan. Nilainya tak seberapa, tetapi hebohnya luar biasa.”
“Mereka bilang hidup terlalu singkat. Berbuat baik atau menebar kebencian? Mereka bilang hidup terlalu panjang. Menyesali kehidupan atau merayakan kematian?”
Itu hanya sebagian kecil dari banyak kutipan yang berhasil menghentakkan perasaan pembaca — kayak tepukan halus dari hujan sore.
Apa yang Bikin Buku Ini Istimewa?
-
Ragam Genre: Dari realisme emosional hingga fantasi, kitab ini bawa kamu berkelana penuh rasa.
-
Pendekatan Emotif: Cerpen dan puisinya bukan hanya bercerita—melainkan menggugah hati.
-
Gaya Bahasa yang Jujur Tapi Mengena: Khairen menulis sederhana, tapi tiap kalimat terasa raw dan manusiawi.
- Relatable: Banyak pembaca menemukan potongan kisahnya “mirror-self”—makanya resonansinya kuat.

Untuk Siapa Buku Ini?
-
Pencinta cerpen atau puisi yang menyentuh
-
Pembaca yang lagi ingin refleksi ringan tapi mendalam
-
Siapa pun yang pernah rindu berat atau merenungi kefanaan hidup
-
Pembaca yang suka cerita pendek yang punya “pukulan emosional” tajam
Buku Rinduku Sederas Hujan Sore Itu bukan hanya bacaan — dia adalah perasaan yang dituangkan jadi kata. Suaranya lembut, namun gaungnya bisa bertahan lama. Kalau kamu sedang merindukan keabadian di balik tetesan hujan, buku ini mungkin jadi sahabat bisu buat sore-sore kamu yang sepi—tapi penuh rasa.
Itu dia sedikit curhat plus ulasan tentang Rinduku Sederas Hujan Sore Itu. Kalau kamu suka cerita yang bikin hati anget sekaligus nyesek manis, buku ini wajib masuk daftar bacaanmu.

Kalau kamu sudah pernah baca, ayo sharing di kolom komentar di bawah—siapa tahu kita bisa sama-sama membedah momen favorit (atau paling bikin nangis) dari buku ini. Dan kalau belum, coba deh mulai, siapa tahu kamu jadi menemukan “hujan” versi kamu sendiri.
Oh iya, kalau kamu punya rekomendasi buku JS Khairen lainnya atau novel Indonesia yang menurutmu wajib dibaca, tulis di kolom komentar juga, ya!
Yuk, kita ngobrol seru tentang buku di blog ini—karena membaca itu lebih asik kalau dibagi.



