[baca buku] Montessori (Seni Menggali Potensi Anak Sejak Dini): Pengantar Klasik Montessori Untuk Guru dan Orang Tua

Siapa yang tidak tahu tentang sistem pendidikan Montessori? Saat ini banyak sekolah yang menggunakan metode tersebut. Montessori menyakini bahwa masa kanak-kanak bukan sekadar tahap yang mesti dilewati dalam perjalanan menuju kedewasaan melainkan kutub lain kemanusiaan itu sendiri. Montessori menilai bahwa anak merupakan karunia eksternal hebat yang dilimpahkan ke dalam keluarga dan memberikan pengaruh yang membekas di dunia orang dewasa. Montessori menilai bahwa pertumbuhan psikis anak bergantung pada interaksi bebas dengan lingkungannya. Karena secara fitrah, aspek mental dan fisik anak sejatinya merupakan satu kesatuan.

Montessori (Seni Menggali Potensi Anak Sejak Dini) : Pengantar Klasik Montessori Untuk Guru dan Orang Tua

Penulis : Paula Polk Lillard

Penerjemah : Reni Indardini

Penyunting : Noni Rosliyani

Terbit : Maret, 2021

Penerbit : PT. Bentang Pustaka

ISBN : 978-602-291-773-1

Anak-anak beraktivitas demi sebuah proses itu sendiri. Sementara orang dewasa beraktivitas demi meraih hasil akhir. Perbedaan inilah yang membuat orang tua sering kali terjebak dalam pengasuhan anak. Orang tua mengangga anak-anak adalah makhluk kecil yang tidak tahu apa-apa. Kemudian membatasi pergerakannya karena khawatir yang berlebih atau selalu meladeninya ini itu. Padahal di dalam diri anak tersimpan potensi luar biasa yang sudah dibawanya sejak lahir. Dan pendidikan yang merupakan proses untuk menguak potensi tersebut. Di situlah Montessori yang hadir sejak ratusan tahun lalu menjadi metode pendidikan yang relevan hingga saat ini.

Terdapat dua komponen kunci dalam metode montessori : lingkungan termasuk bahan ajar dan latihan dan guru yang mempersiapkan lingkungannya. Lingkungan kelas montessori mengandung enam komponen dasar. Komponen-komponen tersebut terkait dengan konsep kebebasan, struktur dan keteraturan, realitas dan alam, keindahan dan atmosfer, aparatus montessori dan pengembangan kehidupan bermasyarakat.

Montessori menyakini bahwa agar seorang anak sungguh bebas dia harus terlebih dahulu memiliki kemandirian, kehendak dan disiplin diri yang berkembang dan terkonstruksi sebagai bagian dari kepribadiannya. Dalam montessori anak tidak diberikan pelajaran formal tetapi fokus pada mempersiapkan fondasi di dalam diri anak supaya berhadil melakukan kegiatan kesenian atas prakarsanya sendiri.

Buku ini lebih ditujukan kepada para pendidik. Di dalamnya dijelaskan mengenai bagaimana pendidik bersikap terhadap anak didik sehingga tidak ada lagi ketakutan dan kebekuan di dalam kelas.

Selamat Bertumbuh!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *