Jujurly, pertama kali lihat cover buku ini di etalase e-commerce, otakku langsung merespons dengan satu sinyal primitif: LAPAR. Gimana enggak? Judulnya “Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati”. Ekspektasiku sederhana. Aku kira ini adalah novel kuliner, atau seenggaknya panduan spiritual menemukan mie ayam paling enak se-Jabodetabek sebelum ajal menjemput. Tapi, pas aku lihat nama penulisnya… Brian Khrisna. Ah, sial. Aku tahu orang ini. Ini adalah “chef” yang biasa masak perasaan orang sampai gosong. Penulis yang terkenal dengan Merayakan Kehilangan. Aku langsung sadar, buku ini nggak akan bikin perut kenyang, tapi kemungkinan besar bakal bikin hatiku yang “kenyang” (baca: eneg) sama drama kehidupan.…
-
-
Pernah nggak sih kamu ngebayangin skenario terburuk dalam hidup? Bukan, bukan dompet ketinggalan pas lagi antre bayar bakso. Tapi skenario ini: Kamu sudah sembuh dari luka, sudah siap menikah dengan orang baik, eh tiba-tiba si MANTAN (penyebab trauma terbesar) muncul lagi. Bukan cuma muncul say hi, tapi semesta seolah ngasih waktu 23 Jam 59 Menit buat kalian berdua. Premis gila inilah yang diangkat sama Mas Brian Khrisna di novelnya yang berjudul 23:59: Kau yang Tak Pernah Pulang dan Aku yang Selalu Menunggu. Jujur, pas baca sinopsisnya, aku langsung auto pegang dada. “Waduh, bau-bau huru-hara perasaan nih,” batinku. Dan ternyata bener…


