[SHARE] Pengalaman Shalat di Masjid Nabawi Madinah

Siapa tak terpana melihat payung-payung cantik nan indah di pelataran Masjid Nabawi? Masjid Nabawi adalah sebuah masjid yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW setelah beliau hijrah ke Madinah. Masjid Nabawi merupakan masjid utama kedua umat islam setelah Masjidil Haram.

Sejarah Masjid Nabawi

Sebelum menjadi masjid termegah dan termewah seperti sekarang, dahulu Nabawi merupakan lahan kosong yang ditumbuhi oleh pohon-pohon kurma. Tanahnya adalah milik dua anak yaitu Sahl dan Suhail bin Amr yang kemudian dibeli oleh Rasulullah untuk dibangun masjid dan rumah beliau.

Arsitektur Masjid Nabawi

Tempat pemberhentian pertama unta yang ditunggangi Nabi Muhammad ketika beliau tiba di Masjid menjadi lokasi pembangunan Masjid ini. Awalnya Masjid Nabawi berukuran 50×50 m dengan tinggi atap sekitar 3,5m. Konon sekitar 150 tahun yang lalu, kubah masjid ini berwarna ungu. Karena kabarnya warga Arab di wilayah Hijaz sangat menyukai warna ungu.

Rumah-rumah yang berada di Timur Tengah umumnya berbentuk kotak dengan pelataran luas didalamnya. Sama halnya dengan kediaman Rasulullah, pelatarannya sering digunakan beliau mengadakan rapat atau diskusi bersama para sahabatnya. Di sisi selatan pelataran dibuat serambi beratap yang ditopang oleh tiga deret tiang dari batang pohon palm.

Struktur arsitektur masjid yang memiliki pelataran terbuka ternyata kemudian menjadi bentuk dan struktur masjid yang disukai didunia muslim termasuk Masjid Istiqlal di Jakarta. Kita juga dapat menemui payung-payung indah seperti Masjid Nabawi di Semarang yakni di Masjid Agung Jawa Tengah.

Renovasi Masjid Nabawi

Perbaikan Masjid Nabawi pertama kali dilakukan pada masa Khalifah Umar bin Khattab tahun 17 H dengan menambah sebidang tanah dibagian utara. Kemudian dilanjutkan semasa Usman bin Affan menjadi Khalifah. Renovasi selanjutnya dilakukan pada zaman pemerintahan Khalifah Walid bin Abdul Malik dari Dinasti Umayyah. Umar bin Abdul Aziz yang ketika itu menjabat sebagai Gubernur Madinah memerintahkan pembangunan kembali Masjid Nabawi. Dalam kesempatan itu, Umar bin Abdul Aziz menambahkan mihrab di dalam masjid.

Mihrab

Mihrab merupakan bagian dari masjid yang digunakan imam untuk memimpin shalat. Pada umumnya masjid hanya mempunyai satu mihrab tetapi berbeda dengan Masjid Nabawi yang dilengkapi hingga tiga mihrab. Mihrab yang satu dipakai untuk imam memimpin shalat berjamaah, mihrab kedua adalah Suleymaniye yang dibangun atas perintah Sultan Suleyman untuk Imam Hanafi memimpin shalat, sedangkan satu mihrab lagi yaitu untuk Imam Maliki yang dulu sering ditempati Rasulullah untuk memimpin shalat.

Proyek Besar Perluasan Masjid Nabawi

Di zaman modern Raja Abdul Aziz dari Kerajaan Arab Saudi memperluas masjid ini menjadi 6042 meter persegi pada tahun 1372 H. Perluasan ini kemudian dilanjutkan oleh penerusnya yakni Raja Fahd. Pada bulan Shafar 1405 H atau November 1984 M, beliau meletakkan batu pertama proyek perluasan Masjid Nabawi yang paling signifikan dan termegah sepanjang sejarah. Proyek besar ini dengan menggusur bangunan hotel-hotel bertingkat, pasar dan kompleks pertokoan di sekitarnya yang berdiri di atas tanah seluas 100.000 meter persegi.

Kemudian diatas tanah tersebut dibangun masjid baru seluas 82.000 meter persegi yang mengitari dan menyatu dengan masjid yang sudah ada. Dengan tambahan bangunan batu ini, luas lantai dasar Masjid Nabawi kira-kira 90.000 meter persegi yang dapat menampung 167.000 jamaah. Lantai atas digunakan untuk shalat seluas 67.000 meter persegi yang menampung sebanyak 90.000 jamaah.

Masjid Nabawi kini memiliki 10 menara setinggi 105 meter persegi, 26 kubah, 59 pintu gerbang, 6800 keran tempat wudhu, 560 pipa keran air minum dan 2500 toilet. Masjid ini juga dilengkapi dengan tempat parkir bawah tanah yang dapat menampung 4500 mobil. Pada musim biasa, Masjid Nabawi dapat menampung 650.000 jamaah secara bersamaan. Sedangkan pada musim haji atau bulan Ramadhan lebih dari 1000000 jamaah.

Payung-Payung di Pelataran Masjid Nabawi

Khusus area pelataran masjid untuk kenyamanan jamaah beribadah terdapat payung-payung raksasa berdiameter 20m yang akan terbuka setiap pukul 06.00 WAS dan menutup pada pukul 18.00 WAS. Banyak blower air yang secara otomatis berfungsi menambah kelembaban. Payung-payung ini merupakan hasil perpaduan arsitektur modern dan teknologi canggih.

Pada saat menutup payung-payung yang berjumlah 250 tiang ini membentuk menara-menara kecil dan menambah kemewahan Masjid Nabawi. Menurut informasi payung-payung raksasan di pelataran Masjid Nabawi merupakan kerjasama perusahaan Jerman dan Jepang. Proyek tersebut melibatkan berbagai pihak termasuk arsitek Sl-Rasch, Kementrian Arab Saudi, pabrik payung Jerman yaitu Liebherr serta perusahaan jepang yaitu Taiyo Kogyo.

Kalau diperhatikan dengan seksama, di pinggir payung tersebut terdapat pita biru yang mengelilinginya. Ternyata pita tersebut terbuat dari material khusus yang bisa membuat suhu dibawahnya turun 8 derajat celcius secara otomatis.

Ada Makam Rasulullah dan Para Sahabat

Selain keistimewaan dari segi arsitektur dan teknologi, masjid ini memiliki keistimewaan disisi Allah SWT dan RasulNya. Disini ada makam Rasulullah dan dua sahabatnya yakni Abu Bakar as Shiddiq dan Umar bin Khattab. Ada juga Raudhah yang menjadi taman surga dimana tempat yang mustajab untuk berdoa.

Raudhah

Alhamdulillah saya berkesempatan masuk ke dalam Raudhah, bisa shalat mutlak 2 rakaat dan sujud doa. Saat ini terdapat aturan baru untuk bisa masuk ke dalam Raudhah , jamaah harus memiliki surat ijin atau tasrih. Entah untuk tahun sekarang, semoga saja tak perlu ada surat ijin dan makin dipermudah. Dalam pelaksanaannya selain menggunakan tasrih, jamaah juga sudah diatur berdasarkan jadwal yang sudah ditentukan. Sehingga dengan adanya aturan yang baru ini tidak ada lagi rebutan atau berdesak-desakkan untuk masuk Raudhah.

Jadwa masuk antara laki-laki dan perempuan juga diatur. Jadwal masuk Raudhah jamaah perempuan pukul 07.00 sampai 10.00 WAS. Sedangkan untuk laki-laki pukul 17.00 – selesai. Semuanya baik laki-laki maupun perempuan masuk melalui gerbang 37 atau pintu Bilal bin Rabah.

Shalat di Masjid Nabawi

Shalat di Masjid Nabawi besar pahalanya dari seribu kali shalat di masjid lain kecuali Masjidil Haram, Ibadah Arbain sesuai dengan Hadist Rasulullah

Barangsiapa melakukan shalat di Masjidku sebanyak empat puluh kali tanpa luput satu kali shalat pun maka akan dicatat kebebasannya dari neraka kebebasan dari siksa dan terhindarlah ia dari kemunafikan.

FYI :

Jamaah haji/umroh perempuan dapat masuk Raudhah kapan saja selain hari Jum’at (Jum’at : libur) melalui pintu 31 atay 32 selepas subuh dan isya’ (tanpa perlu menunjukkan tasrih)

Tempat pertama yang menikmati listrik yaitu Masjid Nabawi di tahun 1909. Kerajaan ottomanlah yang memperkenalkan listrik di jazirah arab. Pada saat Madinah dikepung saat Perang Dunia I, panglima ottoman memerintahkan untuk memindahkan barang-barang milik Rasulullah ke Istanbul. Bagi yang ingin melihat benda peninggalan Rasulullah bisa datang ke Museum Topkapi di Istanbul, Turki.

seklumit pengalaman saat di Masjid Nabawi, semoga saya dipertemukan kembali dan bisa menginjakkan kaki ke Masjid Nabawi, berdoa di sana. Aamiin. huhuhu jadi kangen T_T

semoga membantu ~~~

share juga pengalaman kalian di Masjid Nabawi!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *