[baca buku] Emang (Perlu) Gua Pikirin?

Banyak orang menjadi insecure sebenarnya bukan karena penilaian orang lain. Melainkan justru karena penilaiannya sendiri kepada dirinya sendiri. Kalau sejak awal kita sudah memandang diri kita payah maka tidak dibutuhkan sebuah hinaan untuk meruntuhkan self worth kita. Cukup tatapan mata tajam saja kita bisa merasa insecure dengan sendirinya. Padahal mungkin orang itu cuma menatap biasa karena berpapasan denganmu. Problem insecurities sebenarnya adalah lebih kepada problem internal antara kita dengan diri kita sendiri. Mengurangi insecurities dimulai dengan menerima diri kita sepenuhnya. Jangan cuma menerima kelebihan, keunggulan dan kebaikanmu. Terimalah juga kekurangan, ketidakbisaan dan kegagalanmu.

EMANG (PERLU) GUA PIKIRIN?

Penulis : Josua Iwan Wahyudi

Terbit : September, 2022

Penerbit : Yrama Widya

ISBN : 978-623-205-720-3

Kenapa kita begitu lelah dan stress sekali menjalani hidup ini? karena kita mengira kesuksesan hanyalah satu atau beberapa bentuk saja. Kita kira kebahagiaan hanya bisa diraih denganĀ  dengan satu atau dua kondisi baku yang berlaku pada semua orang. Dunia mencoba membakukan, meng’kaku’kan dan memaksakan sebuah ketetapan sukses dan bahagia yang diberlakukan pada semua orang. Padahal kondisi hidup kita berbeda-beda sejak lahir kita semua sudah memiliki kondisi yang bervariasi, tidak sama, penuh kesenjangan dan membawa keahlian serta personality yang berbeda-beda. Kita boleh dan berhak menemukan sendiri cara bahagia dan arti kesuksesan kita sendiri. Kamu akan terus (dan makin) insecureĀ kalau kamu :

  • Mencoba mengikuti standar sukses orang lain
  • Melihat yang kamu tak bisa dan membandingkan dengan yang orang lain bisa
  • Terus berasumsi tentang asumsi orang lain terhadap dirimu
  • Tidak bisa mematok kapan kamu cukup

Pernahkah kamu berpikir betapa bahagianya kehidupan seseorang atau betapa enaknya pekerjaan, keluarga atau kegiatan hidup seseorang, hanya karena kamu melihatnya dari media sosial atau mendengar cerita-cerita dari teman? Menariknya di saat kita sedang mengagumi kehidupan orang lain sering kali di saat yang berdekatan ada orang-orang yang juga sedang mengagumi kehidupan kita. Salah satu penyebab kenapa manusia modern semakin hidup dalam kegelisahan dan membawa beban mental emosional yang berat adalah budaya ‘menginginkan lebih’. Dengan berbagai cara kita di dorong, di paksa dan distimulasi untuk punya banyak keinginan tidak boleh berhenti menginginkan sesuatu serta harus lebih dan lebih dan lebih lagi. Semakin banyak yang kita inginkan semakin kita akan merasa kurang. Itu sebabnya kita semakin khawatir, tertekan dan lelah. Kebiasaan dan ‘hawa’ mental orang -orang yang dekat denganmu menentukan pembentukan kebiasaan dan ‘hawa’ mental yang akan kamu miliki.

Membangun inner circle yang suportif, butuh disengaja, diniatkan dan diusahakan untuk mencari, menemukan dan membangun. Tidak bisa ditunggu diam-diam saja. Mulailah dari upgrade diri. Karena rajawali hanya akan mau berkumpul dengan sesamanya.

SEMANGAT!

YOU’RE SPECIAL!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *