[catatan pengalaman] Oleh-Oleh dari Gombong, Kebumen

Integrasi Layanan Primer (ILP) merupakan upaya untuk menata dan mengkoordinasikan berbagai pelayanan kesehatan primer dengan fokus pada pemenuhan kebutuhan pelayanan kesehatan berdasarkan siklus hidup bagi perseorangan, keluarga dan masyarakat. ILP bertujuan untuk mendekatkan akses dan pelayanan kesehatan yang bersifat promotif, preventif, kuratif , rehabilitatif, dan atau paliatif pada setiap fase kehidupan secara komprehensif dan berkualitas bagi masyarakat. ILP menitikberatkan pada :

  • Penguatan promotif dan preventif melalui pendekatan pada setiap fase kehidupan dengan tetap menyelenggarakan kuratif, rehabilitatif dan paliatif.

  • Pendekatan pelayanan kesehatan melalui sistem jejaring pelayanan kesehatan primer mulai dari tingkat kecamatan, desa/kelurahan, dusun, rukun warga, rukun tetangga.

  • Penguatan Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) melalui digitalisasi dan pemantauan dengan dashboard situasi kesehatan per desa/kelurahan serta kunjungan keluarga/kunjungan rumah.

Posyandu merupakan lembaga yang mendukung Puskesmas untuk mendekatkan akses layanan kesehatan dasar kepada masyarakat. Kader kesehatan merupakan bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan posyandu. Agar pelaksanaan posyandu dengan mengedepankan pelayanan siklus hidup dapat mencapai tujuan yang di inginkan perlu dilakukan pembinaan kader posyandu. Pembinaan kader posyandu dapat dimulai dengan peningkatan kapasitas untuk kader sendiri. Di era ILP saat ini kader posyandu di tuntut untuk memiliki 25 keterampilan dasar bidang kesehatan.


Sebagai upaya untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan di Kabupaten Semarang, Dinas Kesehatan Kab. Semarang bekerja sama dengan Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Jawa Tengah mengadakan Pelatihan Kompetensi Dasar Kader Posyandu Bagi Tenaga Kesehatan Puskesmas pada tanggal 19-22 Juni 2024 bertempat di Kampus Gombong, Kebumen.

Mengapa harus Tenaga Kesehatan tidak langsung Kader Kesehatan saja yang dilatih?

  • sebagai tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas kita juga perlu tahu kompetensi apa saja yang perlu dan harus dimiliki oleh kader kesehatan.
  • di harapkan nantinya tenaga kesehatan bisa menjadi fasilitator di wilayah kerjanya untuk memberikan pengetahuan baru pada kader-kader yang ada. sehingga pelaksanaan ILP untuk seluruh siklus bisa tercapai dengan di dukung oleh kader yang berkompeten.

Dalam pelatihan yang dilaksanakan 4 hari ini, apa saja yang di dapatkan ?

  • Materi dan Praktik tentang :
  1. Keterampilan Pengelolaan Posyandu
  2. Keterampilan Bayi dan Balita
  3. Keterampilan Ibu Hamil dan Menyusui
  4. Keterampilan Usia Sekolah dan Remaja
  5. Keterampilan Usia Dewasa dan Lanjut Usia
  • PKL di wilayah Kerja Puskesmas Adhimulyo, Gombong

Penjelasan sedikit ya tentang materinya

  • Keterampilan Pengelolaan Posyandu

Dalam ILP ini kita sudah tidak mengenal lagi istilah meja (kalau dulu kita mengenal 5 meja) saat ini di era ILP kita menggunakan langkah. Terdapat 5 langkah dalam pelayanan posyandu, yaitu

a. Langkah 1 : Pendaftaran

Dalam langkah 1 ini kader kesehatan akan meminta identitas diri dari pengunjung posyandu (masyarakat). Identitas diri ini disesuaikan dengan yang diminta dalam blangko/form sesuai dengan siklus hidup. Perlu diingat blangko/form ini untuk 1 orang pengunjung. Jadi nanti diharapkan dapat digunakan untuk monitoring kesehatan individu tersebut.

contoh form pemeriksaan ibu hamil

b. Langkah 2 : Penimbangan dan Pengukuran

Dalam penimbangan dan pengukuran ini :

  • Kader mengukur lingkar lengan atau dan menimbang berat badan ibu hamil
  • Kader menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan, lingkar perut, tekanan darah pada usia sekolah dan remaja
  • Kader menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan, lingkar perut, tekanan darah pada usia dewasa dan lansia.
  • Kader menggunakan alat antropometri (timbangan berat badan, alat ukur lingkar kepala, panjang dan tinggi badan) untuk mengukur bayi dan balita

c. Langkah 3 : Pencatatan

Hasil penimbangan dan pengukuran di plotting dalam Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA) dan Kartu Bantu Pemeriksaan di Posyandu untuk disimpulkan dalam batas normal atau kurang atau lebih dari standart. Dalam pelaksanaannya kader di bantu oleh tenaga kesehatan. Kenapa? karena agar mengurangi atau mencegah kesalahan dalam pencatatan hasil akhir pengukuran.

d. Langkah 4 : Pelayanan Kesehatan

Dalam langkah 4, kader masih didampingi oleh tenaga kesehatan. Apa saja yang dilakukan dalam langkah 4 ini :

  • Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) kepada ibu, makanan tambahan lokal kepada ibu hamil KEK
  • Pemberian imunisasi, vitamin A, obat cacing dan pemberian makanan tambahan pangan lokal kaya protein hewani untuk bayi dan balita dengan berat badan kurang/tidak naik
  • Pemeriksaan Hb dan pemberian tablet tambah darah pada remaja putri, pemeriksaan gangguan indera, skrining TBC bagi anak dengan umur lebih dari 15 tahun dan skrining kesehatan jiwa pada anak umur lebih dari 18 tahun.
  • Pemeriksaan rapid test gula, pemeriksaan gangguan indera, skrining TBC, skrining PUMA untuk PPOK, skrining kesehatan jiwa dan skrining lansia pada sasaran usia dewasa dan lanjut usia.

e. Langkah 5 : Penyuluhan Kesehatan

  • Kader melakukan penyuluhan kesehatan menggunakan buku KIA dengan berfokus pada : cara memantau tanda bahaya, isi piringku, pemantauan pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil KEK, aktivitas fisik, pemberian ASI dan KB kepada ibu hamil, nifas dan menyusui.
  • Kader melakukan penyuluhan kesehatan menggunakan buku KIA dengan berfokus pada : cara memantau tanda bahaya, isi piringku, pemantauan pemberian makanan tambahan bagi balita bermasalah berat badan, ASI dan makanan pendamping ASI, obat cacing, stimulasi perkembangan dan aktivitas fisik bagi bayi dan balita.
  • Kader melakukan penyuluhan kesehatan terkait isi piringku, aktivitas fisik, pencegahan anemia, rokok, NAPZA dan risiko kehamilan bagi sasaran usia sekolah dan remaja.
  • Kader melakukan penyuluhan kesehatan terkait aktivitas fisik, Germas, risiko penyakit terbanyak (obesitas, hipertensi, stroke, kanker, PPOK, TBC, diare, kesehatan jiwa, geriatri) dan edukasi KB.

  • Keterampilan Bayi dan Balita

Dalam pelayanan posyandu dengan sasaran bayi dan balita, kader di harapkan mampu :

a. Menjelaskan penggunaan buku KIA bagian balita

b. Melakukan penyuluhan ASI Eksklusif dan MP ASI Kaya Protein Hewani sesuai umur

c. Melakukan penimbangan dan pengukuran panjang/tinggi badan, lingkar kepala serta lingkar lengan atas

d. Menjelaskan hasil pengukuran berat dan tinggi badan normal, kurang dan tindak lanjutnya

e. Menjelaskan stimulasi perkembangan, vitamin A dan obat cacing sesuai umur

f. Melakukan layanan imunisasi rutin lengkap dan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi/PD3I (Hepatitis, Difteri, Campak, Rubela dan Diare)

g. Menjelaskan pemantauan tanda bahaya bayi dan balita


  • Keterampilan Ibu Hamil dan Menyusui

Dalam pelayanan posyandu pada sasaran ibu, kader diharapkan mampu :

a. Menjelaskan penggunaan buku KIA bagian ibu hamil dan nifas

b. Melakukan penyuluhan isi piringku ibu hamil dan menyusui

c. Menjelaskan pemeriksaan ibu hamil dan nifas

d. Menjelaskan bahwa ibu hamil perlu memantau berat badan, lingkar lengan dan tekanan darah dengan kurva buku KIA

e. Menjelaskan anjuran minum Tablet Tambah Darah (TTD) setiap hari selama hamil

f. Menjelaskan pemantauan tanda bahaya ibu hamil dan nifas


  • Keterampilan Usia Sekolah dan Remaja

Dalam pelayanan posyandu pada usia sekolah dan remaja, kader diharapkan mampu :

a. Melakukan penyuluhan isi piringku dan aktivitas fisik

b. Menjelaskan program pencegahan anemia (TTD) dan skrining HB remaja putri

c. Melakukan penyuluhan bahaya merokok, NAPZA dan kehamilan remaja


  • Keterampilan Usia Dewasa dan Lanjut Usia

Dalam pelayanan posyandu pada sasaran usia dewasa dan lanjut usia, kader diharapkan mampu :

a. Melakukan penyuluhan Germas (isi piringku, aktivitas fisik dan cek kesehatan)

b. Menjelaskan penyakit terbanyak (obesitas, hipertensi. diabetes, stroke, kanker, PPOK, TBC, kesehatan jiwa dan geriatri)

c. Melakukan deteksi dini usia dewasa dan lansia dengan pengukuran lingkar perut, tekanan darah (obesitas, hipertensi)

d. Melakukan deteksi dini usia dewasa dan lansia dengan kuesioner (PPOK, TBC, kesehatan jiwa, geriatri dan diabetes)

e. Melakukan penyuluhan KB


Itulah seklumit catatan dari pelatihan minggu kemarin, semoga para kader kesehatan di Indonesia semakin berkompeten sehingga derajat kesehatan masyarakat Indonesia semakin meningkat. Semakin tinggi tuntutan untuk kader kesehatan semoga dibarengi pula dengan perhatian untuk kesejahteraannya baik oleh Pemerintah Pusat maupun Daerah.

Hidup Kader Kesehatan!

Salam Sehat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *