Kecakapan literasi anak dapat ditumbuhkan sejak dini. Banyak hal dapat dilakukan orang tua. Salah satunya mengenalkan mereka kepada kekayaan kata-kata melalui cerita. Stimulasi cerita tak hanya mengembangkan kecakapan berbahasa anak tetapi juga kecerdasan nalar, sosial dan emosi mereka.

Saatnya Bercerita (Mengenalkan Literasi Sejak Dini)
Pengarang : Sofie Dewayani dan Roosie Setiawan
Editor : Flora Maharani
Terbit : 2018
Penerbit : PT Kanisius
ISBN : 978-979-21-5776-5
Tidak tumbuhnya minat membaca pada anak sebagian disebabkan oleh fakta bahwa literasi dini tidak ditumbuhkan pada tiga tahun pertama kehidupan anak. Kecakapan literasi dini yang ditumbuhkan secara optimal berperan penting dalam pengembangan potensi anak di sepanjang hidupnya. Kegiatan mengembangkan literasi dini di lakukan secara natural dalam lingkungan yang melibatkan orang-orang terdekat sehingga nyaman bagi anak. Beberapa kegiatan di rumah yang dapat dilakukan orang tua untuk mengembangkan literasi dini adalah sebagai berikut :
- mengajak berbicara
- bercerita
- menanyakan pertanyaan terbuka (benda apa itu?, berapa benda yang kamu punya?)
- membacakan buku bergambar
- menggambar
- mengidentifikasi beragam bentuk huruf dan angka
- bermain peran

Anak yang dibesarkan dalam lingkungan yang kaya dengan cerita akan tumbuh dengan kecakapan dan kecerdasan berbahasa. Cerita tidak hanya menjembatani perkembangan kognisi dan kemampuan berbahasa anak tetapi juga menjadi jendela bagi imajinasi anak. Bercerita adalah praktik interaksi sosial yang mudah karena merupakan budaya manusia yang paling purba. Hampir setiap orang dapat melakukannya secara natural karena mereka melihat dan mempraktikkannya secara turun-temurun. Orang dewasa dapat bercerita dengan membacakan buku dan bahan bacaan lain. Apabila bacaan tidak tersedia sumber cerita dapat berupa pengalaman sehari-hari, pengalaman masa kecil orang dewasa atau cerita rakyat yang begitu banyak tersedia di sekeliling kita. Kegiatan bercerita mungkin merupakan kegiatan yang sederhana tetapi memiliki manfaat sangat besar diantaranya :
- menanamkan nilai-nilai kepada anak
- meningkatkan kecakapan komunikasi verbal
- meningkatkan kreativitas dan daya imajinasi
- media untuk mengasah ingatan
- meluaskan cakrawala pengetahuan anak
- meningkatkan kecakapan literasi visual
- meningkatkan perbendaharaan kosakata
- menumbuhkan empati dan kecerdasan emosional anak
Kegiatan literasi yang mengeksplorasi keempat keterampilan berbahasa : menyimak, membaca, berbicara dan menulis atau menggambar dapat difasilitasi oleh beragam media, media digital adalah salah satunya. Namun perlu diingat bahwa sebaik apa pun peran media digital atau perangkat teknologi lain dalam mendorong kegiatan literasi usia dini, media ini tetap tak menawarkan satu fitur yang paling penting yaitu ikatan emosi yag tumbuh dari cinta kasih. Tatapan mata, sentuhan, pelukan, gestur yang melindungi dan intonasi suara orang tua yang menenangkan ketika bercerita memberikan rasa aman dan nyaman kepada anak. Ikatan emosi yang terjalin melalui kegiatan bercerita pada usia dini menguatkan fondasi bagi proses tumbuh-kembang anak dan memampukannya untuk tumbuh menjadi pribadi dengan kepercayaan diri yang baik.

Momen bercerita merekatkan relasi dalam keluarga dan menumbuhkan kebahagiaan. Mari menjadi orang tua yang bahagia. Mari berbagi cerita. Selamat bercerita!


