Tidak semua orang beruntung dibesarkan di lingkungan keluarga yang ‘sehat’ dan bisa bertumbuh kembang secara positif lahir dan batin. Banyak dari kita yang dibesarkan dengan pola asuh toksik atau yang sama kita dengar sebagai istilah ‘toxic parenting‘. Toxic parenting tidak selalu identik dengan kekerasan. Justru ia lebih sering berwujud komunikasi verbal dan non verbal yang tidak disadari oleh orang tua terhadap anak dan sering kali dianggap wajar. Toxic Parent : Just Because They Give You Life Doesn’t Meant The Will Love You in The Right Way Penulis : Agnes Chin Terbit : 2023 Penerbit : Penerbit Brilliant ISBN : 978-623-5307-24-4…
-
-
Hidup di era modern seperti sekarang sering kali membuat kita mudah cemas. Peran media sosial turut memengaruhi. Jika dulu yang kita lihat hanya hal-hal di sekitar kita, sekarang kita bisa memantau siapa saja melalui media sosial baik orang yang kita kenal maupun tidak. hal ini membuat kita rentan dan sering membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Melihat prestasi orang lain tanpa di sadari kita merasa tidak ingin kalah dan akhirnya kita pun memamerkan apa yang kita miliki, meskipun sebenarnya kita tidak selalu puas dengan apa yang sudah kita miliki. Patokan kita selalu adalah orang-orang yang berada di atas kita. The Art…
-
Kaidah emas ‘lakukan pada orang lain sebagaimana anda ingin diperlakukan‘ adalah landasan moral yang mudah sekali diterima oleh semua orang di mana pun. Maka moral yakni soal benar/salah sesungguhnya mudah dipahami secara intuitif. Tapi mengapa moral menjadi isu paling krusial di tengah masyarakat kita? Lihatlah fakta : Indonesia konon salah satu negara paling religius tapi masuk peringkat (ter) tinggi korupsi di dunia. Ratusan ribu orang setiap tahun mampu berhaji dan umrah tapi problem kemiskinan begitu mengerikan. Betapa sulitnya mengajarkan kebersihan dan ketertiban di ruang publik, semisal membuang sampah sembarangan dan saling serobot di jalan raya. Mengapa orang kita lebih mudah…
-
Nanti Juga Terbiasa Penulis : Helobagas Terbit : September, 2023 Penerbit : Gradien Mediatama ISBN : 978-602-208-288-0 Buku ini di tulis oleh penulis saat sedang berada di titik terendah dalam hidupnya. Penulis berharap tulisan-tulisannya dapat menjadi teman untuk kita yang merasa kesepian, sedih, ingin menyerah. Berikut beberapa kutipan dari buku ‘Nanti Juga Terbiasa‘ Ternyata aku tidak punya siapa-siapa selain diriku sendiri. Semua orang boleh pergi, asal jangan diri kamu sendiri. Namun yang terbaik gak akan pernah meninggalkan Jadi, kalau dia pergi artinya bukan dia orangnya Aku hanya hidup sekali aku berhak bahagia untuk diriku sendiri Dari…
-
Otak manusia dari masa kandungan, bayi hingga usia 7 tahun seperti fondasi rumah yang sedang dibangun. Pengalaman-pengalaman waktu kecil sampai usia tujuh tahun akan membentuk cetak biru awal atau blue print diri kita. Manusia pada umumnya baru bisa ingat rasanya menjadi seseorang itu di usia 4 tahun. Pengalaman-pengalaman menyenangkan dan menyedihkan yang kita alami pada 7 tahun pertama di hidup kita akan sangat tersimpan kuat atau membekas di otak. Akibatnya kita dapat terluka secara emosi oleh orang-orang terdekat kita. Luka-luka emosi seperti itu kalau kita tidak tahu cara memprosesnya akan menjadi inner child wound atau luka diri kita di masa…
-
Percayalah daya imajinasi akan muncul di pikiran kita ketika mendengar sebuah storytelling. Seru, karena hanya kita yang bisa menikmatinya. Bahkan tidak hanya gambar imajinasi pada beberapa anak terkadang punya ‘theater of mind’ yang lebih detail. Mereka menciptakan efek suara atau musik khayalannya, layaknya pertunjukan teater atau film. Dan setiap orang punya pertunjukan teater yang berbeda seakan kita hidup di tengah cerita. Menariknya dengan merutinkan kegiatan storytelling dapat meningkatkan komunikasi dan kreativitas anak! dan faktanya orang tua adalah storyteller terbaik untuk anaknya. The Journey of Story Telling (Menghidupkan Cinta lewat Cerita) Penulis : Poetri Soehendro Terbit : 2024 Penerbit : PT.…


