Belajar Jadi Orang Tua yang Lebih Santai: Petualanganku Mengenal Montessori Lewat Buku Montessori Play and Learn

Aku masih ingat satu sore ketika sedang melihat seorang ibu di Puskesmas mencoba menenangkan anaknya yang bosan menunggu. Sang anak hanya diberi HP karena praktis dan cepat membuatnya diam. Tapi di sisi lain, matanya terlihat kosong. Sore itu membuatku berpikir: “Anak-anak ini sebenarnya punya energi yang ingin diajak bertualang. Sayangnya, kita kadang tak tahu harus mulai dari mana.”

Pertanyaan itu membawaku membaca buku Montessori Play and Learn karya Lesley Britton. Dan jujur saja, buku ini terasa seperti membuka jendela baru. Ternyata dunia bermain anak bisa sesederhana—dan semenarik—yang selama ini mungkin tidak kita bayangkan.

Montessori Play and Learn
Karya : Lesley Britton
Penerjemah : Ade Kumalasari
Terbit : Oktober, 2017
Penerbit : PT. Bentang Pustaka
ISBN : 978-602-426-079-8

Apa yang Ditawarkan Buku Ini?

1. Bermain yang Bukan Sekadar Hiburan

Lesley Britton membawakan Montessori dengan gaya yang sangat ramah untuk pembaca awam. Buku ini mengajarkan bahwa bermain bukan pemanis waktu anak, melainkan “pekerjaan asli” mereka. Lewat permainan, anak belajar:

  • Konsentrasi

  • Kemandirian

  • Keteraturan

  • Kepekaan terhadap lingkungan

  • Sensorik dan motorik

Aku begitu suka cara Britton memecah konsep Montessori menjadi hal yang bisa dilakukan di rumah tanpa harus membeli alat mahal.

2. Aktivitas untuk Anak Usia 2–6 Tahun yang Bisa Langsung Dipraktikkan

Inilah bagian paling menarik: buku ini penuh aktivitas siap pakai! Bukan aktivitas rumit, tetapi aktivitas sederhana yang bisa dibuat dari barang yang sudah kita punya. Beberapa favoritku:

Sorting Game (Mengelompokkan Benda)

Anak belajar:

  • Fokus

  • Klasifikasi

  • Bahasa (nama warna, ukuran, bentuk)

Practical Life Skills

Kayak:

  • Menuang air

  • Menyapu

  • Mengelap meja

Ini bukan kerja paksa—ini fondasi kemandirian.

Sensorial Play

Bermain tekstur, suara, wangi, dan warna. Anak jadi lebih sadar tentang dunia melalui indranya. Setiap aktivitas dijelaskan dengan jelas: tujuan, cara, usia yang cocok, hingga variasi permainan. Ini benar-benar buku yang memudahkan.

3. Menyiapkan Lingkungan yang Bersahabat untuk Anak

Di Montessori, lingkungan adalah “guru ketiga”. Britton mengajak kita menata rumah yang:

  • Aman

  • Mudah dijangkau anak

  • Punya sudut-sudut kecil untuk kegiatan (membaca, seni, eksperimen sederhana)

Aku membayangkan kalau semua rumah membuat satu sudut kecil “kebebasan”, anak-anak mungkin bakal tumbuh dengan rasa percaya diri yang lebih kuat.

4. Cara Mendampingi Anak Tanpa Over-Intervensi

Bagian ini kena banget. Kita sering ingin membantu anak padahal mereka sedang berusaha.

Britton bilang:

“Biarkan mereka mencoba, biarkan mereka gagal, biarkan mereka berhasil.”

Peran orang dewasa adalah mengamati, bukan menguasai proses. Dan ini, bagiku, adalah seni yang butuh latihan.

Kenapa Buku Ini Penting untuk Orang Tua, Guru, atau Tenaga Kesehatan?

Karena buku ini tidak menggurui. Ia mengajak kita memahami anak apa adanya, bukan anak yang harus “menurut standar orang dewasa”.

Buat tenaga Puskesmas sepertimu—yang sering berhadapan dengan orang tua—buku ini sangat relevan untuk:

  • Memberi edukasi stimulasi anak

  • Menjelaskan bahwa bermain = belajar

  • Membantu ibu rumah tangga yang bingung harus mulai dari mana

  • Menambah materi untuk kelas ibu balita

Dan paling penting: buku ini mengingatkan kita bahwa anak-anak memiliki ritme tumbuhnya sendiri.

Penutup: Kita Semua Sedang Belajar Menjadi Lebih Baik

Setelah membaca Montessori Play and Learn, aku sadar bahwa anak tidak butuh “mainan mahal”, mereka hanya butuh waktu, ruang, dan kebebasan untuk mengeksplor dunia kecilnya. Jika kita memberi mereka itu, kita sedang menyiapkan pondasi masa depan yang lebih kuat.

Kalau kamu lagi mencari buku parenting yang ringan tapi kaya inspirasi, atau ingin mulai menerapkan Montessori di rumah tanpa ribet, buku ini benar-benar layak kamu baca. Dan kalau kamu suka tulisan ini, jangan lupa mampir ke tulisan-tulisan lain di blogku tentang parenting, buku, dan cerita keseharian di Puskesmas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *