Di era digital seperti saat ini, sebenarnya bukan hanya anak zaman sekarang yang perilakunya beda dengan anak-anak pada zaman dulu. Ternyata orang tua zaman sekarang pun memiliki perilaku yang berbeda dengan orang tua zaman dulu. Puluhan tahun lalu fasilitas pendukung dalam mengerjakan tugas rumah tangga belum secanggih sekarang sehingga mau tak mau orangtua mengerjakan banyak hal sendiri dan secara apa adanya. Sejak media sosial hadir tugas kita sebagai makhuk sosial seolah bertambah. Narsis sepertinya menjadi salah satu menu teratas dan sering kali menjadi prioritas dalam kegiatan sehari-hari. Kebutuhan narsis membuat kita semakin sibuk memilih pakaian, makanan, restoran dan kegiatan-kegiatan yang…
-
-
Emosi pada manusia tidak selalu berkaitan dengan marah, amarah dan emosi negatif lainnya. Bahkan emosi positif sekalipun bisa berujung pada hal yang merugikan diri sendiri maupun orang lain jika kita salah dalam menyikapinya. Jadi emosi yang positif maupun negatif akan sama-sama berguna jika kita bisa mengelolanya dan mengungkapkan atau mengekspresikan emosi tersebut sesuai dengan situasi. Tanpa emosi orang tidak akan termotivasi untuk melakukan dan mewujudkan tujuan atau impiannya. Jadi emosi tetap ada manfaatnya. Emosi adalah perasaan lebih dalam yang kita rasakan terhadap sesuatu sehingga membuat kita tergerak melakukan sesuatu. Emosi biasanya lebih dalam dari sekadar rasa. Muatan besar yang ada…
-
Dengan akhlak/sopan santun akan tercipta keharmonisan hubungan dan kedamaian di bumi. Damai adalah dambaan setiap makhluk. Dengan sopan santun permusuhan dapat dihindari bahkan permusuhan dapat berubah menjadi pertemanan yang akrab. Di sisi lain, sopan santunlah yang lebih mampu meraih simpati dan menciptakan hubungan baik dibandingkan dengan apa pun selainnya termasuk materi. Sopan santun adalah yang paling banyak dilihat orang. Tolak ukurnya pun dikenal luas walau oleh yang tidak terpelajar itu antara lain karena banyak norma dan praktiknya yang bersumber dari kebiasaan masyarakat. Ciri utama sopan santun adalah harus tampak ke permukaan dan itulah yang dapat menjadi indikator utama tentang baik…
-
Perbedaan seharusnya tidak hanya kita terima sebagai suatu kewajaran. Lebih dari itu, perbedaan seharusnya kita rayakan. Sulit dibayangkan bila perbedaan tak diberi ruang hingga semua manusia diharuskan seragam baik dalam berpikir maupun berpendapat. Bisa dipastikan hidup akan jumud, mandek. Tak akan ada perkembangan ilmu apalagi penemuan teknologi dan sudah barang tentu mustahil ada yang berhasil meraih kearifan. Dalam beragama saja tak bisa dibayangkan jika dari zaman nabi hingga sekarang hanya ada satu pendapat yang dianut dan tak boleh berubah. Barangkali hanya segelintir orang yang bisa membaca Al-Qur’an. Penulisan Al-Qur’an pada masa itu tanpa titik dan harakah (tanda baca) dan baru…
-
Menurut penelitian bahwa pada usia 0-6 tahun pertama kehidupan (ada yang menyatakan hingga usia 8 tahun) otak berkembang sangat pesat. Masa ini diistilahkan sebagai golden period. Pada saat lahir otak anak memiliki ukuran (volume-berat) kira-kira 25% dari otak orang dewasa. Kemudian bertambah menjadi 75% pada usia 2 tahun atau sekitar 80%. Pada usia 3 tahun dan sekitar 90% pada saat usia 5 tahun. Pertumbuhan dan perkembangan otak meningkat sesuai dengan bertambahnya usia seseorang. Walaupun otak terus berkembang dari masa kanak-kanak hingga dewasa, fase 8 tahun pertama ini menjadi fondasi bagi kesuksesan pembelajaran, kesehatan fisik maupun psikis dan kehidupan di tahapan…
-
Kita sering menemui banyak sekali permasalahan kesehatan yang terjadi didalam keluarga. Namun tidak semua keluarga memiliki keterampilan dalam mengidentifikasi masalah tersebut dan menanganinya dengan tepat. Kesehatan tidak selalu berhubungan dengan fisik. WHO mendefinisikan kesehatan sebagai kondisi kesejahteraan fisik, mental dan sosial. Sehingga tidak hanya berbicara tentang ketiadaan suatu penyakit atau kecacatan. Tidak sedikit keluarga yang harus mengeluarkan banyak biaya untuk mengatasi suatu masalah kesehatan tertentu yang sebenarnya bisa dicegah seperti komplikasi akibat pertolongan pertama yang keliru, perburukan penyakit akibat terlambat mengenal tanda dan gejala yang berbahaya dan lain-lain. Tidak sedikit masyarakat yang langsung lari ke warung untuk membeli obat yang…


