Hidup tak selalu baik-baik saja. Selalu ada hal yang membuat kamu kecewa, sedih, marah dan trauma. Kamu yang masih memiliki rasa takut karena trauma di masa lalu, percayalah ia tidak akan terulang lagi. Kamu pasti bisa menerima dan menjalani hidup dengan lebih baik lagi. Teruntuk kamu yang merasakah perngorbanan tak terbalas, jangan berlebihan dalam berkorban. Cintai dirimu sendiri dan jangan biarkan kamu lelah karena seseorang yang tidak menghargai pengorbananmu. Mulai saat ini, berhentilah menyalahkan orang lain dan belajar bertanggung jawab, belajar menyembuhkan luka sendiri dan belajar menghadapi risiko dan konsekuensi. Selalu ingat kamu tidak akan pernah belajar sabar dan berani…
-
-
Demi label kesuksesan yang dicapai lebih cepat, kita rela menjadi orang yang miskin waktu dan memiliki kebahagiaan yang tidak menentu. Belum lagi jika kesehatan terganggu karena mesin dalam tubuh terus berpacu. Apakah tidak sayang dengan diri sendiri? Nyatanya hidup cepat tidak selalu tepat untuk semua orang. Ada yang sukanya lari tetapi mungkin kita cocoknya berjalan kaki. Memang lebih lambat tetapi toh pada akhirnya akan sampai juga pada tujuan. Mengapa harus memaksakan diri untuk mengambil kecepatan yang sama dengan orang lain jika kemampuan kita berbeda? Slow Living, Hidup Bukanlah Pelarian tapi Perjalanan Penulis : Sabrina Ara Terbit : 2023 Penerbit :…
-
Ada banyak penelitian oleh ahli-ahli psikologi yang membuktikan bahwa orang yang mampu mensyukuri hidupnya cenderung akan hidup lebih bahagia, mampu menjaga kesehatan mental dan fisik, bahagia dalam hubungan sosial, memiliki kepercayaan dan keyakinan diri yang tinggi dan mampu menjalin hubungan dengan orang lain dengan lebih baik. Sayangnya, selama ini kita salah memahami rasa syukur. Kita mengira rasa syukur itu hanya bisa dilakukan bila mereka telah mendapatkan kebahagiaan hidup. Tuhan, Maaf Aku Kurang Bersyukur Penulis : Malik al Mughis Terbit : Cetakan ke IX, 2024 Penerbit : Syalmahat Publishing ISBN : 978-623-97672-7-3 Sadarkah kita? selama ini kita sering merasa hidup kita…
-
Tidak semua orang beruntung dibesarkan di lingkungan keluarga yang ‘sehat’ dan bisa bertumbuh kembang secara positif lahir dan batin. Banyak dari kita yang dibesarkan dengan pola asuh toksik atau yang sama kita dengar sebagai istilah ‘toxic parenting‘. Toxic parenting tidak selalu identik dengan kekerasan. Justru ia lebih sering berwujud komunikasi verbal dan non verbal yang tidak disadari oleh orang tua terhadap anak dan sering kali dianggap wajar. Toxic Parent : Just Because They Give You Life Doesn’t Meant The Will Love You in The Right Way Penulis : Agnes Chin Terbit : 2023 Penerbit : Penerbit Brilliant ISBN : 978-623-5307-24-4…
-
Hidup di era modern seperti sekarang sering kali membuat kita mudah cemas. Peran media sosial turut memengaruhi. Jika dulu yang kita lihat hanya hal-hal di sekitar kita, sekarang kita bisa memantau siapa saja melalui media sosial baik orang yang kita kenal maupun tidak. hal ini membuat kita rentan dan sering membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Melihat prestasi orang lain tanpa di sadari kita merasa tidak ingin kalah dan akhirnya kita pun memamerkan apa yang kita miliki, meskipun sebenarnya kita tidak selalu puas dengan apa yang sudah kita miliki. Patokan kita selalu adalah orang-orang yang berada di atas kita. The Art…
-
Kaidah emas ‘lakukan pada orang lain sebagaimana anda ingin diperlakukan‘ adalah landasan moral yang mudah sekali diterima oleh semua orang di mana pun. Maka moral yakni soal benar/salah sesungguhnya mudah dipahami secara intuitif. Tapi mengapa moral menjadi isu paling krusial di tengah masyarakat kita? Lihatlah fakta : Indonesia konon salah satu negara paling religius tapi masuk peringkat (ter) tinggi korupsi di dunia. Ratusan ribu orang setiap tahun mampu berhaji dan umrah tapi problem kemiskinan begitu mengerikan. Betapa sulitnya mengajarkan kebersihan dan ketertiban di ruang publik, semisal membuang sampah sembarangan dan saling serobot di jalan raya. Mengapa orang kita lebih mudah…


