[baca buku] Sex Education for Children: Perlukah Pendidikan Seks Untuk Anak?

Membicarakan permasalahan seks maupun seksualitas masih sering di anggap tabu, apalagi jika harus membicarakannya kepada anak-anak di bawah umur. Memang bukan hal yang mudah untuk membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan seksual kepada anak-anak. Orang tua harus selalu berpikir secara mendalam untuk memberikan pemahaman kepada anak. Mereka harus memikirkan strategi agar anak tak kebingungan dengan penjelasan yang diberikan orang tua.

Sex Education for Children: Perlukah Pendidikan Seks untuk Anak?

Penulis : Atreya Senja

Terbit : 2023

Penerbit : Brilliant Books

ISBN : 978-623-5307-40-4

Apa itu Pendidikan Seks?

  • Pendidikan seks adalah upaya memberikan pengetahuan kepada anak seputar perkembangan dan perubahan biologis, psikologis hingga psikoseksual.
  • Pendidikan seks yaitu upaya manusia untuk memberikan pengajaran, penyadaran hingga penerangan terkait masalah seksualitas kepada anak sejak dini.

Siapa yang harus Bertanggung Jawab?

Pemberian pendidikan seks akan mudah dilakukan oleh orang tua ketika anak masih kecil daripada menjelaskan tentang seks kepada anak yang sudah beranjan dewasa. Yang penting orang tua harus selalu berlatih membicarakan pendidikan seks kepada anak. Jangan sampai anak salah kaprah terhadap pendidikan seks yang diberikan. Pertama kali yang perlu dilakukan orang tua adalah memahami perbedaan seks dan seksualitas. Seks berkaitan dengan jenis kelamin sementara seksualitas lebih berkaitan dengan hal-hal biologis, sosial, psikologis dan kultural.

Apa Tantangan Pendidikan Seks pada Anak?

Membicarakan tentang seks memang masih menjadi hal tabu di Indonesia. Tak hanya tabu bahkan dianggap hal yang menyimpang dari tradisi. Disadari atau tidak kebanyakan orang tua mengandalkan pendidikan seks dari bangku sekolah. Padahal, pendidikan seks yang paling utama dan penting yakni dari orang tua sendiri. Alasannya? karena orang tualah yang paling memahami kebutuhan anak ketika ia masih dalam masa pertumbuhan.

Pada dasarnya perilaku seks anak kebanyakan dilakukan karena ingin meniru apa yang mereka lihat atau dengar. Jika sudah demikian tentu orang tualah yang bertanggung jawab akan perilaku seks sang anak. Permasalahan tabu atau tidak tahu membicarakan seks menjadi semakin rancu. Jika orang tua tidak memberikan pendidikan seks maka anak-anak akan mencari tahu melalui internet yang belum tentu sesuai untuk usianya. Nah kerancuan anggapan pendidikan seks yang tabu terkadang membuat orang tua merasa bahwa tak perlu memberikan pendidikan seks pada anak. Sebagai orang tua cobalah untuk melakukan komunikasi dengan bersahabat kepada anak. Jadi jangan hanya memberikan ceramah panjang lebar kepada anak.

Bagaimana Pemberian Pendidikan Seks Sejak Dini Kepada Anak?

  • Penamaan anak sesuai jenis kelamin

Pemberian nama sesuai jenis kelamin secara tidak langsung akan memberikan pemahaman kepada anak terkait perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Dengan pemahaman adanya perbedaan tersebut anak akan dibentuk menjadi pribadi yang sesuai jenis kelaminnya.

  • Perlakukan anak sesuai jenis kelamin

Jika kita tidak memperlakukan anak sesuai dengan jenis kelaminnya maka anak akan mengalami kebingungan untuk memahmi perbedaan antara anak laki-laki dan perempuan. Dalam pendidikan seks kita juga harus menyadari betapa pentingnya pemahaman terkait jenis kelamin Dengan memperlakukan anak sesuai jenis kelaminnya maka anak akan terhindar dari penyimpangan seksual.

  • Memisahkan tempat tidur sesuai jenis kelamin

Pemisahan tempat tidur untuk anak memang harus dilakukan oleh orang tua. Pasalnya saat ini banyak anak yang terkadang tanpa memikirkan ikatan persaudaraan tega melakukan pelecehan seksual kepada saudara kandungnya.

  • Mengenalkan bagian serta fungsi tubuh

Sebaiknya kita tidak mengenalkan bagian-bagian tubuh anak dengan menyebut nama lain yang dirasa lebih cocok untuk anak. Misalnya menyebut payudara dengan ‘nenen’. Hal itu tidak dianjurkan karena akan menghambat pengetahuan anak ke depannya. Kita harus mengenalkan bagian maupun fungsi menggunakan istilah aslinya. Kita dapat mengenalkan bagian serta fungsi tubuh dengan bercerita menggunakan media gambar. Menyebutkan nama organ intim sesuai istilahnya secara perlahan akan membuat anggapan masyarakat tentang pendidikan seks yang tabu menghilang perlahan.

  • Boleh di sentuh atau tidak?

Ketika anak sudah mengenal bagian dan fungsi dari bagian tubuh kita harus mengenalkan bagian mana saja yang boleh di sentuh dan yang tidak boleh di sentuh. Selain itu kita juga perlu memberikan pemahaman kepada anak mengenai bagian tubuh yang dapat dilihat oleh orang lain dan yang tidak boleh dilihat oleh orang lain.

Apa itu Penyimpangan Seksual?

Penyimpangan seksual adalah perilaku yang tidak dapat diterima oleh masyarakat karena tidak sesuai dengan tata cara maupun norma dalam agama.

Jenis Penyimpangan Seksual :

  • Perkosaan
  • Ekshibisionisme
  • Voyeurisme
  • Froteurisme
  • Pedofilia
  • Sadomasokis
  • Sadisme
  • Transvestisme
  • Nekrofilia
  • Zoofilia
  • Sodomi
  • Beastiality

Dengan memberikan pendidikan seks, orang tua akan dibersamai dengan masyarakat, guru dan pemerintah. Bahkan di Indonesia kini sudah bermunculan beberapa lembaga yang berfokus pada anak maupun kasus-kasus seksual yang menimpa anak. Hal itu menunjukkan bahwa setiap elemen masyarakat harus turut serta memperlihatkan kepeduliannya terhadap pendidikan seks pada anak agar terhindar dari pelecehan seksual.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *