Selama lebih dari 40 tahun Denmark selalu terpilih menjadi negara paling bahagia sedunia menurut World Happiness Report oleh PBB. Tak terhitung banyaknya artikel dan kajian yang berusaha memecahkan misteri ini. Setelah riset bertahun-tahun ternyata jawabannya sangat sederhana. Ini karena gaya pengasuhan mereka. Filosofi orang Denmark dalam membesarkan anak terbukti memberikan hasil yang cukup efektif; anak-anak yang tangguh, emosi terkendali dan bahagia. Warisan inilah yang membuat Denmark selalu menempati urutan pertama indeks kebahagiaan seluruh dunia.
The Danish Way of Parenting (Rahasia Orang Denmark Membesarkan Anak)
Penulis : Jessica Joelle Alexander dan Iben Dissing Sandahl
Terbit : April, 2018
Penerbit : PT. Bentang Pustaka
ISBN : 978-602-426-054-1

- Play (Bermain)
Bermain bebas mengajarkan anak-anak untuk meredakan kecemasan. Di Denmark sejak 1871 suami istri Niels dan Erna Juel-Hansen memunculkan pedagogi pertama berdasarkan teori pendidikan yang melibatkan bermain. Mereka menemuka bahwa bermain bebas sangat penting dalam perkembangan anak. Di Denmark tidak ada penekanan untuk pendidikan atau olahraga tertentu tetapi lebih pada anak secara keseluruhan. Orang tua dan guru fokus pada hal-hal seperti sosialisasi, otonomi, keterpaduan, demokrasi dan harga diri. Mereka ingin anak-anak belajar tentang ketangguhan dan menumbuhkan arahan yang tepat dalam diri yang kelak akan memandu mereka menghadapi hidup. Mereka tahu anak-anak akan terdidik dengan baik dan belajar banyak keterampilan.
Jika anak-anak merasa terlalu ditekan mereka dapat kehilangan kesenangan pada apa yang mereka lakukan dan ini akan menimbulkan ketakutan dan kecemasan. Sebagai gantinya orang tua Denmark mencoba untuk bertemu dengan anak-anak dimana mereka merasa aman dalam mencoba keterampilan baru kemudian menantang dan mengajak mereka untuk pergi lebih jauh serta mencoba sesuatu yang baru yang sekiranya masih terasa menarik.
Bermain mempunyai dampak langsung pada semua kemampuan beradaptasi dalam kehidupan. Dalam pandangan orang Denmark, bermain sangat penting bagi kehidupan kanak-kanak sehingga banyak sekolah di Denmark mempunyai program untuk menggiatkan belajar melalui olahraga, permainan dan latihan untuk semua anak. Semakin banyak bermain mereka akan semakin tangguh dan mahir dalam pergaulan.
- Auntentisitas (Keaslian)
Membantu anak-anak mengembangkan kompas internal yang kuat karena mereka belajar untuk mempercayai emosi mereka, mengajari kejujuran kepada diri kita dan kepada anak-anak untuk menumbuhkan nilai karakter yang kuat.
- Reframing (Memaknai Ulang)
Cara yang kuat untuk mengubah persepsi anak-anak terhadap kehidupan dan persepsi kita sendiri. Orang Denmark memilih untuk fokus pada hal baik dari orang-orang daripada hal yang buruk. Mereka mengubah harapan untuk fokus pada gambaran yang lebih besar daripada terjebak pada satu aspek dari setiap argumen dan mereka biasanya cenderung lebih berkarakter dalam pandangan mereka sendiri. Psikolog menyebut orang Denmark sebagai ‘optimis realisis’. Optimis Realistis menyaring informasi negatif yang tidak perlu. Mereka belajar untuk menghilangkan kata-kata dan kejadian negatif serta mengembangkan kebiasaan menerjemahkan situasi ambigu ke dalam sikap yang lebih positif. Mereka tidak melihat sesuatu sebagai hal yang buruk atau baik atau hitam atau putih tetapi sebaiknya menyadari bahwa ada beberapa tingkat warna di antaranya fokus pada aspek situasi yang lebih tidak negatif dan menemukan jalan tengah menurunkan kecemasan dan meningkatkan kesejahteraan.

- Empati
Di sistem sekolah Denmark ada program nasional wajib yang diterapkan sejak pra sekolah yang dinamakan step-by-step. Anak-anak akan diperlihatkan diperlihatkan gambar anak-anak yang menunjukkan emosi yang berbeda: kesedihan, ketakutan, kemarahan, frustasi, kebahagiaan dan seterusnya. Anak-anak berbicara tentang kartu-kartu ini dan mengatakan apa yang mereka rasakan, belajar untuk mengungkapkan perasaan dirinya sendiri dan perasaan orang lain. Mereka belajar berempati, memecahkan masalah, mengendalikan diri dan bagaimana membaca ekspresi wajah. Bagian yang paling dari program ini fasilitator dan anak-anak tidak menghakimi emosi yang mereka lihat. Malahan mereka hanya mengenali dan menghormatinya.
Empati adalah salah satu faktor paling penting untuk menjadi pemimpin, pengusaha, manajer dan juga membuat bisnis yang sukses. Mungkin dengan fokus pada mengajarkan empati dan aktif kepada anak-anak akan menjadikan mereka menjadi manusia yang lebih bahagia pada masa depan.
- No Ultimatum
Pengingat bahwa perebutan kuasa bisa membawa kita kehilangan kesabaran. Banyak orang tua berteriak atau menggunakan hukuman fisik sebagai bentuk dari pendisiplinan. Kita kehilangan kendali sementara kita berharap anak kita tidak melakukannya. Dalam gaya pengasuhan yang otoriter kepercayaan dan kedekatan dengan anak-anak digantikan dengan ketakutan. Ini berhasil dalam jangka pendek tetapi bisa mempunyai konsekuensi dalam jangka panjang. Orang-orang Denmark gaya pengasuhannya yang lebih demokratis menumbuhkan kepercayaan dan ketangguhan pada anak-anak. Anak-anak yang merasa dihargai dan dipahami pada akhirnya akan di bantu untuk memahami serta menghormati aturan, mengembangkan indra pengendalian diri yang lebih kuat dan tentu saja tumbuh menjadi orang dewasa yang lebih bahagia juga stabil secara emosional.

- Togetherness (Kebersamaan) dan Hygge
Cara untuk menumbuhkan hubungan yang paling dekat yang adalah salah satu prediktor terbesar dalam kebahagiaan personal. Dengan belajar bagaimana berhyggae atau bersantai bersama, kita bisa meningkatkan pertemuan keluarga untuk membuatnya menjadi pengalaman yang lebih menyenangkan dan berkesan untuk anak-anak kita. Keluarga bahagia dan dukungan sosial yang kuat menciptakan anak-anak yang bahagia.
selamat bertumbuh!



Empatinya sih yg jarang ditanamkan pada anak indonesia
mari bersama-sama tugas kita sebagai orang tua untuk mewujudkan semua itu 😀