‘Hidup ini sebenarnya sederhana tetapi kita berkeras untuk membuatnya rumit’, demikian kata Confucius. Wise qoute dari Confucius ini menegaskan bahwa manusia sering kali menggunakan akal budinya untuk membuat rumit, sulit dan kacau sesuatu yang simpel sederhana. Sehingga bisa disimpulkan bahwa sebenarnya hidup bahagia itu sederhana : memahami, menerima dan mengendalikan mekanisme hidup sesuai sunatullah atau kealamiahan dengan mendayagunakan akal budi yang dianugerahkan-Nya.
Menjaga Kewarasan
Penulis : Fahruddin Faiz
Penyunting : Suhalri dan Wahidian
Terbit : Februari, 2023
Penerbit : MJS Press
ISBN : 978-623-88285-2-4
Ada sebuah peribahasa yang menunjukkan bahwa jatuh cinta kepada diri sendiri adalah rahasia pertama dari kebahagiaan. Sebelum jatuh cinta kepada orang lain alangkah lebih baiknya apabila jatuh cinta kepada diri sendiri terlebih dahulu. Kita adalah makhluk ciptaan Allah, karya Allah, tidak ada yang sia-sia dari ciptaan Allah, semuanya istimewa. Mengapa harus menuangkan cinta untuk diri sendiri? karena kita istimewa dan tidak ada orang seperti kita. Kita bisa saja mencari-cari orang yang sama persis seperti kita tetapi tidak akan menemukan satu pun orang yang benar-benar sama persis.

Manifestasi Self-Love :
- Self-awareness
Menyadari diri; mempunyai pengetahuan sadar tentang kondisi diri; mengetahui kelebihan dan kekurangan diri. Tidak mungkin orang mencintai tanpa pengetahuan, tanpa kepahaman. Bila tidak kenal diri, tidak mungkin akan cinta pada diri.
- Self-worth
Paham tentang nilai; Manusia oleh Allah diciptakan sebagai makhluk yang terbaik, ciptaan terbaik. Mari akui dan yakini harga diri kita. Orang yang merasa dirinya tidak berharga, tidak mungkin ia mencintai dirinya sendiri.
- Self-esteem
Kebanggaan diri; Aku bangga dengan diriku dengan hidupku dengan situasi diriku saat ini.
- Self-care
Peduli terhadap diri; Orang yang mencintai dirinya, ia akan peduli dengan dirinya sendiri.
- Self-assessment
Kemauan untuk melakukan evaluasi diri; Mencintai diri tidak sekadar melayani, peduli, menerima, bersyukur tetapi juga terdapat aspek evaluasi atau aspek perbaikan diri.
Dalam upaya self-love dibutuhkan strategi untuk mewujudkannya.
- Memafkan dan memaklumi masa lalu
Untuk dapat mencintai diri, jadilah pribadi yang memaafkan termasuk memaafkan diri sendiri. Setelahnya lupakan masa lalu. Mulai dengan lembar bagian hidup yang baru untuk menjadi lebih baik lagi sebagai jalan untuk mulai mencintai diri sendiri.
- Jadilah baik untuk diri sendiri
Bila kita tidak mengisi diri dengan cinta kepada diri sendiri berarti dalam diri kita tidak ada cinta. Cinta untuk diri sendiri terlebih dahulu kemudian darinya akan keluar cinta untuk yang lain.
- Ambil kendali atas hidup
Kendalikan sendiri hidup, bila memang keliru akui keliru. Kemudian langkah berikutnya adalah perbaiki. Kita terima bahwa kemarin yang dilakukan memang salah dan kita menjadikannya sebagai pelajaran. Sekarang saatnya memperbaiki diri untuk membuat menjadi mencintai diri. Bila melarikan diri problem yang ada tidak terselesaikan. Kita tidak menjadi lebih baik dan akhirnya akan membenci diri sendiri. Pada akhirnya diri malah benar-benar menjadi korban.
- Bertindak berdasarkan apa yang dibutuhkan bukan apa yang diinginkan
Biasanya orang itu memiliki keinginan yang tak terbatas dan orang yang seperti ini sulit untuk bahagia. Orang yang tidak bahagia yaitu orang yang tidak puas dengan dirinya. Mengapa tidak puas dengan diri sendiri? Biasanya karena target yang diinginkan atau diimpikan tidak terpenuhi. Bisa jadi karena keinginan yang tidak terkendali kemudian ketika keinginan tidak terpenuhi menjadikan kecewa dengan diri sendiri. Merasa kecewa maka akan sulit untuk cinta pada diri sendiri.
- Berkomitmen untuk mencintai diri sendiri dan perbaiki diri secara terus menerus agar cinta benar-benar tumbuh
Ulangi dan diperbaiki terus-menerus. Lama kelamaan ketika sudah menjadi karakter akan terbentuk perilaku cinta diri yang sebenarnya.

Terkadang dalam hidup menginginkan dan merasakan bermacam-macam rasa. Rasa kecewa, gelisah, ingin ini, ingin itu lalu di antara cara mencintai diri adalah dengan mengakuinya. Ketika sedang kecewa akui sedang kecewa, sedih akui sedih. Bila memang tidak suka katakan tidak suka.
Mari memulai hari dengan mencintai diri. Apa yang sudah berlalu kita relakan. Apa yang masih keliru kita perbaiki, kita iringi dengan rasa syukur bahwa Allah masih memberi daya kekuatan, umur, teman, dukungan untuk menyelesaikan problem hidup. Untuk masa depan pasrahkan semua kepada Allah. Hidup versi terbaik diri kita, wujudkan semampu kita. Masa lalu tanpa penyesalan, masa kini syukur yang mendalam dan masa depan tanpa kekhawatiran.
selamat bertumbuh
selamat membaca~


