[baca buku] Seni Bernegosiasi dengan Anak

Negosiasi antara orang tua dan anak merupakan pengalaman penting bagi mereka karenadapat mengajarkan anak untuk menghadapi masalah dengan baik. Negosiasi tidak berarti orang tua menyerah pada kemauan anak. Negosiasi berarti anak dan orang tua sama-sama memiliki hak untuk menyuarakan keinginan sekaligus kewajiban untuk mendengarkan. Bernegosiasi dengan anak juga tidak perlu melibatkan segala macam teriakan yang hanya akan menimbulkan perdebatan sengit.

Seni Bernegosiasi dengan Anak

Penulis : Miarti Yoga

Terbit : 2021

Penerbit : Penerbit Bhuana Ilmu Populer

ISBN : 978-623-04-0270-8

Kesalahan-kesalahan dalam pengasuhan ada yang di picu karena ketidaktahuan, ketidaktenangan hati bahkan faktor lingkungan. Kita harus menyampaikan pesan kepada anak dengan sangat hati-hati. Niat baik kita untuk meminta mereka segera mandi, makan, mengerjakan tugas atau berangkat sekolah, tidak selalu direspons dengan baik. Jika cara penyampaian kita seperti melabrak justru akan menyakiti perasaannya. Oleh karena itu kunci utama dalam komunikasi adalah bagaimana kita berdamai dengan diri sendiri.

Pengasuhan anak di setiap keluarga memiliki dinamika yang berbeda-beda. Sebagai orang tua kita tentu berharap yang terbaik pada setiap proses tumbuh kembang anak-anak kita juga tidak ingin sesuatu yang negatif muncul pada keluarga dan anak-anak. Namun realita seringkali tidak bisa lepas dari persoalan sekecil apa pun itu. Oleh karena itu penting bagi kita untuk belajar bernegosiasi dengan anak. Apa saja seni bernegosiasi dengan anak ?

  • Stok Energi Positif

Sumber energi positif :

  1. Menjalin hubungan yang dekat dengan Tuhan
  2. Keikhlasan kita dalam menjalin rumah tangga
  3. Prasangka baik kepada anak
  4. Cara kita berpersepsi positif kepada anak
  5. Kelihaian kita mencari atau mengatur redaksi kosakata
  • Selalu ada Ruang untuk Negosiasi
  • Ketidakterbiasaan Istilah

Sebagai orang dewasa perlu membuat persepsi yang baik terlebih dahulu bahwa mendampingi atau membimbing anak itu membutuhkan berbagai metode dan teknik penyampaian.

  • Seni Menghadapi Anak yang Merengek

Kita seringkali menghadapi anak yang merengek. Merengek itu timbul sebagai bentuk ekspresi menginginkan sesuatu yang sebetulnya sederhana. Namun keinginan sederhana tersebut menjadi tidak lagi sederhana ketika mereka terus mengungkapkannya tanpa henti. Setiap anak memang berbeda sehingga takaran merengeknya pun berbeda. Ada yang wajar alias mudah dialihkan dan tidak memaksa, ada yang terus menerus memohon apa yang diinginkannya tanpa peduli kita sedang apa dan sedang berada dimana. Bagaimana kalau kita sebagai orang tua dihadapkan dalam situasi seperti itu. Ada beberapa langkah yang bisa diambil :

  1. Cukup didengarkan dan tanggapi ala kadarnya
  2. Bicara empat mata
  3. Janjikan sesuatu yang membuatnya termotivasi
  • Seni untuk Membujuk

Sebagai orang tua kadang dihadapkan pada kondisi anak sulit untuk melakukan apa yang kita mau, contoh tidak mau mandi, tidak mau tidur, tidak mau makan. Selain melakukan penolakan, anak-anak juga sering melakukan pemaksakan yang diekspresikannya lewat tangisan, teriak-teriak, marah dan sebagainya. Nah sebagai orang tua kita perlu tahu trik untuk menghadapi masalah tersebut,

  1. Berikan penjelasan yang logis
  2. Jadilah orangtua yang pandai ‘merayu’
  3. Mengalihkan perhatian
  4. Berikan syarat untuk memenuhi keinginannya
  5. Ingatkan dan beri mereka perhatian tanpa melukai perasaannya
  6. Minta komitmen untuk tidak mengulangi
  7. Peluk tubuhnya dengan hangat
  • Anak yang Susah Makan

Sebagai rang tua kita pas pernah mengalami anak yang susah makan. Saat berusaha agar anak-anak mau makan lalu kita memaksa mereka untuk makan sampai harus kejar-kejaran atau merayunya dengan berbagai cara. Di satu sisi ketika anak susah makan kita merasa khawatir jika merasa kekurangan asupan gizi dan daya tahan tubuhnya menurun atau khawatir dengan kecerdasannya serta berbagai hal lainnya. Ada beberapa tips yang bisa digunakan untuk menghadapi anak susah makan :

  1. Jangan cemas yang berlebihan
  2. Biarkan mereka makan pada saat lapar
  3. Bangun rasa lapar dengan jam makan yang teratur
  4. Yakinlah anak tidak akan kelaparan
  5. Jangan anggap sepele sarapan
  6. Kreatif mengolah makanan
  7. Hindari pemaksaan yang berlebihan
  • Anak yang Berat Hati Beribadah

Memotivasi anak untuk beribadah seperti puasa misalnya kita perlu mengapresiasi berapa pun jumlah hari yang telah ditunaikan oleh anak-anak. Bentuk apresiasi yang dapat dilakukan adalah

  1. Ajak berbelanja ke toko aju atau sepatu dan berikan kesempatan kepada mereka untuk memilih sendiri.
  2. Berikan kejutan hadiah
  • Anak yang Mogok Sekolah

Tentang anak yang mogok sekolah kita memerlukan banyak kesabaran. Selain sabar juga perlu ikhlas dan tenang menjalaninya, libatkan orang ketiga seperti saudara, guru atau pihak lain yang berhubungan, sering ajak komunikasi seperti menanyakan tentang sekolah, minat , impian masa depan, teman atau guru favoritnya, membacakan buku dan aktivitas lainnya. Selain itu sempatkan dan perbanyak untuk memeluknya, menepuk pundak, mengusap punggung sesering mungkin.

  • Anak yang Tidak Mau Mengalah

Ada alasan anak untuk tidak mau mengalah, sebagai orang tua kita perlu mencari penyebabnya. Ada beberapa tips yang bisa dilakukan ketika menemukan anak yang tidak mau mengalah :

  • Ajak anak berkomunikasi
  • Puji kelebihan di depan saudara atau di depan orang-orang sekitar
  • Memberikan ruang untuk bereksploitasi, beraktualisasi hal itu dapat membantu mereka untuk mengalihkan ketidaknyamanan perasaan yang ada padanya.

Menghadapi buah hati memang ada seninya. Ada strateginya. Kita sebagai orang tua harus terus belajar dan belajar.

Selamat Belajar!

2 Comments on “[baca buku] Seni Bernegosiasi dengan Anak”

  1. Bukunya keren bun, wajib dimiliki orang tua, karena pola pengasuhan zaman dahulu yang otoriter kadang masih suka terbawa dalam pola pengasuhan sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *