Hidup di era modern seperti sekarang sering kali membuat kita mudah cemas. Peran media sosial turut memengaruhi. Jika dulu yang kita lihat hanya hal-hal di sekitar kita, sekarang kita bisa memantau siapa saja melalui media sosial baik orang yang kita kenal maupun tidak. hal ini membuat kita rentan dan sering membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Melihat prestasi orang lain tanpa di sadari kita merasa tidak ingin kalah dan akhirnya kita pun memamerkan apa yang kita miliki, meskipun sebenarnya kita tidak selalu puas dengan apa yang sudah kita miliki. Patokan kita selalu adalah orang-orang yang berada di atas kita.
The Art of Stoicism (Kita Punya Kuasa Atas Hidup Kita)
Penulis : Adora Kinara
Terbit : 2023
Penerbit : Jendela Penerbit
ISBN : 978-623-88622-0-7
Stoikisme atau stoicism adalah kemampuan untuk bertahan dalam menghadapi rasa sakit atau kesulitan tanpa mengeluh. Ini adalah sebuah aliran filsafat kuno yang berasal dari Yunani dan pertama kali diusulkan oleh seorang filsuf bernama Zeno. Dalam stoikisme hidup didefinisikan dalam dua dimensi :
- Dimensi pertama adalah dimensi internal yang mencakup segala sesuatu yang berada dalam kendali penuh kita
- Dimensi kedua adalah dimensi eksternal atau yang dikenal dengan sebutan dikotomi kendali yang mengacu pada hal-hal di luar kendali kita seperti tanggapan orang lain, pendapat orang lain dan apa yang dipikirkan orang lain.

Prinsip stoikisme terdiri atas :
- Kelola Harapan dan Penilaian
Sebagai manusia memiliki harapan yang tinggi adalah hal yang wajar. Namun menjadi tidak realistis jika harapan kita tidak sejalan dengan kemampuan yang dimiliki. Ketika terdapat kesenjangan besar antara harapan dan kenyataan. Hal ini dapat menyebabkan kecemasan, frustasi dan konflik dengan orang lain. Salah satu cara untuk mengelola harapan adalah dengan sesekali merenungkan skenario terburuk melalui latihan yang disebut visualisasi negatif.
- Sadar Diri
Tidak mungkin bagi kita untuk mengendalikan segala hal yang terjadi di dunia ini. Kita perlu menyadari bahwa ada banyak aspek dalam kehidupan yang tidak dapat kita pengaruhi atau kendalikan. Namun ada banyak hal yang dapat kita ubah, seperti pikiran kita, kebiasaan kita dan tindakan kita sendiri.
- Pahami Arti Keseimbangan Batin dan Praktikkan
Keseimbangan batin merupakan aspek penting dalam konsep stoikisme dimana ketenangan menjadi pusat dari filsafat stoa itu sendiri.
- Berdamai dengan Emosi
Seberapa sering kita merasa gelisah atau terganggu oleh sesuatu tanpa bisa benar-benar mengungkapkan alasannya secara jelas?. Mungkin lebih sering daripada yang kita sadari. Dengan menciptakan ketenangan dalam diri kita, kita dapat menemukan kedamaian terhadap emosi dan akar penyebabnya.
- Hidup Serasi dengan Alam
Beberapa kebiasan positif yang bisa dibangun menurut Stoikisme antara lain :
- Cintailah Dirimu Sendiri
Dalam usaha mencintai diri sendiri, kita harus belajar untuk menerima diri kita dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ada saat ini. Jika kita terus-menerus terpengaruh oleh pendapat orang lain maka usaha kita untuk mencintai diri sendiri menjadi sia-sia. jadi, mari kita berusaha mengasah kemampuan untuk mencintai diri sendiri dan menghargai diri kita dengan segala keunikan yang ada.
- Hiduplah Untuk Lebih Bermanfaat
Kebermanfaatan seseorang tidak selalu dinilai berdasarkan kemurahan hati yang melimpah, harta yang melimpah atau benda-benda mewah. Sebaliknya ungkapan selamat, senyuman tulus atau bantuan yang diberikan dengan sungguh-sungguh juga dapat menjadi wujud kebermanfaatan. Oleh karena itu tidaklah perlu menunggu kekayaan untuk menjadi bermanfaat. Sesuatu yang kita anggap sepele ternyata bisa memiliki makna yang sangat berarti bagi mereka yang membutuhkannya.
- Jadilah Pribadi yang Kuat
Kehidupan yang kita jalani tidak akan terlepas dari tekanan dan rintangan baik dalam pendidikan, pekerjaan, hubungan sosial, percintaan, keluarga atau dalam meraih impian, mental yang kuat sangatlah penting. Sayangnya tidak semua orang terlahir dengan kekuatan mental yang sama. Cara yang dapat dilakukan untuk mengasah ketahanan mental menurut stoikisme : selalu berpikiran positif, mengingat Tuhan, tidak terlalu memikirkan perkataan orang lain, asah kemampuan diri, lakukan satu hal sulit setiap minggu secara rutin, jaga kesehatan fisik dengan baik, menulis hal-hal yang kita syukuri, berani menerima perubahan dalam hidup, luangkan waktu untuk mengevaluasi diri setiap hari, habiskan waktu dengan orang-orang terdekat dan bertekad untuk menghilangkan satu kebiasaan buruk.
- Jangan Biarkan Orang Lain Merusak Kedamaianmu
Cara terbaik untuk menghadapi orang-orang yang menyebalkan adalah dengan mengabaikannya. Dengan cara ini kita dapat mempertahankan kedamaian dan kebahagiaan dalam hidup kita. Menghabiskan waktu dan energi untuk orang-orang yang tidak memiliki dampak positif pada kita hanya akan sia-sia. Prinsip stoikisme menawarkan tiga cara untuk menghadapi orang-orang sulit yaitu dengan berusaha tidak memedulikan, menyadari bahwa mereka tidak dapat dihindari dan mengendalikan pikiran kita sendiri.
- Jangan Melarikan Diri dari Kesulitan
Kita perlu menyadari bahwa tantangan dan kesulitan adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan ini. Mereka datang dalam berbagai bentuk dan bisa melibatkan pekerjaan, karier, hubungan dengan teman, keluarga, pacar atau pasangan hidup. Setiap kali kita berhasil mengatasi satu kesulitan itu berarti kita telah mengalami pertumbuhan dan perubahan dalam diri kita. Kita bisa menjadi pribadi yang lebih kuat dan lebih baik dengan kemampuan baru untuk menghadapi masalah, memperbarui keterampilan kerja dll. Apapun beratnya kita memiliki kekuatan untuk melaluinya.

Jadilah manusia yang berusaha untuk melakukan kebaikan setiap hari, karena hidup yang bermanfaat adalah hidup yang memperkaya jiwa dan memberikan arti yang lebih dalam. (Marcus Aurelius)
Selamat Bertumbuh 🙂


