Yes Brain muncul dari sirkuit berbeda dalam otak yang menjadi teraktivasi dan membawa kita pada kondisi reseptif alih-alih reaktif. Kondisi Yes Brain dapat membuat kita membuka diri terhadap rasa tenang dan keselarasan, memungkinkan diri kita untuk mencerna, menyerap dan belajar dari sebuah informasi baru. Kerangka berpikir Yes Brain inilah yang kita ingin anak-anak miliki agar mereka bisa belajar untuk memandang rintangan dan pengalaman baru bukan sebagai halangan yang melumpuhkan melainkan sekadar sebagai tantangan untuk dihadapi, ditaklukan dan mengambil hikmah dari kejadian tersebut. Ketika anak berangkat dari mentalitas Yes Brain mereka akan lebih fleksibel, lebih terbuka untuk berkompromi, lebih siap untuk merebut peluang dan bereksplorasi. mereka memiliki rasa ingin tahu yang lebih besar dan lebih imajinatif, lebih tak khawatir untuk berbuat kesalahan.

The Yes Brain
Penulis : Daniel J. Siegel, M.D dan Tina Payne Bryson
Penerjemah : Nuraini Mastura
Terbit : Juni, 2023
Penerbit : Noura Books
ISBN : 978-623-242-396-1
Di pandu oleh otak Yes Brain mereka akan berbuat lebih banyak, belajar lebih banyak dan menjadi lebih hebat lagi. Mereka akan berkata ya pada dunia dari posisi keseimbangan emosi dan menyambut segenap hal yang ditawarkan oleh dunia bahkan pada saat situasi tidak berjalan sesuai kehendak mereka.
Yes Brain bukan berarti berkata ya pada anak-anak sepanjang waktu. Bukan pula bersikap permisif, menyerah, melindungi mereka dari kekecewaan atau menyelamatkan mereka dari situasi-situasi sulit. Yes Brain juga bukan berarti mencetak seorang anak penurut yang selalu mengikuti keinginan orang tuanya bak robot tanpa berpikir sendiri. Justru, Yes Brain adalah tentang membantu anak-anak untuk mulai menyadari siapa diri mereka akan menjadi seperti apa mereka kelak dan agar mereka bisa menghadapi rasa kecewa juga kekalahan serta memilih sebuah kehidupan yang sarat dengan koneksi dan makna.
Keseimbangan prinsip mendasar yang muncul dari penerapan Yes Brain. Strategi Yes Brain yang mendukung keseimbangan :
- Maksimalkan Waktu Tidur Anak
Waktu istirahat yang berkurang akan menimbulkan masalah karena tidur diperlukan untuk keseimbangan otak dan tubuh. Tidur adalah cara untuk membersihkan otak. Tanpa tidur yang cukup segala aktivitas pemrosesan otak dan tubuh akan terkorbankan seperti kemampuan kita untuk memberi perhatian, mengingat, belajar, bersabar dan fleksibel bahkan memproses makanan yang kita makan dengan benar.
- Menyajikan Bejana Pikiran Sehat
Bejana pikiran sehat mencakup tujuh aktivitas mental penting harian dimana 7 aktivitas ini untuk mengoptimalkan massa otak dan menciptakan keseimbangan serta kesejahteraan yaitu meliputi waktu fokus, waktu bermain, waktu koneksi, waktu fisik, waktu berefleksi, waktu istirahat dan waktu tidur.
Bejana pikiran sehat salah satu strategi untuk mendukung otak yang seimbang dengan memastikan bahwa pengalaman-pengalaman dan jadwal anak kita mampu memenuhi beragam kebutuhan.

Prinsip lain selain keseimbangan adalah ketangguhan. Strategi menumbuhkan ketangguhan pada anak :
- Hujani Anak-Anak dengan Empat S
Empat S ini berkaitan dengan membantu anak merasa aman dan terlindungi, khususnya apabila mereka sedang sedih. Empat S tentang membiarkan mereka tahu bahwa kita akan menjaga mereka dan kita mengakui keberadaan mereka serta menyayangi mereka secara mendalam bahkan pada saat kita tidak suka dengan cara mereka bersikap. Empat S adalah tentang menghibur dan menenangkan mereka ketika mereka dikuasai emosi. Dan empat S adalah tentang menciptakan perasaan aman yang mendalam dengann hidup mereka merasa terlindungi, diakui dan tenang. Hujani anak dengan empat S yaitu : Safe (terlindungi), Seen (Diakui), Soothed (Tenang), Secure (Tentram).
- Ajari Kecakapan Mindsight
Salah satu cara terbaik untuk menumbuhkan ketangguhan adalah dengan mengajari anak-anak kecakapan mindsight. Mindsight adalah kemampuan untuk melihat dan memahami pikiran sendiri dan pikiran orang lain. Kecakapan mindsight merupakan bekal untuk mengubah pandangan kita terhadap suatu situasi dan merebut lebih banyak kendali atas emosi serta dorongan hati. Dengan membantu anak-anak mengembangkan kecakapan mindsight mereka dapat belajar menggunakan pikiran dan tubuh mereka untuk mengubah otak serta emosi mereka.
selamat berdamai
selamat membaca!


